PDF Archive

Easily share your PDF documents with your contacts, on the Web and Social Networks.

Send a file File manager PDF Toolbox Search Help Contact



SEJARAH KERAJAAN DI INDONESIA LENGKAP Dexter Harto K .pdf



Original filename: SEJARAH KERAJAAN DI INDONESIA LENGKAP - Dexter Harto K.pdf

This PDF 1.4 document has been generated by Online2PDF.com, and has been sent on pdf-archive.com on 16/11/2016 at 18:38, from IP address 103.47.x.x. The current document download page has been viewed 4429 times.
File size: 178 KB (13 pages).
Privacy: public file




Download original PDF file









Document preview


SEJARAH KERAJAAN DI INDONESIA LENGKAP
Inilah Informasi Tentang Kerajaan di Indonesia - Sahabat cafependidikan.com kali ini saya ingin
mengulas tentang beberapa sejarah yang ada di Indonesia. Seperti yang kita ketahui bahwa pada
zaman dahulu sebelum terbentuknya suatu negara kedaulatan NKRI ini, sudah ada jejak
pemerintahan yang bebentuk suatu kerajaan. Banyak sekali kerajaan-kerajaan yang ada di
Indonesia. Pada kesempatan ini saya akan membagikan informasi terkait apa saja kerajaan yang
berada pada wilayah Indonesia...?

Kerajaan di Indonesia yang pertama berkembang di Indonesia yaitu kerajaan Hindu dan Buddha
sedangkan sistem perekonomian yang di gunakan pada waktu itu adalah perdagangan, sehingga
hubungan dengan negara-negara tetangga maupun yang lebih jauh seperti India, China dan wilayah
Timur Tengah pun bisa terjalin. Pada zaman kerajaan berkembang Agama Hindu lah yang pertama
masuk ke Indonesia dengn diperkirakan pada awal Tarikh Masehi dan terus berkembang sampai
kerajaan-kerajaan

Islam

bermunculan.

1.

Berikut

daftar

kerajaan

Kerajaan

di

Indonesia.

Kutai

Kerajaan Kutai merupakan kerajaan Hindu tertua di Indonesia, kerajaan ini didirikan pada tahun
400 M, di tepi sungai Mahakam, Kalimantan Timur. Nama Kutai diberikan oleh para ahli
mengambil dari nama tempat ditemukannya prasasti yang menunjukkan eksistensi kerajaan
tersebut. Tidak ada prasasti yang secara jelas menyebutkan nama kerajaan ini dan memang sangat
sedikit

informasi

yang

dapat

diperoleh.

Informasi yang ada diperoleh dari Yupa / prasasti dalam upacara pengorbanan yang berasal dari
abad ke-4. Ada tujuh buah yupa yang menjadi sumber utama bagi para ahli dalam
menginterpretasikan sejarah Kerajaan Kutai. Yupa adalah tugu batu yang berfungsi sebagai tugu
peringatan yang dibuat oleh para brahman atas kedermawanan raja Mulawarman. Dalam agama
hindu sapi tidak disembelih seperti kurban yang dilakukan umat islam. Dari salah satu yupa tersebut
diketahui bahwa raja yang memerintah kerajaan Kutai saat itu adalah Mulawarman. Namanya
dicatat dalam yupa karena kedermawanannya menyedekahkan 20.000 ekor sapi kepada kaum
brahmana.

Kerajaan Kutai berakhir saat Raja Kutai yang bernama Maharaja Dharma Setia tewas dalam
peperangan di tangan Raja Kutai Kartanegara ke-13, Aji Pangeran Anum Panji Mendapa. Perlu
diingat bahwa Kutai ini (Kutai Martadipura) berbeda dengan Kerajaan Kutai Kartanegara yang saat
itu

ibukota

di

2.

Kutai

Lama

(Tanjung

Kerajaan

Kute).

Tarumanegara

Kerajaan Tarumanegara merupakan kerajaan Hindu, didirikan pada tahun 450 M, di Jawa Barat.
Kata tarumanagara berasal dari kata taruma dan nagara. Nagara artinya kerajaan atau negara
sedangkan taruma berasal dari kata tarum yang merupakan nama sungai yang membelah Jawa
Barat yaitu Citarum. Pada muara Citarum ditemukan percandian yang luas yaitu Percandian
Batujaya dan Percandian Cibuaya yang diduga merupakan peradaban peninggalan Kerajaan
Tarumanegara.

3.

Raja

yang

memerintah

Kerajaan

ialah

Pernawarman.

