Search


PDF Archive search engine
Last database update: 08 May at 21:14 - Around 76000 files indexed.


Show results per page

Results for «keamanan»:


Total: 25 results - 0.078 seconds

24-Herman 100%

KEAMANAN PELAKSANAAN PTJJ MELALUI WEB Web atau world wide web memfasilitas atau meyediakan pelayanan dalam bentuk yang baru kepada para peserta didiknya.

https://www.pdf-archive.com/2011/03/16/24-herman/

16/03/2011 www.pdf-archive.com

IPMK4L Jabodetabek BukBer 2016 99%

Ikatan Profesi Mutu Keselamatan Kesehatan Keamanan Kerja dan Lingkungan IPMK4L Jabodetabek Successfully Conduct Buka Bersama 2016 IPMK4L chapter Jabodetabek successfully conduct their first breakfasting (buka bersama) 2016 at the Cibiuk Restaurant, Tebet, South Jakarta yesterday.

https://www.pdf-archive.com/2016/07/11/ipmk4l-jabodetabek-bukber-2016/

11/07/2016 www.pdf-archive.com

38-Welli Yuliatmoko 95%

Hasil kreasi terhadap produk pangan lokal tersebut harus mampu memenuhi tuntutan konsumen era global yang terus berkembang, yaitu selain menuntut aspek kesenangan, kenikmatan dari produk pangan, konsumen tetap menghendaki aspek kesehatan dan keamanan.

https://www.pdf-archive.com/2011/12/05/38-welli-yuliatmoko/

05/12/2011 www.pdf-archive.com

ReniLestari-10113248-KSI3 89%

IMPLEMENTASI E-CURRENCY Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Keamanan Sistem Informsasi ( KSI ) Disusun Oleh :

https://www.pdf-archive.com/2017/06/14/renilestari-10113248-ksi3/

14/06/2017 www.pdf-archive.com

jasa pengamanan siskamling 87%

Masyarakat ikut serta memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat dalam rangka terpeliharanya keamanan ketertiban dalam negeri ;

https://www.pdf-archive.com/2016/10/01/jasa-pengamanan-siskamling/

01/10/2016 www.pdf-archive.com

8-Welli Yuliatmoko, Trimurti Artama 72%

Banyaknya keragaman pangan lokal olahan tersebut bila dikembangkan dengan baik akan memiliki nilai ekonomi dan strategis ketahanan pangan yang dapat diandalkan Namun walaupun demikian dalam implementasinya di lapangan masih dijumpai masalah terutama berkaitan dengan mutu rendah dan jaminan keamanan pangan terutama dari sisi kesehatan, dimana produk yang dibuat seringkali tidak memenuhi 3 standari keamanan dan kesehatan yang memadai.

https://www.pdf-archive.com/2011/03/16/8-welli-yuliatmoko-trimurti-artama/

16/03/2011 www.pdf-archive.com

25-Agus Santoso 70%

STRATEGI PEMILIHAN BUTIR ALTERNATIF PADA TES ADAPTIF UNTUK MENINGKATKAN KEAMANAN TES Agus Santoso FMIPA Universitas Terbuka Jakarta email:

https://www.pdf-archive.com/2011/03/16/25-agus-santoso/

16/03/2011 www.pdf-archive.com

NGAJAR 15 [Compatibility Mode] 70%

DISAMPING ITU JUGA DIKEMBANGKANPEMAHAMAN TENTANG DEMOKRASI, H A M, LINGKUNGAN SOSIAL BUDAYA, EKONOMI SERTA PERTAHANAN KEAMANAN 1 15/06/2011 PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN TIDAK BERSIFAT MILITERISTIK TETAPI LEBIH BERSIFAT OBYEKTIF ILMIAH TUJUAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN 1.

