Search


PDF Archive search engine
Last database update: 01 August at 15:38 - Around 76000 files indexed.


Show results per page

Results for «mereka»:


Total: 110 results - 0.056 seconds

buku 3 sang juru selamat 100%

Kehidupan mereka di dunia ini tidaklah selalu berjalan dengan baik dan lancar.

https://www.pdf-archive.com/2017/02/21/buku-3-sang-juru-selamat/

21/02/2017 www.pdf-archive.com

buku 5 dharmaduta vihara sukhavati prajna 98%

Aku berpikir dalam hati, bagaimana mungkin bisa memilih mereka untuk menjadi Dharmaduta jika mereka semua masih dipusingkan dengan bermacam masalah pribadi.

https://www.pdf-archive.com/2017/02/21/buku-5-dharmaduta-vihara-sukhavati-prajna/

21/02/2017 www.pdf-archive.com

TINTA BADAR 6 97%

Sekiranya aku dapati salah seorang daripada para sahabat itu sedang tidur tatkala aku menziarahi mereka, aku hamparkan kain serbanku di pintupintu pagar rumah mereka ;

https://www.pdf-archive.com/2011/02/28/tinta-badar-6/

28/02/2011 www.pdf-archive.com

TINTA BADAR 5 96%

Mereka semua berpandang dan menganggap baik perayaan maulid Nabi yang dibuat untuk pertama kalinya itu.

https://www.pdf-archive.com/2011/02/28/tinta-badar-5/

28/02/2011 www.pdf-archive.com

VIT Executive Summary Indonesian 96%

Produsen dan distributor konten mulai dari operator tv kabel hingga penyedia tv satelit ke perusahaan telekomunikasi, semuanya memperkirakan pendapatan berdasarkan jumlah penonton berbayar yang dapat mereka tarik.

https://www.pdf-archive.com/2018/07/21/vit-executive-summary-indonesian/

21/07/2018 www.pdf-archive.com

BERANTAS BERITA PALSU UNTUK DAMAIKAN BANGSA 95%

2016 MENGKUPAS BERITA PALSU DAN SITUS PENEBAR FITNAH SERTA BERBAU SARA Siapakah Dibalik Situs Penebar Fitnah Dan sara Konsep Hate atau hater menjadikan sebuah artikel menjadi hot dan ramai dikunjungi serta menjadikan pembacanya merupakan orang-orang tertarget serta menimbulkan reaksi pembaca yang wah, dilihat dari sisi bisnis hal ini merupakan sesuatu yang harus dicoba sehingag munculah situs situs yang menimbulan konflik ini dengan praktik bisnis mengadu domba para pro dan kontra dalam mencari keuntungan mereka sendrii, namun dibalik itu mereka menhalalkan segala cara, dalam kasus ini adalah digunakanya agama ISLAM sebagai tameng agar mendapatkan simpati dari mayoritas padalah niat mereka adalah jahat dan ingin mengeruk keuntungan pribadi dengan mengadu domba umat mereka sendiri, hukuman apa yang pantas untuk orang orang seperti ini??

https://www.pdf-archive.com/2016/10/30/berantas-berita-palsu-untuk-damaikan-bangsa/

30/10/2016 www.pdf-archive.com

33-Andik Hadi Mustika 95%

PENDAHULUAN Pendidikan Fisika di Indonesia, secara umum dapat digambarkan dengan guru menjelaskan di dalam kelas atau memberikan pertanyaan kepada siswa dan siswa biasanya menggunakan kertas atau pencil di tempat mereka.

https://www.pdf-archive.com/2011/03/16/33-andik-hadi-mustika/

16/03/2011 www.pdf-archive.com

buku 4 perjalanan astral ke alam binatang 95%

Memang sudah sejak lama aku tidak terikat lagi dengan tempat/lokasi jika ingin bermeditasi, tapi situasi saat itu sangatlah tidak memungkinkan, aku tidak mungkin mengerakkan rohku disana, karena pasti akan mengundang perhatian banyak orang, mereka pasti akan menganggap aku aneh dan gila.

https://www.pdf-archive.com/2017/02/21/buku-4-perjalanan-astral-ke-alam-binatang/

21/02/2017 www.pdf-archive.com

SOSIO SCIPRT 95%

CLASSROOM - DAY Suasana kelas yang bising akan obrolan murid terhenti oleh sahutan guru yang mendatangi mereka dan membawa seorang murid yang berdiri di depan pintu kelas.