Kalingga

Kerajaan Kaling didirikan pada tahun 674 di Jepara, Jawa Tengah. Kalingga atau Ho-ling (sebutan
dari sumber Tiongkok) adalah sebuah kerajaan bercorak Hindu yang muncul di Jawa Tengah sekitar
abad ke-6 masehi. Letak pusat kerajaan ini belumlah jelas, kemungkinan berada di suatu tempat
antara Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Jepara sekarang. Sumber sejarah kerajaan ini masih
belum jelas dan kabur, kebanyakan diperoleh dari sumber catatan China, tradisi kisah setempat, dan
naskah Carita Parahyangan yang disusun berabad-abad kemudian pada abad ke-16 menyinggung
secara singkat mengenai Ratu Shima dan kaitannya dengan Kerajaan Galuh. Kalingga telah ada pada

abad ke-6 Masehi dan keberadaannya diketahui dari sumber-sumber Tiongkok. Kerajaan ini pernah
diperintah oleh Ratu Shima, yang dikenal memiliki peraturan barang siapa yang mencuri, akan
dipotong tangannya. Raja yang memerintah ialah Ratu Sima. Pendeta yang terkenal ialah
Jhanabhadra.

4. Kerajaan Sriwijaya

Adalah salah satu kemaharajaan bahari yang pernah berdiri di pulau Sumatera dan banyak memberi
pengaruh di Nusantara dengan daerah kekuasaan berdasarkan peta membentang dari Kamboja,
Thailand Selatan, Semenanjung Malaya, Sumatera, Jawa Barat dan kemungkinan Jawa Tengah.
Dalam bahasa Sanskerta, sri berarti "bercahaya" atau "gemilang", dan wijaya berarti "kemenangan"
atau "kejayaan", maka nama Sriwijaya bermakna "kemenangan yang gilang-gemilang". Bukti awal
mengenai keberadaan kerajaan ini berasal dari abad ke-7; seorang pendeta Tiongkok, I Tsing,
menulis bahwa ia mengunjungi Sriwijaya tahun 671 dan tinggal selama 6 bulan. Selanjutnya prasasti
yang paling tua mengenai Sriwijaya juga berada pada abad ke-7, yaitu prasasti Kedukan Bukit di
Palembang, bertarikh 682. Kemunduran pengaruh Sriwijaya terhadap daerah bawahannya mulai
menyusut dikarenakan beberapa peperangan di antaranya tahun 1025 serangan Rajendra Chola I
dari Koromandel, India dan Serangan dari Raja Kertanegara dari Singasari, selanjutnya tahun 1183
kekuasaan

Sriwijaya

di

bawah

kendali

kerajaan

Dharmasraya.

Setelah jatuh, kerajaan ini terlupakan dan keberadaannya baru diketahui kembali lewat publikasi
tahun 1918 dari sejarawan Perancis George Cœdès dari École française d'Extrême-Orient.
Raja-raja yang memerintah ialah:


Sri Jayanaga



Balaputradewa



Sri Sangrawijayatunggawarman.



Guru agama Buddha yang terkenal ialah Sakyakirti

5.

Kerajaan

Melayu

Kerajaan Melayu berdiri hampir bersamaan dengan Kerajaan Sriwijaya, tetapi pada tahun 692
kerajaan

6.

ini

telah

dikuasai

Kerajaan

Sriwijaya.

Mataram

Hindu

Kerajaan Mataram Hindu berdiri di Jawa Tengah dengan ibukota Medang Kamulan.
Raja-raja yang memerintah ialah :


Sanna



Sanjaya yang bergelar Rakai Mataram Ratu Sanjaya



Rakai Panangkaran, yang bergelar Syailendra Sri Mahraja Dyah Pancapana Rakai Panangkarana

Setelah memerintah Rakai Panangkaran, Mataram pecah menjadi dua. Sebagai pemeluk agama
Buddha, sebagai pemeluk agama Hindu. Syailendra Buddha berkuasa di Jawa Tengah Selatan,
Syailendara Hindu berkuasa di sekitar pegunungan Dieng. Pada masa pemerintahan Rakai Pikatan,
Mataram

disatukan

kembali

Raja-raja yang selanjutnya ialah :


Belitung yang bergelar Rakai Watukara



Daksa



Tulodong



Wawa



Mpu Sendok.

7.

Kerajaan

Wangsa

Isyana

Mpu Sendok memindahkan pusat pemerintahan Syailendra Ke Jawa Timur pada tahun 929,
kemudian

membentuk

wangsa

baru,

yaitu

Wangsa

Raja-raja yang memerintah :


Mpu Sendok, bergelar Maharaja Rake Hino Sri Isyana Wikramadharmotunggadewa



Sri Isyanatunggawijaya



Makutawangsawardhana

Isyana.



