Search


PDF Archive search engine
Last database update: 13 May at 01:56 - Around 76000 files indexed.


Show results per page

Results for «memilih»:


Total: 50 results - 0.055 seconds

Widhiarso 2010 - Respon Alternatif Tengah pada Skala Likert 100%

Pengembangan Skala Psikologi :  Lima Kategori Respons ataukah Empat Kategori Respons ?     Oleh : Wahyu Widhiarso  Fakultas Psikologi UGM    Berapa kategori opsi yang disediakan dalam skala psikologi masih dalam perdebatan. Namun sebagian besar  sudah menunjukkan beberapa kesepakatan yang ditunjukkan dengan hasil‐hasil penelitian yang konsisten.  Lima kategori respons ataukah empat kategori respons ? Tulisan ini mencoba membedah berbagai pandangan  dari ahli yang mendukung masing‐masing jenis. Meski sudah sampai pada kesimpulan, tulisan ini masih dalam  taraf draft karena masih banyak hasil‐hasil penelitian yang belum dieksplorasi.  Mengapa Menyediakan Ketegori Tengah ?  Upaya untuk memasukkan kategori tengah (middle category) adalah untuk memfasilitasi responden yang  memiliki trait yang sedang (moderate trait standing). Klopfer dan Madden (1980) menjelaskan bahwa  penyediakan alternatif tengah respons bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi responden yang  memiliki sikap moderat terhadap pernyataan yang diberikan. Tidak disediakannya alternatif tengah akan  menyebabkan responden merasa dipaksa untuk memilih alternatif secara bipolar. Keterpaksaan ini akan  memberikan kontribusi kesalahan sistematis dalam pengukuran.   Penggunaan alternatif tengah secara historis memang ada. Likert yang mengembangkan skala yang kemudian  dinamakan dengan Skala Likert dari awalnya memang menyediakan kategori respons tengah. Skala Likert  memuat pernyataan yang responden diminta untuk mengevaluasi kesesuaian responden dengan pernyataan  yang diberikan. Lima kategori respon disediakan untuk dipilih oleh responden.   Meski Likert menyarankan lima alternatif respons, namun banyak ahli yang menyarankan untuk menggunakan  bermacam‐macam jumlah kategori respon. Sebuah studi empiris menemukan bahwa 5 atau 7 alternatif respon  skala titik dapat menghasilkan nilai rata‐rata sedikit lebih tinggi (secara relatif dari skor tertinggi yang mungkin  dicapai) jika dibandingkan dengan skala yang menyediakan 10 alternatif. Artinya, semakin sedikit jumlah  respons variasi data semakin berkurang. Masalahnya adalah apakah setiap responden bisa memahami  perbedaan kategori hingga 10 level ? Jumlah pilihan di sekitar 5 hingga 7 kategori lebih disarankan dibanding  alternatif di atas jumlah tersebut.  Mengapa Responden Memilih Kategori Tengah?  Alternatif tengah respons disediakan untuk memfasilitasi sikap responden yang moderat, akan tetapi  responden tidak hanya memilih kategori ini untuk menunjukkan traitnya yang moderat (Hofacker, 1984),  namun dipengaruhi oleh banyak faktor.   Beberapa ahli telah meneliti mengapa responden memilih alternatif tengah kategori. Shaw dan Wright (1967)  mengemukakan tiga kemungkinan responden kategori tengah, yaitu : (1) mereka tidak memiliki sikap atau  pendapat, (2) mereka ingin memberikan penilaian secara seimbang, atau (3) mereka belum memberikan sikap  atau pendapat yang jelas. Kulas & Stachowski (2009) menjelaskan faktor lain seperti ragu, tidak memahami  pernyataan dalam butir, respons mereka kondisional, atau mereka memiliki berdiri netral, moderat, atau rata‐ rata.  Ahli lain menjelaskan bahwa pemilihan kategori tengah menunjukkan keengganan responden untuk memilih  arah tanggapan terhadap pernyataan. Bisa jadi mereka memilih respons tengah karena kesulitasn  menginterpretasi butir pernyataan  (Goldberg, 1981). Yang et al. (2002)  menemukan bahwa responden  cenderung memilih kategori tengah ketika mendapati butir yang sulit dipahami.   