https://www.pdf-archive.com/2011/06/15/ngajar-15-compatibility-mode-1/

15/06/2011 www.pdf-archive.com

PEDOMAN Pengendalian IMS dengan Pengobatan Presumtif Berkala 65%

By Slamet Yulianto at 1:38 am, Nov 09, 2013 Pengendalian IMS dengan Pengobatan Presumtif Berkala PEDOMAN Kementerian Kesehatan RI Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan 2010   Pengendalian IMS dengan Pengobatan Presumtif Berkala Pedoman Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan 2010 i ii Pedoman – Pengendalian IMS dengan Pengobatan Presumtif  Berkala  DAFTAR SINGKATAN AIDS ART Babinsa BCC BCI BHP bv CST Acquired Immuno-Deficiency Syndrome Terapi Antiretroviral Badan Pembina Desa Behavior Change Communication Behavior Change Intervention Bahan habis pakai Bacterial vaginosis HIV Care, support and treatment (perwatan, dukungan dan pengobatan bagi ODHA = PDP) Kemenkes Kementerian Kesehatan Dinkes Dinas Kesehatan Dinsos Dinas Sosial DPRD Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dta Duh tubuh anus dts Duh tubuh serviks dtv Duh tubuh vagina FHI Family Health International Global Funds for AIDS, Tuberculosis and Malaria GFATM GO gonore HAM Hak azasi manusia Human Immune deficiency Virus HIV IBBS Integrated Biological and Behavioral Survey = STBP Injecting Drug User IDU IMS Infeksi Menular Seksual (= STI) IPP Intervensi Perubahan Perilaku Juklak Petunjuk pelaksanaan Juknis Petunjuk teknis Kamtibmas Keamanan dan Ketertiban Masyarakat KD Kelompok dukungan, klien yang mendapat dukungan KDS Kelompok Dukungan Sebaya KIE Komunikasi Edukasi dan Informasi KL Koordinator lapangan KOH Kalium hydroxide KPA Komisi Penanggulangan AIDS, AIDS Control Commission KPAK Komisi Penanggulangan AIDS Kota/Kabupaten KPAN Komisi Penanggulangan AIDS Nasional KPAP Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi KPP Komunikasi Perubahan Perilaku KT/ CT Klamidia Trakomatis/ Chlamydia Trachomatis Pedoman – Pengendalian IMS dengan Pengobatan Presumtif  Berkala  i

https://www.pdf-archive.com/2016/07/01/pedoman-pengendalian-ims-dengan-pengobatan-presumtif-berkala/

01/07/2016 www.pdf-archive.com

Rangkap Jabatan Pejabat Publik 63%

Simanjuntak Guru Besar UNJ Deputi Kepala BPKP Bidang Pengawasan, Instansi Pemerintah, Bidang Politik, Hukum, Keamanan, Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Jasa Tirta II Komisaris Utama Krakatau Steel Adang Saf Ahmad Ade Supandi Anandy Wati Andi Herry Iskandar Astera Primanto Bhakti Komisaris PT Yodya Karya PT.