https://www.pdf-archive.com/2017/03/20/sosio-sciprt/

20/03/2017 www.pdf-archive.com

HASIL WAWANCARA 94%

Mereka biasanya ditelantarkan keluarganya mungkin atau memang hidup sebatang kara.

https://www.pdf-archive.com/2015/06/05/hasil-wawancara/

05/06/2015 www.pdf-archive.com

SOCIO SCRIPT (2) 94%

LECTURE ROOM - DAY Suasana ruang les yang bising akan obrolan murid terhenti oleh sahutan guru yang mendatangi mereka dan membawa seorang murid yang berdiri di depan pintu kelas.

https://www.pdf-archive.com/2017/04/15/socio-script-2/

15/04/2017 www.pdf-archive.com

24-Herman 93%

Secara kasat mata dapat diduga bahwa dengan banyaknya penduduk dan dengan semakin tingginya tuntutan pasar akan tenaga dengan kualifikasi tertentu menuntut penduduk Indonesia untuk meningkatkan kompetensi mereka.

https://www.pdf-archive.com/2011/03/16/24-herman/

16/03/2011 www.pdf-archive.com

Ombak Cup 2012 93%

Skim kebajikan ini adalah harapan generasi awal sahabat tahun 70-an dahulu bagi menghargai sumbangan dan peranan yang pernah mereka berikan.

https://www.pdf-archive.com/2012/03/09/ombak-cup-2012/

09/03/2012 www.pdf-archive.com

Casestudy 1 jam 91%

FB GROUP… Adalah lubuk yang paling banyak golongan yang dipanggil ‘SILENT READER’ Ya, mereka sebenarnya lihat dan baca post anda tapi mereka tak rasa nak ambil bahagian.

https://www.pdf-archive.com/2014/09/16/casestudy-1-jam/

16/09/2014 www.pdf-archive.com

Casestudy 1 Jam 91%

FB GROUP… Adalah lubuk yang paling banyak golongan yang dipanggil ‘SILENT READER’ Ya, mereka sebenarnya lihat dan baca post anda tapi mereka tak rasa nak ambil bahagian.

https://www.pdf-archive.com/2014/09/16/casestudy-1-jam-1/

16/09/2014 www.pdf-archive.com

TRIKFB 90%

Trik mendapatkan ribuan prospek yang ‘HIGHLY TARGETED’ di facebook dan jadikan mereka semua friends anda hanya dengan 1 klik sahaja ………………………………......

https://www.pdf-archive.com/2014/08/10/trikfb/

10/08/2014 www.pdf-archive.com

barcode-ean13 88%

Oleh karena itu semua produk buatan Indonesia yang mendaftarkan secara resmi kode barcode mereka akan menggunakan kode 899 pada 3 digit awal barcode karena itu merupakan kode negara Indonesia dan tidak mungkin sama dengan kode negara lain.