Darmawangsa, bergelar Sri Darmawangsa Teguh Anantawikramatunggadewa



Airlangga, bergelar Sri Maharaja Rake Halu Sri Lokeswara Dharmawangsa Airlangga
Anantawikramatunggadewa.

Tahun 1401 kerajaan kahuripan di bagi menjadi dua 2 (tugas pembagian di serahkan kepada Mpu
Bharada), yaitu :


Janggala atau Singasari, dengan ibukota Kahuripan



Panjalu atau Kediri, dengan ibukota di Daha.

8.

Kerajaan

Kediri

Kerajaan Janggala di perintah oleh Raja Mapanji Garakasan. Kerajaan Kediri di perintah oleh raja
Sri Samarawijaya. Perebut kekuasaan antara jenggala dan kediri berlangsung sampai tahun1520.
Selanjutnya selama kurang lebih setengah abad ke dua kerajaan tersebut tidak disebut-sebut lagi
dalam sejarah. Tahun 117 kerajaan ini tampil lagi dengan rajanya :


Sri Maharaja Rakai Sirikan Sri Kameswara



Jaya baya, bergelar Sri Maharaja Sang Mapanji jaya Jayabaya Pada masa itu, kitab Baharata
Yudha di gubah oleh Mpu sedihdan di lanjutkan Mpu Panuluh (Mpu Sedah meninggalkan
sebelum kitabnya selesai)



Mpu Penuluh juga menulis buku Hariwangsa dan Gatutkacasraya



Sri Aryeswara



Kameswara, bergelar Sri Maharaja Sri Kameswara Triwikramawarata.

Pujangga yang terkenal pada masa itu adalah


Mpu Tanakung, karyanya Werasancaya dan Lubdaka



Mpu Darmaja, karyanya Smaradhahana.

Kerajaan

Kediri

runtuh

pada

tahun

9.

1222,

Kerajaan

karena

ditaklukkan

oleh

Ken

Arok.

Bali

A. Raja-raja Wangsa Warmadewa Salah satu wangsa terkenal yang memerintah di Bali ialah Wangsa
Warmadewa. Raja yang terkenal ialah :


Tri Candrabhaysingka Warmadewa



Udayana, bergelar Dhamodayana Warmadewa. Udayana, berputra tiga orang yaitu : Airlangga,
yang menjadi menantu Raja Dharmawangsa, dan kemudian menjadi raja Kahuripan (kerajaan

wangsa Isyana). Marataka, yang menggantikan Udayana (tetapi tidak terkenal). Anak Wungsu,
yang menggantikan tahta Marataka tahun 1049


Dari pemerintahan Anak Wungsu di tinggalkan 28 buah prasasti Singkat, yang antara lain di
temukan di goa Gajah, Gunung Kawi (Tampak Siring), Gunung Panulisan, dan Sangit.

B. Raja-Raja Lain di Bali Sesudah pemerintahan wangsa Warmadewa, Pulau Bali di perintah oleh
raja-raja lain yang berganti-ganti, dan yang terkenal di antaranya :


Jayasakti, mempunyai kitab undang-undang yaitu uttara Widhi Balawan dan Rajawacana (1133
– 1150)



Jayapangus, menggunakan kitab undang-undang Manawasasa nadharma (117 – 1181).

Tahun

10.

1284

Kerajaan

Bali

di

taklukan

oleh

Kertanegara

dari

Kerajaan

Singa-sari.

Singasari

Riwayat dan pemerintahan Ken Arok serta raja-raja Singasari terdapat dalam buku Pararaton dan
negara kertagama. Raja-raja yang memerintah ialah :


Ken Arok. Ken Arok menjadi raja Singasari setelah membunuh Tumapel Tunggul Ametung dan
menaklukkan Kerajaan Kediri tahun 1222 di Ganter. Ken Arok sebagai pendiri dan raja pertama
di Singasari yang bergelar Sri Ranggah Rajasa Sang Amurwabhumi, kemudian keturunannya
terkenal dengan sebutan wangsa Rajasa.



Anusapati (anak Tunggul Ametung - Ken Dedes). Anusapati menjadi raja Setelah membunuh
Ken Arok (ayah tirinya), dengan menyuruh seorang pengalasan (budak).



Tohjaya (anak Ken Arok - Ken Umang). Tohjaya menjadi raja setelah membunuh Anusapati.
Tahun 1248 timbul pemberontakan yang dilancarkan oleh: Ranggawuni (anak Anusapati) dan
Mahisa Campaka (anak Mahisa Wongaleleng atau cucu Ken Arok dan Ken dedes).