https://www.pdf-archive.com/2017/05/22/rangkap-jabatan-pejabat-publik/

22/05/2017 www.pdf-archive.com

Pejabat Publik 63%

Simanjuntak Guru Besar UNJ Deputi Kepala BPKP Bidang Pengawasan, Instansi Pemerintah, Bidang Politik, Hukum, Keamanan, Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Dirjen Perimbangan Keuangan, Kementerian Keuangan Jasa Tirta II Komisaris Utama Krakatau Steel Adang Saf Ahmad Adiari Nurcahyanto Agus Santoso Anandy Wati Andi Herry Iskandar Astera Primanto Bhakti Boediarso Teguh Widodo Komisaris PT Yodya Karya Komisaris Perum Perhutani Perum Navigasi Komisaris Angkasa Pura I Komisaris PT Semen Tonasa Komisaris PT Semen Indonesia Komisaris PT Jasa Marga NAMA JABATAN PUBLIK KOMISARIS Braman Setyo Deputi Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM Ketua Dewan Pengawas PT Jamkrindo Brigjen TNI Dandang Doetoyo Direktur Peralatan Angkatan Darat Komisaris PT PINDAD Cris Kuntandi Inspektur Jendral Kementerian Perhubungan Komisaris Pelabuhan Pelindo II Dadan Wildan Deputi Sekretaris Negara Dadang Rizki Ratman Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Kemenpar Deputi Menteri Negara PPN/ Kepala Bappenas Bidang Sarana dan Prasarana Staff Khusus Kepala Staff Angkatan Laut Komisaris PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko Komisaris PT Indonesia Tourism Development Corporation Dedi S Priatna Desi Albert Mamahit Dewi Ariyani Komisioner PT Asuransi Kredit Indonesia Komisaris Utama PT Dok dan Perkapalan, Surabaya Asisten Deputi Bidang Usaha Konstruksi dan Sarana dan Prasarana Perhubungan II Kemen BUMN Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pemerintah Sekertariat Wakil Presiden Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian PAN RB Komisaris Pelabuhan Pelindo III Djoko Agung Hariyadi Staaf Ahli Bidang Sosial, Ekonomi, dan Budaya Kementerian Komunikasi dan Informatika Komisaris PT Industri Telekomunikasi Indonesia Dumoly Freddy Pardede Pejabat OJK/ Deputi Pengawas Industri Keuangan NB Komisaris PT Liga Indonesia Baru Dwi Ari Purnomo Asisten Deputi Layanan Hukum Kementerian BUMN Komisaris Angkasa Pura I Eddy Kristanto Edwin Hidayat Abdullah Staf Badan Intelejen Negara Deputi Bidang Usaha Energi Logistik Kawasan dan Pariwisata Kementerian BUMN Komisaris PT Wijaya Karya Komisaris PT Pertamina Edy Putra Irawady Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Kewirausahaan Kementerian Kordinator Perekonomian Staff Khusus Kementerian Perhubungan Kepala Bidang Usaha Industri Strategis Kedeputian Usaha Agro dan Industri Strategis Kementerian BUMN Asisten Deputi, Kementerian BUMN Komisaris Utama PT Perusahaan Pengelolaan Aset Dewi Fortuna Anwar Diah Natalisa Erwin Rosmali Faisal Ahmad Faisal Halimi Komisaris PT Kimia Farma Dewan Pengawas PT Jamkrindo Komisaris PT Biro Klasifikasi Indonesia Komisaris PT Biro Klasifikasi Indonesia Komisaris Sucofindo NAMA JABATAN PUBLIK KOMISARIS Falconi Margono Sutarto Sekertaris Utama BATAN Komisaris Utama PT Industri Nuklir Indonesia Farid Wadjdi Husain Utusan Khusus Presiden RI untuk Damai Papua Komisaris Utama PT Kimia Farma Firmansyah N.

https://www.pdf-archive.com/2017/05/22/pejabat-publik/

22/05/2017 www.pdf-archive.com

ASTUTY & ASMARA HENDRA ok 59%

Aktivitas utama transportasi jenis ini adalah melakukan pelayanan angkutan manusia dari pintu ke pintu dalam satu wilayah lingkup operasi yang terbatas serta memberikan standar pelayanan minimal dalam hal keamanan, keselamatan, kenyamanan, keterjangkauan, kesetaraan dan keteraturan.

https://www.pdf-archive.com/2016/11/08/astuty-asmara-hendra-ok/

08/11/2016 www.pdf-archive.com

KP275Tahun2015 57%

Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 9, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4075);

https://www.pdf-archive.com/2017/04/08/kp275tahun2015/

08/04/2017 www.pdf-archive.com

Laporan Komisi A Maret 11 51%

- Warga cemas dan ketakutan dengan adanya Pembangunan tersebut dikarenakan keselamatan, kenyamanan, keamanan dan kesehatan dari sederetan bahaya serius yang mengintai bagi warga lingkungan dan sekitar wilayah yang imbas Negatif dari GITET dan SUTET.

https://www.pdf-archive.com/2011/04/06/laporan-komisi-a-maret-11/

06/04/2011 www.pdf-archive.com

4-Sri Enny Triwidiastuti 46%

Disini kepentingan keamanan dan kecepatan saling berbenturan.

https://www.pdf-archive.com/2011/03/16/4-sri-enny-triwidiastuti/

16/03/2011 www.pdf-archive.com

71-Ernik Yuliana dan Adi Winata 45%

3) terlaksananya kerja sama pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan oleh aparat keamanan dan penegak hukum serta masyarakat (Satuan Kerja Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Kendari, 2005).