https://www.pdf-archive.com/2014/10/20/barcode-ean13/

20/10/2014 www.pdf-archive.com

Widhiarso 2010 - Respon Alternatif Tengah pada Skala Likert 87%

Pengembangan Skala Psikologi :  Lima Kategori Respons ataukah Empat Kategori Respons ?     Oleh : Wahyu Widhiarso  Fakultas Psikologi UGM    Berapa kategori opsi yang disediakan dalam skala psikologi masih dalam perdebatan. Namun sebagian besar  sudah menunjukkan beberapa kesepakatan yang ditunjukkan dengan hasil‐hasil penelitian yang konsisten.  Lima kategori respons ataukah empat kategori respons ? Tulisan ini mencoba membedah berbagai pandangan  dari ahli yang mendukung masing‐masing jenis. Meski sudah sampai pada kesimpulan, tulisan ini masih dalam  taraf draft karena masih banyak hasil‐hasil penelitian yang belum dieksplorasi.  Mengapa Menyediakan Ketegori Tengah ?  Upaya untuk memasukkan kategori tengah (middle category) adalah untuk memfasilitasi responden yang  memiliki trait yang sedang (moderate trait standing). Klopfer dan Madden (1980) menjelaskan bahwa  penyediakan alternatif tengah respons bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi responden yang  memiliki sikap moderat terhadap pernyataan yang diberikan. Tidak disediakannya alternatif tengah akan  menyebabkan responden merasa dipaksa untuk memilih alternatif secara bipolar. Keterpaksaan ini akan  memberikan kontribusi kesalahan sistematis dalam pengukuran.   Penggunaan alternatif tengah secara historis memang ada. Likert yang mengembangkan skala yang kemudian  dinamakan dengan Skala Likert dari awalnya memang menyediakan kategori respons tengah. Skala Likert  memuat pernyataan yang responden diminta untuk mengevaluasi kesesuaian responden dengan pernyataan  yang diberikan. Lima kategori respon disediakan untuk dipilih oleh responden.   Meski Likert menyarankan lima alternatif respons, namun banyak ahli yang menyarankan untuk menggunakan  bermacam‐macam jumlah kategori respon. Sebuah studi empiris menemukan bahwa 5 atau 7 alternatif respon  skala titik dapat menghasilkan nilai rata‐rata sedikit lebih tinggi (secara relatif dari skor tertinggi yang mungkin  dicapai) jika dibandingkan dengan skala yang menyediakan 10 alternatif. Artinya, semakin sedikit jumlah  respons variasi data semakin berkurang. Masalahnya adalah apakah setiap responden bisa memahami  perbedaan kategori hingga 10 level ? Jumlah pilihan di sekitar 5 hingga 7 kategori lebih disarankan dibanding  alternatif di atas jumlah tersebut.  Mengapa Responden Memilih Kategori Tengah?  Alternatif tengah respons disediakan untuk memfasilitasi sikap responden yang moderat, akan tetapi  responden tidak hanya memilih kategori ini untuk menunjukkan traitnya yang moderat (Hofacker, 1984),  namun dipengaruhi oleh banyak faktor.   Beberapa ahli telah meneliti mengapa responden memilih alternatif tengah kategori. Shaw dan Wright (1967)  mengemukakan tiga kemungkinan responden kategori tengah, yaitu : (1) mereka tidak memiliki sikap atau  pendapat, (2) mereka ingin memberikan penilaian secara seimbang, atau (3) mereka belum memberikan sikap  atau pendapat yang jelas. Kulas & Stachowski (2009) menjelaskan faktor lain seperti ragu, tidak memahami  pernyataan dalam butir, respons mereka kondisional, atau mereka memiliki berdiri netral, moderat, atau rata‐ rata.  Ahli lain menjelaskan bahwa pemilihan kategori tengah menunjukkan keengganan responden untuk memilih  arah tanggapan terhadap pernyataan. Bisa jadi mereka memilih respons tengah karena kesulitasn  menginterpretasi butir pernyataan  (Goldberg, 1981). Yang et al. (2002)  menemukan bahwa responden  cenderung memilih kategori tengah ketika mendapati butir yang sulit dipahami.   Kesimpulan. Skor skala bisa menjadi bias jika responden yang cenderung memilih kategori tengah, dikarenakan  tidak memahami butir dan merasa tidak nyaman dengan pernyataan yang diberikan. Oleh karena itu bagi  penyusun skala psikologi diharapkan untuk menyusun butir yang mudah dipahami dan membangun interaksi  yang hangat dengan responden agar mereka merasa tidak terintervensi.      1 | Pengembangan Skala Psikologi  |  Wahyu Widhiarso 2010    Dampak Penyediaan Kategori Tengah  Andrews (1984) menemukan bahwa keberadaan alternatif tengah eksplisit dalam kategori jawaban tidak  memiliki efek yang signifikan pada kualitas data. Rerata respon terhadap butir akan meningkat secara linear  dan varians item meningkat kurvelinier dengan meningkatnya jumlah kategori jawaban. Peningkatan rerata  adalah wajar dan tidak menjadi masalah karena jumlah alternatif menjadi bertambah yang diiringi dengan  peningkatan varians. Peningkatan varians inilah yang banyak menjadi ketertarikan kita, karena menunjukkan  informasi yang kita miliki semakin bervariasi.   Di sisi lain, nilai konsistensi internal (alpha) tidak berubah secara sistematis dengan meningkatnya jumlah  kategori respon (Aiken, 1983). