30 Nanang Rianto, R. Pamekas.pdf


Preview of PDF document 30-nanang-rianto-r-pamekas.pdf

Page 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Text preview


Gambar-3

Suasana

Gambar-4 Suasana pelatihan

pelatihan

Non teknis

teknis

Setelah semua hal di atas, dilakukanlah pemanfaatan jaringan irigasi springkler
melalui penanaman secara massal di lahan kering seluas 25 Ha yang dilaksanakan
oleh pokja sringkler Batu Keruk, Arungan Bali dan Lembah Pedek. Pelaksanaan
penanaman didukung oleh Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Barat yang
menyediakan bibit jagung sebanyak 300 kg. pihak swasta juga menarik pihak swasta
untuk memberikan bantuan modal usaha tani untuk 18 (delapan belas) orang petani.
Berikut adalah hasil tanam massal yang dilaksanakan oleh ketiga pokja Springkler
Tabel 3. Hasil Uji Coba Penerapan Big Gun Springkler di Desa Akar Akar 2007
dalam Juta Rupiah

Kelompok

Anggota

Benefit

Cost

Laba

Rasio B/C

Laba/
Anggota

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

Arungan Bali

11

14,55

2,9

11,7

5,1

1,1

Batu Keruk

15

15,9

5,0

10,9

3,1

0,7

Lembah
Pedek

29

4,5

3,0

1,5

1,5

0,1

Catatan: Komoditi yang ditanam oleh kelompok Arungan Bali dan Batu keruk adalah padi dan
jagung, sedangkan kelompok Lembah Pedek hanya jagung saja

Dari tabel dapat dilihat bahwa pendapatan petani yang cukup menggembirakan.
Hal ini dapat diindikasikan dari besarnya rasio antara manfaat (benefit) dengan biaya
(cost) (B/C) yang melebihi angka 1,0. rasio B/C untuk kombinasi komoditi padi dan
jagung jauh lebih besar bila hanya menanam jagung saja. Hal tersebut, dikarenakan
9