https://www.pdf-archive.com/2011/12/05/71-ernik-yuliana-dan-adi-winata/

05/12/2011 www.pdf-archive.com

35-Arvian Zanuardi, R. Pamekas 43%

Prasarana jalan kota adalah bagian prasarana transportasi yang mempunyai peran penting dalam bidang ekonomi, sosial budaya, lingkungan hidup, politik, pertahanan dan keamanan, serta dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

https://www.pdf-archive.com/2011/12/05/35-arvian-zanuardi-r-pamekas/

05/12/2011 www.pdf-archive.com

39-Pepi Rospina Pertiwi, Dewi Juliah Ratnaningsih 42%

gender, pendidikan berwawasan gender, pemanfaatan limbah pertanian PENDAHULUAN Kesetaraan gender adalah kesamaan kondisi bagi laki-laki dan perempuan untuk memperoleh kesempatan dan hak-haknya sebagai manusia agar mampu berperan dan berpartisipasi dalam kegiatan politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan dan keamanan nasional, serta kesamaan dalam menikmati hasil pembangunan (Syukrie, 2006).

https://www.pdf-archive.com/2011/12/05/39-pepi-rospina-pertiwi-dewi-juliah-ratnaningsih/

05/12/2011 www.pdf-archive.com

BERANTAS BERITA PALSU UNTUK DAMAIKAN BANGSA 41%

Berikut beberapa contoh situs situs yang telah membuat resah dan perlu ditindaklanjuti sesegera mungkin karena membawa dampak yang sangat besar terhadap perkembangan dan keamanan warga tertama warga minoritas Dalam menikdaklanjuti situs-situs seperti ini kita tidak bisa hanya dengan memblokir akses ke domain atau alamat situs tersebut, karena alamat ini bisa diganti dengan isi yang tetap, biarkan saja web tersebut, tapi kita usut pembuat atau adminnya, karena seperti kasus lalu pemalsuan berita yang mana pemerintah mengecewakan dengan mengatakan bahwa lokasi ada di America sehingga website tidak bisa ditutup, ya iyalah karena blogger, tapi kan dalang di Indonesia pada tahun 2014 yang hanya ditutup aksesnya saja, namun admin sudah puas dan dapat dengan mudah mengganti alamat, (berita berita situstinggal ditambahkan -news.com untuk alamat barunya) ya suruh dia sendiri yang hapus.

https://www.pdf-archive.com/2016/10/30/berantas-berita-palsu-untuk-damaikan-bangsa/