Kesimpulan. Skor skala bisa menjadi bias jika responden yang cenderung memilih kategori tengah, dikarenakan  tidak memahami butir dan merasa tidak nyaman dengan pernyataan yang diberikan. Oleh karena itu bagi  penyusun skala psikologi diharapkan untuk menyusun butir yang mudah dipahami dan membangun interaksi  yang hangat dengan responden agar mereka merasa tidak terintervensi.      1 | Pengembangan Skala Psikologi  |  Wahyu Widhiarso 2010    Dampak Penyediaan Kategori Tengah  Andrews (1984) menemukan bahwa keberadaan alternatif tengah eksplisit dalam kategori jawaban tidak  memiliki efek yang signifikan pada kualitas data. Rerata respon terhadap butir akan meningkat secara linear  dan varians item meningkat kurvelinier dengan meningkatnya jumlah kategori jawaban. Peningkatan rerata  adalah wajar dan tidak menjadi masalah karena jumlah alternatif menjadi bertambah yang diiringi dengan  peningkatan varians. Peningkatan varians inilah yang banyak menjadi ketertarikan kita, karena menunjukkan  informasi yang kita miliki semakin bervariasi.   Di sisi lain, nilai konsistensi internal (alpha) tidak berubah secara sistematis dengan meningkatnya jumlah  kategori respon (Aiken, 1983). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa jumlah kategori jawaban tidak  membuat perbedaan dalam mean dan varians respon item dan skor total skala.  Kulas et al. (2008) menemukan bahwa korelasi skor antar variabel yang dihitung antara skala yang  menyediakan alternatif titik tengah maupun tidak menyediakan memiliki korelasi yang tinggi, bergerak antara  0.94 hingga 1.0. Artinya, skornya yang dihasilkan sama saja sehingga validitas kriteria yang didapatkan dari  korelasi dengan skor kriteria dipastikan akan tetap tidak berubah.  Mattel dan Jacoby (1971)  menemukan bahwa reliabilitas pengukuran dan validitas skala independen terhadap  jumlah alternatif respons.   Kesimpulan. Skor skala yang menyediaan kategori tengah dengan yang tidak memiliki kategori tengah, tidak  memiliki perbedaan yang berarti. Reliabilitas pengukuran dan validitas butir tidak mengalami perbedaan. Yang  berbeda adalah varian skor. Dengan adanya kategori tengah, variasi data lebih tinggi dibanding dengan yang  tidak. Oleh karena itu menyediakan kategori tengah akan menghasilkan data yang lebih bervariasi.  Jumlah Alternatif Ganjil dan Genap  Beberapa penulis secara eksplisit telah membahas masalah jumlah alternatif respon kategori yang ganjil versus  genap. Kalton, Roberts, dan Holt (1980) menunjukkan bahwa ketika inves tigators memutuskan untuk tidak  menawarkan alternatif tengah eksplisit, mereka biasanya menganggap bahwa kategori tengah terdiri sebagian  besar tanggapan dari orang‐orang yang bersandar terhadap satu atau kutub alternatif lain, meskipun mungkin  dengan sedikit intensitas.   Klopfer (1980) berpendapat bahwa penyelidik yang menawarkan alternatif yang mungkin tengah berasumsi  bahwa responden benar‐benar mendukung posisi tengah. Akibatnya, jika responden dipaksa untuk memilih  alternatif yang ada, pilihan ini akan memberikan kontribusi kesalahan pengukuran sistematis.  Kesimpulan : Jumlah opsi genap akan memaksa responden untuk memilih sikap yang jelas terhadap  pernyataan yang diberikan sedangkan jumlah opsi ganjil memfasilitasi responden yang belum memiliki sikap  yang jelas. Pemaksaan tersebut dapat menimbulkan eror pengukuran, karena skor yang dihasilkan tidak benar‐ benar menggambarkan diri responden.   Menyediakan Alternatif tengah Memang akan Meningkatkan Jumlah Pemilihnya, tapi ...  