PDF Archive

Easily share your PDF documents with your contacts, on the Web and Social Networks.

Share a file Manage my documents Convert Recover PDF Search Help Contact



HASIL WAWANCARA .pdf


Original filename: HASIL WAWANCARA.pdf
Author: Edwin Oktavianto

This PDF 1.5 document has been generated by Microsoft® Word 2010, and has been sent on pdf-archive.com on 05/06/2015 at 03:56, from IP address 180.254.x.x. The current document download page has been viewed 972 times.
File size: 143 KB (4 pages).
Privacy: public file




Download original PDF file









Document preview


MAKALAH
WAWANCARA IMPLEMENTASI NILAI DAN ETIKA
PEKERJAAN SOSIAL
Dosen Pengampu: Noor Kamilah

Disusun Oleh:
Edwin Oktavianto (14250083)

FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI
JURUSAN ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA
YOGYAKARTA
2015

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Di desa wisata Kasongan yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai
pengrajin gerabah, ternyata disana terdapat sebuah panti sosial yang bernama “Panti
Sosial Tresna Werdha Budi Luhur”. Panti sosial ini untuk menampung kelompok lansia
yang berasal dari latar belakang yang bermacam-macam.
Di panti sosial ini ada beberapa pekerja sosial yang bekerja disana, sehingga
penulis memilih tempat ini untuk melakukan wawancara dengan seorang pekerja sosial
disana. Penulis berharap makalah yang sederhana ini bisa bermanfaat bagi yang membaca
dan bisa menambah wawasan.

B. Tujuan Penulisan
a. Untuk mencari informasi tentang Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Budi
Luhur
b. Untuk berkenalan dengan pekerja sosial disana
c. Untuk mengetahui aktivitas para pekerja sosial atau kelompok lansia di PSTW
Budi Luhur sehari-hari

C. Rumusan Masalah
a. Bagaimana implementasi nilai dan etika pekerja sosial disana?

BAB II
PEMBAHASAN
Nama: Pak Basuki
TTL: Yogyakarta, 21 Oktober 1960
Pekerjaan: PNS (Pekerja Sosial)

Panti Sosial Tresna Werdha ini untuk menangani apa kalo boleh tahu?
Di panti ini mas, kita mengurus para kakek atau nenek yang lanjut usia yang sudah tidak punya sanak
family. Mereka biasanya ditelantarkan keluarganya mungkin atau memang hidup sebatang kara. Tapi
banyak yang masuk panti ini dengan kemauannya sendiri.
Oo.. apakah dari beberapa lansia disini mungkin ada yang berasal dari luar daerah?
Di panti sosial ini mereka tidak ada yang dari luar daerah, ya Cuma dari Yogyakarta semua, dari
Yogyakarta itu ada yang dari Kota Yogyakarta, ada dari Bantul, ada dari Sleman, ada dari
Gunungkidul, juga Kulonprogo.
Kalau boleh tahu, di panti sosial ini apakah kegiatan sehari-harinya para lansia disini?
Ya banyak mas, kalau kegiatan rutin itu ada senam bugar untuk lansia, ada program keterampilan
seperti membuat sapu, menjahit, menyulam. Kemudian ada Dendang Ria yang diadakan setiap Rabu.
Kamisnya ada bimbingan rohani kemudian kalau hari jumat ada kegiatan Jum’at bersih yang dilakukan
semua yang ada didalam panti sosial.
Sekarang pada pertanyaan inti, saya minta pendapat bapak bagaimana pengalaman bapak menjadi pekerja
sosial di panti sosial tresna werdha ini?
Oww kalau pengalaman saya selama mengabdi di panti sosial ini saya merasa mereka itu sudah seperti
keluarga sendiri. Saya dalam merealisasikan ilmu yang sudah saya pelajari selama ini saya merasa
memiliki tanggung jawab moral.Dalam assessment terhadap para lansia ini saya terkadang merasa ingin
tertawa tapi juga merasa sedih karena mereka itu ya kondisinya sudah tua, kemudian ditinggalkan
keluarga.Selama disini saya melihat para lansia itu selalu tampak ceria dan suka membuat kerajinan
tangan.

Pertanyaan terakhir, bagaimana implementasi nilai dan etika yang bapak lakukan selama menjadi pekerja
sosial disini?
Implementasinya ya mas? Hmm.. Implementasi saya ya dengan komitmen yang kuat dalam mengemban
tugas sebagai pekerja sosial dimana saya sebagai peksos juga harus tahu apa kemauan para kakek-nenek
disini. Para lansia disini selalu kita pantau, seperti kesehatannya. Nah, Para lansia itu juga lebih tua
dari saya kan mas, jadi kalau saya berinteraksi dengan mereka, ya harus memperhatikan unggah-ungguh
seperti kita memakai bahsa jawa krama atau bahasa jawa halus, karena itu termasuk etika, kita tetap
menghormati mereka. Kadang kita disini yang bertugas sebagai pekerja sosial harus mempertimbangkan
keinginan dari para lansia, kita tidak langsung menuruti kemauan mereka, kita mempertimbangkannya
dari segi fisik dan psikis mereka. Kita itu istilahnya itu ngemong simbah-simbah supaya mereka itu bisa
hidup sejahtera dalam menjalani hari tuanya.

BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Seorang pekerja sosial yang mengabdi di masyarakat akan menemukan nilai-nilai dan etika baru
yang disesuaikan dengan kondisi wilayah sekitar. Nilai-nilai baru itu akan menjadikan metode
seorang pekerja sosial dalam menangani klien menjadi banyak pilihan, sehingga pekerja sosial
mampu untuk menemukan solusi yang terbaik.


HASIL WAWANCARA.pdf - page 1/4
HASIL WAWANCARA.pdf - page 2/4
HASIL WAWANCARA.pdf - page 3/4
HASIL WAWANCARA.pdf - page 4/4

Related documents


hasil wawancara
pokok mesin absensi sidik jari1331
kobercetakv14 1104
26 made dharma harthana
pilihan rekayasa foto1002
39 pepi rospina pertiwi dewi juliah ratnaningsih


Related keywords