30/10/2016 www.pdf-archive.com

Widhiarso 2010 - Respon Alternatif Tengah pada Skala Likert 38%

Pengembangan Skala Psikologi :  Lima Kategori Respons ataukah Empat Kategori Respons ?     Oleh : Wahyu Widhiarso  Fakultas Psikologi UGM    Berapa kategori opsi yang disediakan dalam skala psikologi masih dalam perdebatan. Namun sebagian besar  sudah menunjukkan beberapa kesepakatan yang ditunjukkan dengan hasil‐hasil penelitian yang konsisten.  Lima kategori respons ataukah empat kategori respons ? Tulisan ini mencoba membedah berbagai pandangan  dari ahli yang mendukung masing‐masing jenis. Meski sudah sampai pada kesimpulan, tulisan ini masih dalam  taraf draft karena masih banyak hasil‐hasil penelitian yang belum dieksplorasi.  Mengapa Menyediakan Ketegori Tengah ?  Upaya untuk memasukkan kategori tengah (middle category) adalah untuk memfasilitasi responden yang  memiliki trait yang sedang (moderate trait standing). Klopfer dan Madden (1980) menjelaskan bahwa  penyediakan alternatif tengah respons bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi responden yang  memiliki sikap moderat terhadap pernyataan yang diberikan. Tidak disediakannya alternatif tengah akan  menyebabkan responden merasa dipaksa untuk memilih alternatif secara bipolar. Keterpaksaan ini akan  memberikan kontribusi kesalahan sistematis dalam pengukuran.   Penggunaan alternatif tengah secara historis memang ada. Likert yang mengembangkan skala yang kemudian  dinamakan dengan Skala Likert dari awalnya memang menyediakan kategori respons tengah. Skala Likert  memuat pernyataan yang responden diminta untuk mengevaluasi kesesuaian responden dengan pernyataan  yang diberikan. Lima kategori respon disediakan untuk dipilih oleh responden.   Meski Likert menyarankan lima alternatif respons, namun banyak ahli yang menyarankan untuk menggunakan  bermacam‐macam jumlah kategori respon. Sebuah studi empiris menemukan bahwa 5 atau 7 alternatif respon  skala titik dapat menghasilkan nilai rata‐rata sedikit lebih tinggi (secara relatif dari skor tertinggi yang mungkin  dicapai) jika dibandingkan dengan skala yang menyediakan 10 alternatif. Artinya, semakin sedikit jumlah  respons variasi data semakin berkurang. Masalahnya adalah apakah setiap responden bisa memahami  perbedaan kategori hingga 10 level ? Jumlah pilihan di sekitar 5 hingga 7 kategori lebih disarankan dibanding  alternatif di atas jumlah tersebut.  Mengapa Responden Memilih Kategori Tengah?  Alternatif tengah respons disediakan untuk memfasilitasi sikap responden yang moderat, akan tetapi  responden tidak hanya memilih kategori ini untuk menunjukkan traitnya yang moderat (Hofacker, 1984),  namun dipengaruhi oleh banyak faktor.   Beberapa ahli telah meneliti mengapa responden memilih alternatif tengah kategori. Shaw dan Wright (1967)  mengemukakan tiga kemungkinan responden kategori tengah, yaitu : (1) mereka tidak memiliki sikap atau  pendapat, (2) mereka ingin memberikan penilaian secara seimbang, atau (3) mereka belum memberikan sikap  atau pendapat yang jelas. Kulas & Stachowski (2009) menjelaskan faktor lain seperti ragu, tidak memahami  pernyataan dalam butir, respons mereka kondisional, atau mereka memiliki berdiri netral, moderat, atau rata‐ rata.  Ahli lain menjelaskan bahwa pemilihan kategori tengah menunjukkan keengganan responden untuk memilih  arah tanggapan terhadap pernyataan. Bisa jadi mereka memilih respons tengah karena kesulitasn  menginterpretasi butir pernyataan  (Goldberg, 1981). Yang et al. (2002)  menemukan bahwa responden  cenderung memilih kategori tengah ketika mendapati butir yang sulit dipahami.   Kesimpulan. Skor skala bisa menjadi bias jika responden yang cenderung memilih kategori tengah, dikarenakan  tidak memahami butir dan merasa tidak nyaman dengan pernyataan yang diberikan. Oleh karena itu bagi  penyusun skala psikologi diharapkan untuk menyusun butir yang mudah dipahami dan membangun interaksi  yang hangat dengan responden agar mereka merasa tidak terintervensi.      1 | Pengembangan Skala Psikologi  |  Wahyu Widhiarso 2010    Dampak Penyediaan Kategori Tengah  Andrews (1984) menemukan bahwa keberadaan alternatif tengah eksplisit dalam kategori jawaban tidak  memiliki efek yang signifikan pada kualitas data. Rerata respon terhadap butir akan meningkat secara linear  dan varians item meningkat kurvelinier dengan meningkatnya jumlah kategori jawaban. Peningkatan rerata  adalah wajar dan tidak menjadi masalah karena jumlah alternatif menjadi bertambah yang diiringi dengan  peningkatan varians. Peningkatan varians inilah yang banyak menjadi ketertarikan kita, karena menunjukkan  informasi yang kita miliki semakin bervariasi.   Di sisi lain, nilai konsistensi internal (alpha) tidak berubah secara sistematis dengan meningkatnya jumlah  kategori respon (Aiken, 1983). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa jumlah kategori jawaban tidak  membuat perbedaan dalam mean dan varians respon item dan skor total skala.  Kulas et al. (2008) menemukan bahwa korelasi skor antar variabel yang dihitung antara skala yang  menyediakan alternatif titik tengah maupun tidak menyediakan memiliki korelasi yang tinggi, bergerak antara  0.94 hingga 1.0. Artinya, skornya yang dihasilkan sama saja sehingga validitas kriteria yang didapatkan dari  korelasi dengan skor kriteria dipastikan akan tetap tidak berubah.  Mattel dan Jacoby (1971)  menemukan bahwa reliabilitas pengukuran dan validitas skala independen terhadap  jumlah alternatif respons.   Kesimpulan. Skor skala yang menyediaan kategori tengah dengan yang tidak memiliki kategori tengah, tidak  memiliki perbedaan yang berarti. Reliabilitas pengukuran dan validitas butir tidak mengalami perbedaan. Yang  berbeda adalah varian skor. Dengan adanya kategori tengah, variasi data lebih tinggi dibanding dengan yang  tidak. Oleh karena itu menyediakan kategori tengah akan menghasilkan data yang lebih bervariasi.  Jumlah Alternatif Ganjil dan Genap  Beberapa penulis secara eksplisit telah membahas masalah jumlah alternatif respon kategori yang ganjil versus  genap. Kalton, Roberts, dan Holt (1980) menunjukkan bahwa ketika inves tigators memutuskan untuk tidak  menawarkan alternatif tengah eksplisit, mereka biasanya menganggap bahwa kategori tengah terdiri sebagian  besar tanggapan dari orang‐orang yang bersandar terhadap satu atau kutub alternatif lain, meskipun mungkin  dengan sedikit intensitas.   Klopfer (1980) berpendapat bahwa penyelidik yang menawarkan alternatif yang mungkin tengah berasumsi  bahwa responden benar‐benar mendukung posisi tengah. Akibatnya, jika responden dipaksa untuk memilih  alternatif yang ada, pilihan ini akan memberikan kontribusi kesalahan pengukuran sistematis.  Kesimpulan : Jumlah opsi genap akan memaksa responden untuk memilih sikap yang jelas terhadap  pernyataan yang diberikan sedangkan jumlah opsi ganjil memfasilitasi responden yang belum memiliki sikap  yang jelas. Pemaksaan tersebut dapat menimbulkan eror pengukuran, karena skor yang dihasilkan tidak benar‐ benar menggambarkan diri responden.   Menyediakan Alternatif tengah Memang akan Meningkatkan Jumlah Pemilihnya, tapi ...  Kalton, Roberts, dan Holt (1980) melaporkan bahwa pilihan kategori respon tengah berkisar antara 15 dan 49  persen ketika item kuesioner menyediakan titik tengah secara eksplisit dalam kategori respons yang berjumlah  ganjil. Di sisi lain Presser dan Schuman (1980) menemukan jumlah yang lebih sedikit yaitu antara 10 dan 20  persen. Hal ini menunjukkan bahwa penyediaan alternatif respon tengah meningkatkan proporsi responden  yang menyatakan pandangan netral secara substansial. Kecenderungan ini bahkan mungkin meningkat ketika  isu‐isu sensitif pertanyaan perhatian (Kalton & Schuman, 1982).  DuBois dan Burns (1975) berargumen bahwa responden memilih alternatif tengah karena merasa ambivalen  (tidak dapat memutuskan apakah akan setuju atau tidak setuju), indiferen (tidak peduli) atau  tidak merasa  cukup kompeten atau cukup informasi untuk mengambil sikap.  Kesimpulan : Menyediakan alternatif tengah memang akan meningkatkan jumlah pemilihnya, tapi  kecenderungan itu meningkat tajam jika pernyataan yang tertulis dalam butir kurang mudah dipahami,  membingungkan atau mengurangi kenyamanan/keamanan responden. Untuk mengatasi hal ini penulis butir  diharapkan menulis butir dengan pernyataan yang jelas dan tidak mengintervensi responden.        2 | Pengembangan Skala Psikologi  |  Wahyu Widhiarso 2010     “Netral” dan “Tidak Yakin”, Apakah Beda?  Presser dan Schuman (1980) memberikan kuesioner yang menyediakan kategori “tidak tahu” (don’t know)  secara eksplisit, kemudian memberikan lagi kuesioner yang melibatkan kategori tidak tahu dan netral.  Hasilnya, dengan menambahkan kategori netral, jumlah responden yang memilih tidak tahu menjadi  berkurang. Beberapa dari mereka yang menanggapi tidak tahu di kuesioner tanpa kategori netral, menjadi  memilih kategori netral  ketika pilihan netral disediakan. Apakah penelitian ini menunjukkan bahwa kategori  netral dan tidak tahu dimaknai sama oleh responden, belum tentu.  Bishop et al. (1988, dikutip dari DeMars & Erwin, 2005) memberikan dua jenis kuesioner kepada responden.  Satu kuesioner menyediakan opsi tengah dan satunya lagi menyediakan tidak berpendapat (no opinion).  Hasilnya proporsi responden memilih kedua jenis opsi tersebut tidak sama. Hal ini menunjukkan bahwa  responden memaknai kedua jenis opsi itu sebagai hal yang berbeda.  