Kalton, Roberts, dan Holt (1980) melaporkan bahwa pilihan kategori respon tengah berkisar antara 15 dan 49  persen ketika item kuesioner menyediakan titik tengah secara eksplisit dalam kategori respons yang berjumlah  ganjil. Di sisi lain Presser dan Schuman (1980) menemukan jumlah yang lebih sedikit yaitu antara 10 dan 20  persen. Hal ini menunjukkan bahwa penyediaan alternatif respon tengah meningkatkan proporsi responden  yang menyatakan pandangan netral secara substansial. Kecenderungan ini bahkan mungkin meningkat ketika  isu‐isu sensitif pertanyaan perhatian (Kalton & Schuman, 1982).  DuBois dan Burns (1975) berargumen bahwa responden memilih alternatif tengah karena merasa ambivalen  (tidak dapat memutuskan apakah akan setuju atau tidak setuju), indiferen (tidak peduli) atau  tidak merasa  cukup kompeten atau cukup informasi untuk mengambil sikap.  Kesimpulan : Menyediakan alternatif tengah memang akan meningkatkan jumlah pemilihnya, tapi  kecenderungan itu meningkat tajam jika pernyataan yang tertulis dalam butir kurang mudah dipahami,  membingungkan atau mengurangi kenyamanan/keamanan responden. Untuk mengatasi hal ini penulis butir  diharapkan menulis butir dengan pernyataan yang jelas dan tidak mengintervensi responden.        2 | Pengembangan Skala Psikologi  |  Wahyu Widhiarso 2010     “Netral” dan “Tidak Yakin”, Apakah Beda?  Presser dan Schuman (1980) memberikan kuesioner yang menyediakan kategori “tidak tahu” (don’t know)  secara eksplisit, kemudian memberikan lagi kuesioner yang melibatkan kategori tidak tahu dan netral.  Hasilnya, dengan menambahkan kategori netral, jumlah responden yang memilih tidak tahu menjadi  berkurang. Beberapa dari mereka yang menanggapi tidak tahu di kuesioner tanpa kategori netral, menjadi  memilih kategori netral  ketika pilihan netral disediakan. Apakah penelitian ini menunjukkan bahwa kategori  netral dan tidak tahu dimaknai sama oleh responden, belum tentu.  Bishop et al. (1988, dikutip dari DeMars & Erwin, 2005) memberikan dua jenis kuesioner kepada responden.  Satu kuesioner menyediakan opsi tengah dan satunya lagi menyediakan tidak berpendapat (no opinion).  Hasilnya proporsi responden memilih kedua jenis opsi tersebut tidak sama. Hal ini menunjukkan bahwa  responden memaknai kedua jenis opsi itu sebagai hal yang berbeda.  DeMars dan Erwin (2005)  melakukan penelitian mengenai penyediaan respons tengah yang dibagi menjadi  dua jenis, yaitu netral (neutral) dan tidak yakin (unsure). Responden diminta untuk merespon survei yang  mengukur perkembangan identitas dengan menggunakan skala Likert 4‐poin dengan dua opsi tambahan:  netral dan tidak yakin. Jumlah responden yang memilih netral dibandingkan dengan yang memilih tidak yakin  pada butir yang sama. Dari sisi rata‐rata didapatkan bahwa skor kedua kelompok siswa adalah sama. Hasil  penelitian menunjukkan bahwa alternatif respons netral dan tidak yakin menunjukkan sesuatu berbeda dari.   Kesimpulan : Opsi netral dan tidak tahu memiliki makna yang berbeda. Opsi netral menunjukkan bahwa  responden belum mampu menentukan sikap, dengan syarat pernyataan di dalam butir sangat jelas atau tidak  ambigu. Opsi tidak tahu menunjukkan bahwa responden tidak mengetahui bagaimana dia bersikap yang  sehingga dapat dimungkinkan opsi tidak tahu memfasilitasi kebingungan responden terhadap pernyataan.  Penggunaan opsi netral lebih disarankan dibanding dengan opsi tidak tahu.  Penutup  Penulis kuesioner harus memutuskan apakah memasukkan titik tengah atau tidak sesuai dengan pernyataan  yang diberikan kepada responden (Brace, 2004). Meskipun penggunaan respon kategori tengah tidak  mempengaruhi reliabilitas dan validitas dalam penelitian ini, namun direkomendasikan bahwa penilaian  pengembang kuesioner untuk memasukkan alternatif tengah (Kulas, et al., 2008). Ahli lain bahwa  menyediakan kategori tengah memungkinkan responden untuk menunjukkan respon yang netral dan lebih  diskriminatif dalam respon mereka, membuat nilai skala yang lebih handal dan skala yang lebih disukai oleh  responden (Cronbach, 1950).  