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa jumlah kategori jawaban tidak  membuat perbedaan dalam mean dan varians respon item dan skor total skala.  Kulas et al. (2008) menemukan bahwa korelasi skor antar variabel yang dihitung antara skala yang  menyediakan alternatif titik tengah maupun tidak menyediakan memiliki korelasi yang tinggi, bergerak antara  0.94 hingga 1.0. Artinya, skornya yang dihasilkan sama saja sehingga validitas kriteria yang didapatkan dari  korelasi dengan skor kriteria dipastikan akan tetap tidak berubah.  Mattel dan Jacoby (1971)  menemukan bahwa reliabilitas pengukuran dan validitas skala independen terhadap  jumlah alternatif respons.   Kesimpulan. Skor skala yang menyediaan kategori tengah dengan yang tidak memiliki kategori tengah, tidak  memiliki perbedaan yang berarti. Reliabilitas pengukuran dan validitas butir tidak mengalami perbedaan. Yang  berbeda adalah varian skor. Dengan adanya kategori tengah, variasi data lebih tinggi dibanding dengan yang  tidak. Oleh karena itu menyediakan kategori tengah akan menghasilkan data yang lebih bervariasi.  Jumlah Alternatif Ganjil dan Genap  Beberapa penulis secara eksplisit telah membahas masalah jumlah alternatif respon kategori yang ganjil versus  genap. Kalton, Roberts, dan Holt (1980) menunjukkan bahwa ketika inves tigators memutuskan untuk tidak  menawarkan alternatif tengah eksplisit, mereka biasanya menganggap bahwa kategori tengah terdiri sebagian  besar tanggapan dari orang‐orang yang bersandar terhadap satu atau kutub alternatif lain, meskipun mungkin  dengan sedikit intensitas.   Klopfer (1980) berpendapat bahwa penyelidik yang menawarkan alternatif yang mungkin tengah berasumsi  bahwa responden benar‐benar mendukung posisi tengah. Akibatnya, jika responden dipaksa untuk memilih  alternatif yang ada, pilihan ini akan memberikan kontribusi kesalahan pengukuran sistematis.  Kesimpulan : Jumlah opsi genap akan memaksa responden untuk memilih sikap yang jelas terhadap  pernyataan yang diberikan sedangkan jumlah opsi ganjil memfasilitasi responden yang belum memiliki sikap  yang jelas. Pemaksaan tersebut dapat menimbulkan eror pengukuran, karena skor yang dihasilkan tidak benar‐ benar menggambarkan diri responden.   Menyediakan Alternatif tengah Memang akan Meningkatkan Jumlah Pemilihnya, tapi ...  Kalton, Roberts, dan Holt (1980) melaporkan bahwa pilihan kategori respon tengah berkisar antara 15 dan 49  persen ketika item kuesioner menyediakan titik tengah secara eksplisit dalam kategori respons yang berjumlah  ganjil. Di sisi lain Presser dan Schuman (1980) menemukan jumlah yang lebih sedikit yaitu antara 10 dan 20  persen. Hal ini menunjukkan bahwa penyediaan alternatif respon tengah meningkatkan proporsi responden  yang menyatakan pandangan netral secara substansial. Kecenderungan ini bahkan mungkin meningkat ketika  isu‐isu sensitif pertanyaan perhatian (Kalton & Schuman, 1982).  DuBois dan Burns (1975) berargumen bahwa responden memilih alternatif tengah karena merasa ambivalen  (tidak dapat memutuskan apakah akan setuju atau tidak setuju), indiferen (tidak peduli) atau  tidak merasa  cukup kompeten atau cukup informasi untuk mengambil sikap.  Kesimpulan : Menyediakan alternatif tengah memang akan meningkatkan jumlah pemilihnya, tapi  kecenderungan itu meningkat tajam jika pernyataan yang tertulis dalam butir kurang mudah dipahami,  membingungkan atau mengurangi kenyamanan/keamanan responden. Untuk mengatasi hal ini penulis butir  diharapkan menulis butir dengan pernyataan yang jelas dan tidak mengintervensi responden.        2 | Pengembangan Skala Psikologi  |  Wahyu Widhiarso 2010     “Netral” dan “Tidak Yakin”, Apakah Beda?  Presser dan Schuman (1980) memberikan kuesioner yang menyediakan kategori “tidak tahu” (don’t know)  secara eksplisit, kemudian memberikan lagi kuesioner yang melibatkan kategori tidak tahu dan netral.  Hasilnya, dengan menambahkan kategori netral, jumlah responden yang memilih tidak tahu menjadi  berkurang. Beberapa dari mereka yang menanggapi tidak tahu di kuesioner tanpa kategori netral, menjadi  memilih kategori netral  ketika pilihan netral disediakan. Apakah penelitian ini menunjukkan bahwa kategori  netral dan tidak tahu dimaknai sama oleh responden, belum tentu.  Bishop et al. (1988, dikutip dari DeMars & Erwin, 2005) memberikan dua jenis kuesioner kepada responden.  Satu kuesioner menyediakan opsi tengah dan satunya lagi menyediakan tidak berpendapat (no opinion).  Hasilnya proporsi responden memilih kedua jenis opsi tersebut tidak sama. Hal ini menunjukkan bahwa  responden memaknai kedua jenis opsi itu sebagai hal yang berbeda.  