DeMars dan Erwin (2005)  melakukan penelitian mengenai penyediaan respons tengah yang dibagi menjadi  dua jenis, yaitu netral (neutral) dan tidak yakin (unsure). Responden diminta untuk merespon survei yang  mengukur perkembangan identitas dengan menggunakan skala Likert 4‐poin dengan dua opsi tambahan:  netral dan tidak yakin. Jumlah responden yang memilih netral dibandingkan dengan yang memilih tidak yakin  pada butir yang sama. Dari sisi rata‐rata didapatkan bahwa skor kedua kelompok siswa adalah sama. Hasil  penelitian menunjukkan bahwa alternatif respons netral dan tidak yakin menunjukkan sesuatu berbeda dari.   Kesimpulan : Opsi netral dan tidak tahu memiliki makna yang berbeda. Opsi netral menunjukkan bahwa  responden belum mampu menentukan sikap, dengan syarat pernyataan di dalam butir sangat jelas atau tidak  ambigu. Opsi tidak tahu menunjukkan bahwa responden tidak mengetahui bagaimana dia bersikap yang  sehingga dapat dimungkinkan opsi tidak tahu memfasilitasi kebingungan responden terhadap pernyataan.  Penggunaan opsi netral lebih disarankan dibanding dengan opsi tidak tahu.  Penutup  Penulis kuesioner harus memutuskan apakah memasukkan titik tengah atau tidak sesuai dengan pernyataan  yang diberikan kepada responden (Brace, 2004). Meskipun penggunaan respon kategori tengah tidak  mempengaruhi reliabilitas dan validitas dalam penelitian ini, namun direkomendasikan bahwa penilaian  pengembang kuesioner untuk memasukkan alternatif tengah (Kulas, et al., 2008). Ahli lain bahwa  menyediakan kategori tengah memungkinkan responden untuk menunjukkan respon yang netral dan lebih  diskriminatif dalam respon mereka, membuat nilai skala yang lebih handal dan skala yang lebih disukai oleh  responden (Cronbach, 1950).  Banyak peneliti menyimpulkan bahwa berapa jumlah optimal kategori skala tergantung dari spesifik isi dan  fungsi dari kondisi pengukuran (e.g. Friedman, Wilamowsky, & Friedman, 1981). Misalnya dalam konteks  seleksi karyawan, penggunaan skala tanpa kategori tengah lebih mampu mereduksi kepatutan sosial (social  desirability) dibanding dengan yang menggunakan kategori tengah (Garland, 1991).   Menurut penulis, jenis pernyataan dalam butir juga menjadi pertimbangan untuk memasang opsi tengah  ataukah tidak. Untuk menanyakan masa lalu atau perilaku responden, kita tidak mungkin memberikan opsi  kategori tengah. Sulit sekali bagi responden ketika menemui pernyataan yang merefleksikan masa lalu  misalnya “Saya pernah berurusan dengan polisi“atau yang memfokuskan pada perilaku misalnya “Saya akan  menegur orang yang merokok di depan saya”.     REFERENSI  Aiken, L. R. (1983). Number of Response Categories and Statistics on a Teacher Rating Scale.  Educational and Psychological Measurement, 43(2), 397‐401.  Brace, I. (2004). Questionnaire design. London: Kogan Page Ltd.  Cronbach, L. J. (1950). Further evidence on response sets and test design. educational and  psychological measurement, 10, 3‐31.  DeMars, C. E., & Erwin, T. D. (2005). Neutral or Unsure: Is there a Difference?,  Poster presented at the annual meeting of the American Psychological Association.  Washington, DC.    3 | Pengembangan Skala Psikologi  |  Wahyu Widhiarso 2010    Dubois, B., & Burns, J. A. (1975). An Analysis of the Meaning of the Question Mark Response  Category in Attitude Scales. Educational and Psychological Measurement, 35(4), 869‐884.  Friedman, H. H., Wilamowsky, Y., & Friedman, L. W. (1981). A comparison of balanced and   unbalanced rating scales. The Mid‐Atlantic Journal of Business, 19(2), 1‐7.  Garland, R. (1991). The mid‐point on a rating scale: Is it desirable? . Marketing Bulletin, 2, 66‐70.  Goldberg, L. R. (1981). Unconfounding situational attributions from uncertain, neutral, and  ambiguous ones: A psychometric analysis of descriptions of oneself and various types of  others. Journal of Personality and Social Psychology, 41, 517‐552.  Hofacker, C. F. (1984). Categorical Judgment Scaling with Ordinal Assumptions. Multivariate  Behavioral Research, 19(1), 91 ‐ 106.  Klopfer, F. J., & Madden, T. M. (1980). The Middlemost Choice on Attitude Items. Personality and  Social Psychology Bulletin, 6(1), 97‐101.  Kulas, J. T., Stachowski, A., & Haynes, B. (2008). Middle Response Functioning in Likert‐responses to  Personality Items. Journal of Business and Psychology, 22(3), 251‐259.  Kulas, J. T., & Stachowski, A. A. (2009). Middle category endorsement in odd‐numbered Likert  response scales: Associated item characteristics, cognitive demands, and preferred  meanings. [doi: DOI: 10.1016/j.jrp.2008.12.005]. Journal of Research in Personality, 43(3),  489‐493.  Matell, M. S., & Jacoby, J. (1971). Is There an Optimal Number of Alternatives for Likert Scale Items?  Study I: Reliability and Validity. Educational and Psychological Measurement, 31(3), 657‐674.  Yang, C. L., O'Neill, T. R., & Kramer, G. A. (2002). Examining item difficulty and response time on  perceptual ability test items. Journal of Applied Measurement, 3, 282–299.        4 | Pengembangan Skala Psikologi  |  Wahyu Widhiarso 2010                5 | Pengembangan Skala Psikologi  |  Wahyu Widhiarso 2010   