Banyak peneliti menyimpulkan bahwa berapa jumlah optimal kategori skala tergantung dari spesifik isi dan  fungsi dari kondisi pengukuran (e.g. Friedman, Wilamowsky, & Friedman, 1981). Misalnya dalam konteks  seleksi karyawan, penggunaan skala tanpa kategori tengah lebih mampu mereduksi kepatutan sosial (social  desirability) dibanding dengan yang menggunakan kategori tengah (Garland, 1991).   Menurut penulis, jenis pernyataan dalam butir juga menjadi pertimbangan untuk memasang opsi tengah  ataukah tidak. Untuk menanyakan masa lalu atau perilaku responden, kita tidak mungkin memberikan opsi  kategori tengah. Sulit sekali bagi responden ketika menemui pernyataan yang merefleksikan masa lalu  misalnya “Saya pernah berurusan dengan polisi“atau yang memfokuskan pada perilaku misalnya “Saya akan  menegur orang yang merokok di depan saya”.     REFERENSI  Aiken, L. R. (1983). Number of Response Categories and Statistics on a Teacher Rating Scale.  Educational and Psychological Measurement, 43(2), 397‐401.  Brace, I. (2004). Questionnaire design. London: Kogan Page Ltd.  Cronbach, L. J. (1950). Further evidence on response sets and test design. educational and  psychological measurement, 10, 3‐31.  DeMars, C. E., & Erwin, T. D. (2005). Neutral or Unsure: Is there a Difference?,  Poster presented at the annual meeting of the American Psychological Association.  Washington, DC.    3 | Pengembangan Skala Psikologi  |  Wahyu Widhiarso 2010    Dubois, B., & Burns, J. A. (1975). An Analysis of the Meaning of the Question Mark Response  Category in Attitude Scales. Educational and Psychological Measurement, 35(4), 869‐884.  Friedman, H. H., Wilamowsky, Y., & Friedman, L. W. (1981). A comparison of balanced and   unbalanced rating scales. The Mid‐Atlantic Journal of Business, 19(2), 1‐7.  Garland, R. (1991). The mid‐point on a rating scale: Is it desirable? . Marketing Bulletin, 2, 66‐70.  Goldberg, L. R. (1981). Unconfounding situational attributions from uncertain, neutral, and  ambiguous ones: A psychometric analysis of descriptions of oneself and various types of  others. Journal of Personality and Social Psychology, 41, 517‐552.  Hofacker, C. F. (1984). Categorical Judgment Scaling with Ordinal Assumptions. Multivariate  Behavioral Research, 19(1), 91 ‐ 106.  Klopfer, F. J., & Madden, T. M. (1980). The Middlemost Choice on Attitude Items. Personality and  Social Psychology Bulletin, 6(1), 97‐101.  Kulas, J. T., Stachowski, A., & Haynes, B. (2008). Middle Response Functioning in Likert‐responses to  Personality Items. Journal of Business and Psychology, 22(3), 251‐259.  Kulas, J. T., & Stachowski, A. A. (2009). Middle category endorsement in odd‐numbered Likert  response scales: Associated item characteristics, cognitive demands, and preferred  meanings. [doi: DOI: 10.1016/j.jrp.2008.12.005]. Journal of Research in Personality, 43(3),  489‐493.  Matell, M. S., & Jacoby, J. (1971). Is There an Optimal Number of Alternatives for Likert Scale Items?  Study I: Reliability and Validity. Educational and Psychological Measurement, 31(3), 657‐674.  Yang, C. L., O'Neill, T. R., & Kramer, G. A. (2002). Examining item difficulty and response time on  perceptual ability test items. Journal of Applied Measurement, 3, 282–299.        4 | Pengembangan Skala Psikologi  |  Wahyu Widhiarso 2010                5 | Pengembangan Skala Psikologi  |  Wahyu Widhiarso 2010   

