buku 5 dharmaduta vihara sukhavati prajna.pdf


Preview of PDF document buku-5-dharmaduta-vihara-sukhavati-prajna.pdf

Page 1 2 3 456141

Text preview


yang diberikan kepadaku mengenai Dharmaduta pilihan Buddha-Bodhisattva untuk
Vihara Sukhavati Prajna sudah harus dibuat.

Sesungguhnya tidak mudah untuk menjalankan amanat ini, aku merasa amanat ini
lebih sulit untuk kujalani dibandingkan amanat-amanat menulis buku sebelumnya. Aku
berpikir dalam hati, bagaimana mungkin bisa memilih mereka untuk menjadi
Dharmaduta jika mereka semua masih dipusingkan dengan bermacam masalah pribadi.
Bagaimana mungkin mereka bisa mengikuti jalan Bodhisattva menjadi Dharmaduta
menolong orang lain keluar dari masalah, sedangkan mereka saja masih sulit keluar
dari masalah mereka sendiri.

Mahadewi Yao Chi berkata bahwa Buddha-Bodhisattva tidak menunggu sampai mereka
tidak mempunyai masalah, dengan dipilihnya mereka menjadi Dharmaduta maka
dengan sendirinya ada tanggung jawab Dharma dan akan membuat mereka belajar
introspeksi dan merubah diri.

Walaupun Mahadewi Yao Chi sudah berkata demikian dan beberapa BuddhaBodhisattva serta Dharmapala sudah memilih wakilNya, aku tetap saja sulit untuk
memulai menulis buku ini. Ada pertentangan dalam diriku terhadap keinginan BuddhaBodhisattva dengan tingkah laku dan perbuatan orang-orang pilihanNya. Banyak
cobaan dan ujian yang harus aku terima dan juga harus mereka terima. Mereka masingmasing, bahkan diriku tidak mengetahui dan merasakan ujian-ujian seperti apa yang
akan datang itu. Aku tahu, disaat aku dan mereka berusaha membina diri dan menjalani
hidup dengan benar, maka Mara berusaha masuk untuk menggagalkan pembinaan diri
kami semua.

Selama beberapa waktu kami semua mengalami gonjang ganjing dalam kebersamaan,
satu persatu sifat jelek dan keburukan masing-masing orang terbuka, satu persatu
mengalami kegagalan dalam pembinaan diri dan tidak bisa menguasai ego, amarah,
keakuan, dendam dan iri-hati dalam diri. Kami yang pada awalnya begitu akrab dan
penuh kekeluargaan, mendadak saja saling salah paham, mudah tersinggung, saling
membenci dan saling menjelekkan satu sama lain. Mara benar-benar telah memporakporandakan kebersamaan kami dalam membina diri. Dan aku harus mengalami hujatan
dan hinaan dari orang-orang yang sebelumnya begitu dekat denganku.

Kejadian ini sungguh amat membuat aku sedih, aku sempat terguncang dengan semua
sikap dan dan perbuatan mereka. Kata-kata kasar dan penghinaan keluar dari mulut