https://www.pdf-archive.com/2012/05/01/widhiarso-2010-respon-alternatif-tengah-pada-skala-likert/

01/05/2012 www.pdf-archive.com

JURNAL FEBDWI 38%

Selain hasil-hasil survei investor juga melihat keadaan keamanan di Indonesia sendiri.

https://www.pdf-archive.com/2016/11/08/jurnal-febdwi/

08/11/2016 www.pdf-archive.com

DIAN & DADI KOMARDI ok 37%

Kepercayaan pembeli terhadap penjual online terkait bagaimana penjual tersebut dengan keahliannya dapat meyakinkan pembeli, menjamin keamanan ketika sedang melakukan transaksi pembayaran, dan meyakinkan transaksi akan segera diproses.

https://www.pdf-archive.com/2016/11/08/dian-dadi-komardi-ok/

08/11/2016 www.pdf-archive.com

JURNAL PAK TEDDY 37%

Permasalahan modal umumnya adalah berapa modal yang harus disediakan oleh pemilik sehingga keamanan pihak ketiga dapat terjaga, dengan CAR tinggi berarti bank tersebut semakin solvable, bank memiliki modal yang cukup guna menjalankan usahanya sehingga akan meningkatkan keuntungan yang diperoleh sehingga akan terjadi kenaikan pada harga saham (Siamat, 2005:84).

https://www.pdf-archive.com/2016/11/08/jurnal-pak-teddy/

08/11/2016 www.pdf-archive.com

IRAWATI & SILVI ok 35%

Penciptaan iklim usaha yang Kondusif Pemerintah perlu mengupayakan terciptanya iklim usaha yang kondusif seperti dengan mengusahakan ketentraman dan keamanan berusaha serta penyederhanaan prosedur perijinan usaha, keringan pajak, dan sebagainya.

https://www.pdf-archive.com/2016/11/08/irawati-silvi-ok/

08/11/2016 www.pdf-archive.com

UU NO 17 2007 L.PDF 34%

KONDISI PADA SAAT INI Pembangunan nasional yang telah dilaksanakan selama ini telah menunjukkan kemajuan di berbagai bidang kehidupan masyarakat, yang meliputi bidang sosial budaya dan kehidupan beragama, ekonomi, ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), politik, pertahanan dan keamanan, hukum dan aparatur, pembangunan wilayah dan tata ruang, penyediaan sarana dan prasarana, serta pengelolaan sumber daya alam (SDA) dan lingkungan hidup.

https://www.pdf-archive.com/2017/02/17/uu-no-17-2007-l/

17/02/2017 www.pdf-archive.com