https://www.pdf-archive.com/2012/05/01/widhiarso-2010-respon-alternatif-tengah-pada-skala-likert/

01/05/2012 www.pdf-archive.com

BAB I-V, LAMPIRAN 85%

Belum memahami perencanaan karir dan belum mampu mengarahkan diri untuk memilih suatu karir.

https://www.pdf-archive.com/2018/02/12/bab-i-v-lampiran/

12/02/2018 www.pdf-archive.com

PETA JALAN DAKWAH 80%

Hal ini terbukti dengan semakin banyaknya orang-orang barat yang memilih jalan untuk menjadi seorang Atheis.

https://www.pdf-archive.com/2015/05/25/peta-jalan-dakwah/

24/05/2015 www.pdf-archive.com

34-Anang Suhardianto 80%

Dari jumlah angkatan kerja (3.210 orang), hanya 32,4% yang berprofesi sebagai petani, lebih banyak yang memilih sebagai buruh industri, yaitu 38,9%.

https://www.pdf-archive.com/2011/03/16/34-anang-suhardianto/

16/03/2011 www.pdf-archive.com

buku 5 dharmaduta vihara sukhavati prajna 77%

Aku berpikir dalam hati, bagaimana mungkin bisa memilih mereka untuk menjadi Dharmaduta jika mereka semua masih dipusingkan dengan bermacam masalah pribadi.

https://www.pdf-archive.com/2017/02/21/buku-5-dharmaduta-vihara-sukhavati-prajna/

21/02/2017 www.pdf-archive.com

29-Pepi Rospina Pertiwi, Rinda Noviyanti, Dewi Juliah Ratnaningsih 75%

Petani memiliki keleluasaan untuk memilih saluran komunikasi mana yang dirasa dapat memberikan informasi teknologi yang dibutuhkannya.

https://www.pdf-archive.com/2011/03/16/29-pepi-rospina-pertiwi-rinda-noviyanti-dewi-juliah-ratnaningsih/

16/03/2011 www.pdf-archive.com

PERADUAN SI MANJA EF-Back(SBH)FA 73%

Satu panel Pengadil akan ditubuhkan oleh Penganjur untuk memilih pemenang daripada semua gambar penyertaan layak yang diterima.