DeMars dan Erwin (2005)  melakukan penelitian mengenai penyediaan respons tengah yang dibagi menjadi  dua jenis, yaitu netral (neutral) dan tidak yakin (unsure). Responden diminta untuk merespon survei yang  mengukur perkembangan identitas dengan menggunakan skala Likert 4‐poin dengan dua opsi tambahan:  netral dan tidak yakin. Jumlah responden yang memilih netral dibandingkan dengan yang memilih tidak yakin  pada butir yang sama. Dari sisi rata‐rata didapatkan bahwa skor kedua kelompok siswa adalah sama. Hasil  penelitian menunjukkan bahwa alternatif respons netral dan tidak yakin menunjukkan sesuatu berbeda dari.   Kesimpulan : Opsi netral dan tidak tahu memiliki makna yang berbeda. Opsi netral menunjukkan bahwa  responden belum mampu menentukan sikap, dengan syarat pernyataan di dalam butir sangat jelas atau tidak  ambigu. Opsi tidak tahu menunjukkan bahwa responden tidak mengetahui bagaimana dia bersikap yang  sehingga dapat dimungkinkan opsi tidak tahu memfasilitasi kebingungan responden terhadap pernyataan.  Penggunaan opsi netral lebih disarankan dibanding dengan opsi tidak tahu.  Penutup  Penulis kuesioner harus memutuskan apakah memasukkan titik tengah atau tidak sesuai dengan pernyataan  yang diberikan kepada responden (Brace, 2004). Meskipun penggunaan respon kategori tengah tidak  mempengaruhi reliabilitas dan validitas dalam penelitian ini, namun direkomendasikan bahwa penilaian  pengembang kuesioner untuk memasukkan alternatif tengah (Kulas, et al., 2008). Ahli lain bahwa  menyediakan kategori tengah memungkinkan responden untuk menunjukkan respon yang netral dan lebih  diskriminatif dalam respon mereka, membuat nilai skala yang lebih handal dan skala yang lebih disukai oleh  responden (Cronbach, 1950).  Banyak peneliti menyimpulkan bahwa berapa jumlah optimal kategori skala tergantung dari spesifik isi dan  fungsi dari kondisi pengukuran (e.g. Friedman, Wilamowsky, & Friedman, 1981). Misalnya dalam konteks  seleksi karyawan, penggunaan skala tanpa kategori tengah lebih mampu mereduksi kepatutan sosial (social  desirability) dibanding dengan yang menggunakan kategori tengah (Garland, 1991).   Menurut penulis, jenis pernyataan dalam butir juga menjadi pertimbangan untuk memasang opsi tengah  ataukah tidak. Untuk menanyakan masa lalu atau perilaku responden, kita tidak mungkin memberikan opsi  kategori tengah. Sulit sekali bagi responden ketika menemui pernyataan yang merefleksikan masa lalu  misalnya “Saya pernah berurusan dengan polisi“atau yang memfokuskan pada perilaku misalnya “Saya akan  menegur orang yang merokok di depan saya”.     REFERENSI  Aiken, L. R. (1983). Number of Response Categories and Statistics on a Teacher Rating Scale.  Educational and Psychological Measurement, 43(2), 397‐401.  Brace, I. (2004). Questionnaire design. London: Kogan Page Ltd.  Cronbach, L. J. (1950). Further evidence on response sets and test design. educational and  psychological measurement, 10, 3‐31.  DeMars, C. E., & Erwin, T. D. (2005). Neutral or Unsure: Is there a Difference?,  Poster presented at the annual meeting of the American Psychological Association.  Washington, DC.    3 | Pengembangan Skala Psikologi  |  Wahyu Widhiarso 2010    Dubois, B., & Burns, J. A. (1975). An Analysis of the Meaning of the Question Mark Response  Category in Attitude Scales. Educational and Psychological Measurement, 35(4), 869‐884.  Friedman, H. H., Wilamowsky, Y., & Friedman, L. W. (1981). A comparison of balanced and   unbalanced rating scales. The Mid‐Atlantic Journal of Business, 19(2), 1‐7.  Garland, R. (1991). The mid‐point on a rating scale: Is it desirable? . Marketing Bulletin, 2, 66‐70.  Goldberg, L. R. (1981). Unconfounding situational attributions from uncertain, neutral, and  ambiguous ones: A psychometric analysis of descriptions of oneself and various types of  others. Journal of Personality and Social Psychology, 41, 517‐552.  Hofacker, C. F. (1984). Categorical Judgment Scaling with Ordinal Assumptions. Multivariate  Behavioral Research, 19(1), 91 ‐ 106.  Klopfer, F. J., & Madden, T. M. (1980). The Middlemost Choice on Attitude Items. Personality and  Social Psychology Bulletin, 6(1), 97‐101.  Kulas, J. T., Stachowski, A., & Haynes, B. (2008). Middle Response Functioning in Likert‐responses to  Personality Items. Journal of Business and Psychology, 22(3), 251‐259.  Kulas, J. T., & Stachowski, A. A. (2009). Middle category endorsement in odd‐numbered Likert  response scales: Associated item characteristics, cognitive demands, and preferred  meanings. [doi: DOI: 10.1016/j.jrp.2008.12.005]. Journal of Research in Personality, 43(3),  489‐493.  Matell, M. S., & Jacoby, J. (1971). Is There an Optimal Number of Alternatives for Likert Scale Items?  Study I: Reliability and Validity. Educational and Psychological Measurement, 31(3), 657‐674.  Yang, C. L., O'Neill, T. R., & Kramer, G. A. (2002). Examining item difficulty and response time on  perceptual ability test items. Journal of Applied Measurement, 3, 282–299.        4 | Pengembangan Skala Psikologi  |  Wahyu Widhiarso 2010                5 | Pengembangan Skala Psikologi  |  Wahyu Widhiarso 2010   

