AHYA & ISHADI ok.pdf


Preview of PDF document ahya-ishadi-ok.pdf

Page 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Text preview


PENDAHULUAN
Pasar modal merupakan salah satu lembaga yang melakukan mobilisasi dana masyarakat dengan
menyediakan sarana atau tempat untuk mempertemukan penjual dan pembeli. Dalam hal ini
pasar modal memiliki fungsi yaitu sebagai penyedia sarana yang akan mempertemukan dua
kepentingan yaitu pihak yang memiliki kelebihan dana dan pihak yang membutuhkan dana.
Seiring dengan kemajuan dan perkembangan pasar modal pihak yang memiliki kelebihan dana
mulai melirik apakah kelebihan dana yang dimiliki dapat dijadikan sebagai peluang untuk
memperoleh keuntungan dengan cara melakukan investasi di pasar modal. Pasar modal telah
menjadi salah satu sumber pembiayaan bagi dunia usaha dan menjadi sarana investasi bagi
investor.
Perusahaan yang membutuhkan dana segar untuk keberlanjutan operasional perusahaan dapat
menjual surat berharga (saham) di pasar modal. Sedangkan keterlibatan publik dalam pasar
modal yaitu dengan cara membeli saham yang ditawarkan di pasar modal. Dengan demikian
dapat dikatakan bahwa terjadi transaksi jual beli dalam pasar modal. Salah satu jenis sekuritas
yang paling populer di pasar modal adalah sekuritas saham. Saham adalah tanda kepemilikan
atau penyertaan seseorang atau badan dalam suatu perusahaan (Husnan, 2005). Saham dinilai
baik apabila saham yang terkait mampu memberikan return realisasi yang tidak jauh berbeda dari
return ekspektasi.
Pada dasarnya, tujuan investasi dari masing-masing investor berbeda. Menurut Husnan (2005)
tujuan utama para pemodal menanamkan dananya pada sekuritas adalah untuk mendapatkan
tingkat return maksimal pada tingkat resiko tertentu serta adanya kestabilan laba perusahaan.
Pada dasarnya return dari setiap sekuritas berbeda-beda dimana penentuan besar atau kecilnya
return saham perusahaan ditentukan dari berbagai aspek seperti kinerja perusahaan dan strategi
perusahaan dalam mengelola laba. Perusahaan dianggap mengalamai kegagalan dalam keuangan
apabila perusahaan tidak mampu membayar kewajiban pada saat jatuh tempo. Penurunan harga
saham terjadi apabila perusahaan tidak mampu menghasilkan return yang menguntungkan bagi
pihak investor. Pasar modal menjadi salah satu pengggerak utama perekonomian dunia termasuk
Indonesia. Melalui pasar modal perusahaan dapat memperoleh dana untuk melakukan kegia. tan
operasionalnya.
Keputusan untuk berinvestasi dipasar modal memerlukan berbagai informasi. Informasi yang
harus diperoleh tidak hanya bersifat fundamental tetapi juga bersifat kritikal. Informasi yang
sifatnya fundamental diperoleh dari kondisi internal perusahaan sedangkan informasi yang
sifatnya teknikal diperoleh dari luar perusahaan (ekonomi, politik dan lain-lain).
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merupakan suatu indikator untuk memantau pergerakan