https://www.pdf-archive.com/2016/05/13/peraduan-si-manja-ef-back-sbh-fa/

13/05/2016 www.pdf-archive.com

ppflash6nov2010 72%

FILE AKHIR Selesai membuat tampilan, file Flash umumnya disimpan dalam format asli Flash (.fla), namun untuk distribusi ke media atau banyak orang dapat memilih format :

https://www.pdf-archive.com/2010/11/05/ppflash6nov2010/

05/11/2010 www.pdf-archive.com

64-Inggit Winarni 72%

Dengan pertimbangan, selain kemudahan dalam pemeriksaan mengingat jumlah mahasiswa UT yang banyak, juga ketepatan jadwal waktu pengumuman hasil ujian menjadikan UT memilih UAS berbentuk pilihan ganda.

https://www.pdf-archive.com/2011/03/16/64-inggit-winarni/

16/03/2011 www.pdf-archive.com

10-Lintang Patria, Kristianus Yulianto 72%

Hanya sedikit lembaga yang tertarik mengimplementasikannya, itupun hanya sebatas sebagai sarana informasi pengadaan, bukan sebagai sarana proses interaksi dengan penyedia barang dan jasa untuk memilih penyedia barang dan jasa terbaik.

https://www.pdf-archive.com/2011/03/16/10-lintang-patria-kristianus-yulianto/

16/03/2011 www.pdf-archive.com

24-Agus Santoso 70%

Memilih item (set item) pertama dari Bank Soal Bank Soal Memberikan item (set item) terpilih Memperbarui estimasi kemampuan berdasarkan respons (pola respons) yang diberikan Memilih item (set item ) lain dari Bank Soal Gambar 1.

https://www.pdf-archive.com/2011/12/05/24-agus-santoso/

05/12/2011 www.pdf-archive.com

ANGEL & ZULHELMI ok 68%

Nurul Andini (2010) membahas mengenai “Analisis Pengaruh Persepsi Terhadap Keputusan Orang Tua Murid Memilih Jasa Pendidikan Di SDIT Bina Insani Semarang.” Hasil analisis dengan menggunakan analisis regresi linear berganda yaitu bahwa semua variabel berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian jasa di SDIT Bina Insani.

https://www.pdf-archive.com/2016/11/08/angel-zulhelmi-ok/

08/11/2016 www.pdf-archive.com

55-Endang Indrawati, Sri Harijati, Pepi Rospina Pertiwi 66%

(1) Memilih dua kecamatan berdasarkan jumlah petani terbanyak dan terkecil;

https://www.pdf-archive.com/2011/12/06/55-endang-indrawati-sri-harijati-pepi-rospina-pertiwi/

06/12/2011 www.pdf-archive.com

14-Yanuard Putro Dwikristanto 65%

Tercatat sebanyak 49% guru mengalami kesulitan dalam memilih program TIK yang tepat.

https://www.pdf-archive.com/2011/12/05/14-yanuard-putro-dwikristanto/

05/12/2011 www.pdf-archive.com

46-Sri Enny Triwidiastuti 63%

ƒ Mendeskripsikan kemauan dan kebutuhan pelanggan ƒ Mengidentifikasi/menentukan masalah yang harus diselesaikan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan tersebut ƒ Menciptakan dan memilih penyelesaian yang memungkinkan ƒ Menganalisis dan mengoptimalkan penyelesaian yang diusulkan ƒ Cek hasil rancangan dengan kebutuhan/keinginan pelanggan Konsep axiomatic design membantu perancang untuk merinci kedalam tahapan kegiatan rancangan untuk disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan.

https://www.pdf-archive.com/2011/12/05/46-sri-enny-triwidiastuti/

05/12/2011 www.pdf-archive.com

64-Herman 62%

Untuk kinerja tutor, hasil tutorial dan biaya tutorial, peserta memilih satu respon dari 1=sangat tidak setuju sampai dengan 6=sangat setuju.

https://www.pdf-archive.com/2011/12/05/64-herman/

05/12/2011 www.pdf-archive.com

25-Agus Santoso 58%

Kemudian komputer memilih butir soal baru untuk diberikan lagi kepada peserta.