https://www.pdf-archive.com/2012/05/01/widhiarso-2010-respon-alternatif-tengah-pada-skala-likert/

01/05/2012 www.pdf-archive.com

Living in This World with Cut and Paste Arc 1 85%

Orang yang dikenal sebagai pahlawan di masa lalu, banyak yang mendapat pencapaian hebat akibat dari kombinasi skill yang mereka punya.

https://www.pdf-archive.com/2018/05/10/living-in-this-world-with-cut-and-paste-arc-1/

10/05/2018 www.pdf-archive.com

73-Karlimah 85%

Ketika mahasiswa melakukan proses memecahkan masalah dan memperlihatkan hasil pemecahan masalah, mereka melakukan aktivitas komunikasi.

https://www.pdf-archive.com/2011/03/16/73-karlimah/

16/03/2011 www.pdf-archive.com

Pengalaman Ignition 85%

hingga menceritakan perjuangan bukalapak.com pada saat awal-awal yang mana mereka menghubungi 1-per-1 kepada calon penjual bagaimana menggunakan bukalapak.co dan membuat mereka mau untuk menggunakannya.

https://www.pdf-archive.com/2017/05/04/pengalaman-ignition/

04/05/2017 www.pdf-archive.com

32-Adi Winata dan Ernik Yuliana 84%

Dengan sistem sentralistik tersebut, masyarakat lokal kurang dilibatkan dalam pengelolaan hutan yang sesungguhnya merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan mereka.

https://www.pdf-archive.com/2011/12/05/32-adi-winata-dan-ernik-yuliana/

05/12/2011 www.pdf-archive.com

Tinta BADAR header 83%

“Kasihanilah mereka yang berada di bumi nescaya kamu akan dikasihi oleh mereka yang tinggal di langit”.

https://www.pdf-archive.com/2011/01/06/tinta-badar-header/

06/01/2011 www.pdf-archive.com

Paper 032 draft 82%

Putera-putera Tuhan bisa memilih alam aktivitas kepenciptaan mereka, tetapi ciptaan materi ini asalnya diproyeksikan dan direncanakan oleh para Arsitek Firdaus untuk Alam Semesta Master.

https://www.pdf-archive.com/2012/01/05/paper-032-draft/

05/01/2012 www.pdf-archive.com

4-Fatia Fatimah 82%

Matematika terapan dibutuhkan oleh masyarakat untuk memberikan alternatif solusi pada permasalahan yang mereka alami.

https://www.pdf-archive.com/2011/12/05/4-fatia-fatimah/

05/12/2011 www.pdf-archive.com