Ranggawuni. Bergelar Sri Jaya Wisnuwardhana 1248 - 1268. Wisnuwardhana memerintah
Singasari bersama-sama Mahisa Cempaka sebagai Ratu Anggabaya, yaitu pejabat tinggi yang
bertugas menanggulangi bahaya yang mengancam kerajaan, gelarnya Narasinghamurti.



Kertanegara. Bergelar Srimaharajadhiraja Sri Kartanegara (1269 – I292), merupakan raja
Singasari yang terbesar. Tahun 1275 dikirimnya ekspedisi Pamalayu. Daerah-daerah yang
ditaklukkannya antara lain Bali, Pahang, Sunda, Bakulapura (Kalimantan Barat Daya) dan
Gurun (Maluku) serta mengadakan hubungan persahabatan dengan Jaya Singawarman - Raja

Campa. Tahun 1292 di taklukan oleh Jayakatwang dari Kediri.

11.

Kerajaan

-

Kertarajasa,

Majapahit

Jayawardhana

(1292-1309).

Didirikan oleh Raden Wijaya (anak Lembu Tal atau cucu Mahisa Campaka) pada tahun 1292 setelah
memperdayai bala tentara Kubilai Khan dan Cina yang bermaksud menghukum Raja Jawa yang
telah menghina utusannya yaitu Meng Ki pada masa pemerintahan Kertanegara di Singasari. Karena
Kertanegara telah dihancurkan oleh Jayakatwag dari Kediri, maka bala tentara Kubilai Khan
menghancurkan Kediri. Yang selanjutnya atas siasat Raden Wijaya di bantu oleh Arya Wiraraja, bala
tentara Cina dapat dihancurkan oleh Raden Wijaya. Akhirnya Raden wijaya menjadi Raja Majapahit
pertama dengan gelar Kertarejasa Jayawardhana. Raden Wijaya memperistri 4 orang putri
Kertanegara, yaitu :


Tribuana, sebagai permaisuri



Gayatri. yang kemudian menurunkan raja-raja Majapahit



Narendraduhita



Prajnaparamita.

Tahun 1309 Raja Kertarajasa wafat, meninggalkan tiga orang putra:


Jayanegara (dari permaisuri)



Sri Gitarya (dari Gayatri) kemudian menjadi Bhre Kahuripan



Dyah Wiyat (dari Gayatri) kemudian menjadi Bhre Daha.

-

Sri

Jayanegara

(1309

-

1329).

Jayanegara menggantikan ayahandanya dengan gelar Sri Jayanegara. Pada masa pemerintahannya
timbul pemberontakan, yaitu :


Pemberontakan Ranggalawe dari Tuban



Pemberontakan Sora, pada tahun 1311



Pemberontakan Nambi, pada tahun 1316



Pemberontakan Kuti, pada tahun 1319. lbukota Majapahit berhasil diduduki dan raja Jayanegara
mengungsi ke desa Bedander dikawal oleh 15 orang pengawal setia (pasukan Bhayangkari) di
bawah pimpinan Gajah Mada. Atas usaha Gajah Mada ibukota dapat direbut lagi, dan kembali
Jayanegara bertahta, Atas jasanya Gajah Mada diangkat menjadi patih Kahuripan dan kemudian
Kediri.

Dalam pemerintahannya Raja Jayanegara menggunakan lambang Minadwaya (dua ekor ikan).

-TribhuwanaTunggadewi

(1328

-1350)

Jayanegara wafat tidak meninggalkan putra, maka Gayatri atau Rajapatni berhak menjadi raja.
Karena Gayatri telah menjadi bhiksuni (pendeta agama Buddha), maka diwakilkan kepada Sri
Gitarya, Bhre Kahuripan yang bergelar Tribuwanatunggadewi Jayawisnuwardhana. Timbul
pemberontakan Sadeng, yang dapat dipadamkan oleh Gajah Mada, karena jasanya pada tahun 1331
Gajah Mada diangkat menjadi perdana menteri, yang pada saat pelantikannya mengucapkan
Sumpah

Palapa.

Tahun 1350 Gayatri atau Rajapatni wafat, Tribuwana yang mewakilinya menyerahkan kekuasaan itu
pada

anaknya

bernama,

-Rajasanegara

Hayam

(1350

Wuruk.