https://www.pdf-archive.com/2011/03/16/25-agus-santoso/

16/03/2011 www.pdf-archive.com

Redbook pamphlet 11.08.09(Mal) 57%

Selain Maklumat-Maklumat Peribadi, anda berhak memilih untuk berdiam diri.

https://www.pdf-archive.com/2016/07/27/redbook-pamphlet-11-08-09-mal-pdf/

27/07/2016 www.pdf-archive.com

57-Samsul Islam, K.A. Puspitasari 56%

Secara lebih spesifik Knowles (1975) mendefinisikan belajar mandiri sebagai suatu proses di mana seseorang mengambil inisiatif (baik dengan atau tanpa bantuan orang lain) dalam mendiagnosis kebutuhan kebutuhan belajar mereka, merumuskan tujuan-tujuan belajar, menentukan sumber-sumber belajar, memilih dan melaksanakan strategi belajar yang sesuai, dan mengevaluasi hasil belajar mereka sendiri.

https://www.pdf-archive.com/2011/03/16/57-samsul-islam-k-a-puspitasari/

16/03/2011 www.pdf-archive.com

HASIL WAWANCARA 56%

Di panti sosial ini ada beberapa pekerja sosial yang bekerja disana, sehingga penulis memilih tempat ini untuk melakukan wawancara dengan seorang pekerja sosial disana.

https://www.pdf-archive.com/2015/06/05/hasil-wawancara/

05/06/2015 www.pdf-archive.com

DIAN & DADI KOMARDI ok 55%

Setelah pembeli memilih produk yang diinginkan pembeli akan melakukan pembayaran kepada penjual sesuai dengan total belanja.

https://www.pdf-archive.com/2016/11/08/dian-dadi-komardi-ok/

08/11/2016 www.pdf-archive.com

Kurma Ajwa sebagai Alternatif dalam Menangani Hepatitis 55%

Namun saat ini banyak orang yang lebih memilih obat-obatan tradisional yang alami.

https://www.pdf-archive.com/2013/06/12/kurma-ajwa-sebagai-alternatif-dalam-menangani-hepatitis/

12/06/2013 www.pdf-archive.com

JURNAL SUDARNO 55%

Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan diatas, oleh karena itu perlu dilakukan penelitian padaMall Pekanbarudengan tujuan untuk mengetahui pengaruh faktor budaya, sosial, pribadi dan psikologissecara parsial terhadap perilaku konsumen dalam keputusan pembelian iPhone di Mall Pekanbaru.Dan untuk mengetahui pengaruh faktor budaya, sosial, pribadi dan psikologis secara simultan terhadap perilaku konsumen dalam keputusan pembelian iPhone di Mall Pekanbaru.Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat yakni untuk meningkatkan wawasan penulis khususnya dalam mengetahui selera konsumen pada bidang manajemen pemasaran dalam memilih produk.

https://www.pdf-archive.com/2016/11/08/jurnal-sudarno/

08/11/2016 www.pdf-archive.com

Tinta BADAR header 55%

Dipetik dari syarahan Dr Jamnul Azhar Panduan Memilih Berpesan al Qomah kepada puteranya, Wahai puteraku, sekiranya kamu merasakan perlu untuk bersahabat dengan seseorang maka hendaklah kamu memilih teman-teman yang memiliki sifat berikut:

https://www.pdf-archive.com/2011/01/06/tinta-badar-header/

06/01/2011 www.pdf-archive.com

Borang Pertandingan Kumpulan Tradisional Kreatif Lagu Johor 53%

Pertandingan ini akan dijalankan secara saringan terlebih dahulu untuk memilih 10 kumpulan ke peringkat separuh akhir bergantung kepada jumlah penyertaan dan seterusnya empat (4) kumpulan terbaik ke peringkat akhir.

https://www.pdf-archive.com/2016/07/02/borang-pertandingan-kumpulan-tradisional-kreatif-lagu-johor/

02/07/2016 www.pdf-archive.com