-13891)

Hayam Wuruk naik tahta pada usia 16 tahun, bergelar Rajasanegara, merupakan raja terbesar dalam
sejarah Majapahit dengan Gajah Mada sebagai Mahapatih. Kekuasaannya meliputi seluruh
Kepulauan Nusantara, bahkan masih ditambah dengan Tumasik (Singapura) dan Semenanjung
Melayu. Karya sastra yang terkenal diantaranya :


Negarakertagama karya Mpu Prapanca



Sutasoma atau Parusadashanta dan



Arjunawijaya karya Mpu Tantular.

Tahun 1364 Gajah Mada wafat, kedudukannya diganti oleh 4 orang menteri. Tahun 1389 Hayam
Wuruk

Wafat.

-Wikramawardhana

(1389

-

1429)

Hayam Wuruk dengan permaisurinya hanya mempuyai seorang putri yaitu Kusumawardhani yang
selanjutnya memerintah bersama suaminya Wikramawudhana yang masih saudara sepupunya. Bhre
Wirabumi, anak dari selir diberi kekuasaan memerintah daerah Blambangan, merasa tidak puas,
dan

merasa

lebih

berhak

atas

tahta

Majapahit.

Tahun 1401 - 1406 timbul perang saudara antara Bhre Wirabumi dan Wikramawardhana. Bhre
Wirabumi gugur (Perang Paregreg). Tahun 1429 Wikramawurdhana wafat, Majapahit telah menjadi
kerajaan kecil akibat dari satu persatu daerahnya melepaskau diri. Tahun 1478 Bhatara Prabu
Girindrawardhana raja Daha merebut Majapahit dari Raja Kertabumi (Raja Majapahit yang

terakhir).

12.

Kerajaan

Samudra

Pasai

Samudra Pasai adalah kerajaan Islam Nusantara yang pertama. Letaknya di Aceh Utara (sekarang
masuk

Kabupaten

Lhoksumawe)

berdiri

abad

13.

Raja-rajanya ialah :


Sultan Malik al Saleh.tahun 635 Hijriah atau l297 Masehi



Sultan Muhammad bergelar Sulatan Malik al Tathir.

13.

Kerajaan

Demak

Raden Patah(±1500 -1518). Pada awal 1500 seorang Bupati Demak yang memeluk agama Islam yaitu
Raden Patah melepaskan diri dari Majapahit. Dibantu para ulama Raden Patah mendirikan
Kerajaan Demak. Selanjutnya Demak berkembang menjadi pusat pengembangan agama Islam.
Tahun 1511 hubungan Demak dengan Malaka terputus karena Malaka dikuasai Portugis. Tahun 1513
armada

Demak

dibawah

pimpinan

Pati

Unus

menyerang

malaka

tetapi

gagal.

Pati Unus (1518 - l 521) Pati Unus terkenal dengan sebutan pangeran sabrang Lor, hanya tiga tahun
menjadi

raja.

Sultan Trenggana (1521 - 1546) Sultan Trenggana adalah menantu Pati Unus. Tahun 1522
mempercayai seorang ulama dari Pasai (Faletehan) untuk memimpin armada Demak merebut
Banten, Sunda Kelapa, dan Cirebon dari Pajajaran. Tahun 1546 Sultan Trenggana gugur dalam
usahanya menaklukan Pasuruan. Setelah itu timbul perebutan kekuasaan antara Sunan Prawata
(putra sulung Sultan Trenggana) dengan Pangeran Sekar (adik Sultan Trenggana). Sunan Prawata
naik tahta setelah membunuh Pangeran Sekar, tak lama kemudian Sunan Prawata dibunuh oleh
Arya

14.

Penangsang

(anak

Kerajaan

Pangeran

Sekar).

Pajang

Jaka Tingkir (menantu Sultan Trenggana), berhasil membinasakan Arya Penangsang atas bantuan
Kyai Ageng Pemanahan. Jaka tingkir naik tahta bergelar Adiwijaya dan memindahkan pusat
Kerajaan Demak ke Pajang. Kerajaan Pajang tidak lama berdiri. Setelah Sultan Adiwijaya wafat
terjadi perebutan kekuasaan. Arya Pangiri (anak Sunan Prawata) mencoba merebut di gagalkan
Pangeran Benawa (anak Sultan Adiwijaya) dibantu Sutawijaya (anak Kyai Ageng Pemanahan).


Related documents


PDF Document pdf dexter harto kesenian daerah bali
PDF Document sejarah kerajaan di indonesia lengkap dexter harto k
PDF Document software toko terbaik
PDF Document sejarah yahudi
PDF Document cara cari penerapan smk3 1448
PDF Document cara memilih sertifikasi iso 270011494


Related keywords