Search


PDF Archive search engine
Last database update: 06 March at 11:52 - Around 76000 files indexed.


Show results per page

Results for «pengembangan»:


Total: 70 results - 0.068 seconds

Buku Program Final publikasi pdf 100%

                                                         Setiyo  Agustiono                       Pengembangan  Sistem  Ganda  SMK  di  Jatim  (Pola  Pelaksanaan  Menuju  Siswa  Kompeten)                 Buku  Program   PENGEMBANGAN  SISTEM  GANDA  SMK  DI  JAWA  TIMUR                             (POLA  PELAKSANAAN  MENUJU  SISWA  SMK  KOMPETEN)   Setiyo  Agustiono     2           Penulis   Setiyo  Agustiono   sagustiono@gmail.com                                       Kontributor     Andreas  Gosche   Kamaludin   Mohamad  Reza  Nurhardyansyah     Tata  Letak   Kamaludin   Pengembangan  Sistem  Ganda  SMK  di  Jatim  (Pola  Pelaksanaan  Menuju  Siswa  Kompeten)           Diterbitkan   atas   kerja   sama   BKSP   Jawa   Timur   dengan   Program   Kemitraan   Pendidikan   Kejuruan   Kadin   (IHK)   kota   Trier   /   Jerman,   sequa   (Yayasan   Pengembangan   Ekonomi   dan   Peningkatan   Sumber   Daya   Manusia)   di   kota   Bonn   /   Jerman   dan   Kementrian   Kerja   sama   Ekonomi   dan   Pembangunan)  di  kota  Berlin  /  Jerman.

https://www.pdf-archive.com/2017/08/02/buku-program-final-publikasi-pdf/

02/08/2017 www.pdf-archive.com

Kepengurusan Asosiasi Manajer Koperasi Indonesia 2016 update 98%

Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia, IT dan Software Rahmadi, ST,MKom Anggota :

https://www.pdf-archive.com/2016/05/26/kepengurusan-asosiasi-manajer-koperasi-indonesia-2016-update/

26/05/2016 www.pdf-archive.com

SPEK DAK PAUD TK Tahun 2017 CV.ASAKA PRIMA 97%

Program Pengembangan Aspek Nilai Agama dan Moral 2.

https://www.pdf-archive.com/2017/07/20/spek-dak-paud-tk-tahun-2017-cv-asaka-prima/

20/07/2017 www.pdf-archive.com

Artikel jurnal edited 2 January 2018 REV 2 96%

Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Android (Mobile Learning) Di SMK Kusuma Negara Kertosono Jurusan Multimedia PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS ANDROID (MOBILE LEARNING) DI SMK KUSUMA NEGARA KERTOSONO JURUSAN MULTIMEDIA Ilham Abi Manyu S1 Pendidikan Teknologi Informasi, Jurusan Teknik Informatika Universitas Negeri Surabaya hubungi.manyu@gmail.com Setya Chendra Wibawa Dosen S1 Pendidikan Teknologi Informasi, Jurusan Teknik Informatika Universitas Negeri Surabaya setyachendra@unesa.ac.id Abstrak Perkembangan teknologi telepon genggam sangat cepat sehingga harus dimanfaatkan dalam bidang pendidikan sebagai pendukung pendidikan M-Learning Penelitian ini bertujuan untuk membuat media pembelajaran M-Learning untuk menunjang proses belajar mengajar di jurusan Multimedia SMK Kusuma Negara Kertosono dan mengetahui tingkat kevalidan M-Learning sebagai media pembelajaran.

https://www.pdf-archive.com/2018/01/23/artikel-jurnal-edited-2-january-2018-rev-2/

23/01/2018 www.pdf-archive.com

26-Made Dharma Harthana 96%

UPAYA PENGEMBANGAN DESA MANDIRI ENERGI DAN EKONOMI, MELALUI PENGEMBANGAN SDM KREATIF DAN INOVATIF BERBASIS IPTEK Made Dharma Harthana* Balai Besar Logam dan Mesin Badan Pengkajian Kebijakan Iklim dan Mutu Industri Kementrian Perindustrian ABSTRAK Di abad kreatif dewasa ini, potensi Kepulauan Indonesia dari Sabang sampai Merauke, yang merupakan suatu karunia dari Tuhan Yang Maha esa, baru akan dapat memberikan makna yang kongkrit untuk menjadi sarana menuju masyarakat Indonesia yang adil, makmur dan sejahtera lahir dan bathin, jika dan hanya jika kunci utamanya berupa Energi Listrik yang ramah lingkungan (energi terbarukan) dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang Kreatif dan Inovatif berhasil dikembangkan.

https://www.pdf-archive.com/2011/03/16/26-made-dharma-harthana/

16/03/2011 www.pdf-archive.com

Program Kerja Umum AMKI 92%

Selain tata kelola yang baik pada manajemen perkoperasia AMKI juga menjalankan fungsi melakukan kegiatankegiatan diskusi dan wacana pengembangan perkoperasian Indonesia.

https://www.pdf-archive.com/2016/05/26/program-kerja-umum-amki/

26/05/2016 www.pdf-archive.com

LAPORAN.SIFAT-SIFAT.DASAR.KAYU.M.WAWAN.FIRGIAWAN 91%

8 2.4.Perubahan Dimensi Kayu (Penyusutan dan Pengembangan Kayu)......

https://www.pdf-archive.com/2018/05/05/laporansifat-sifatdasarkayumwawanfirgiawan/

05/05/2018 www.pdf-archive.com

73-Karlimah 90%

PENGEMBANGAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI DAN PEMECAHAN MASALAH SERTA DISPOSISI MATEMATIS MAHASISWA PGSD MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH Karlimah PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 2010 ABSTRAK Target Kurikulum Matematika di Indonesia antara lain mengembangkan kemampuan komunikasi dan pemecahan masalah matematis serta disposisi matematis mahasiswa PGSD, pembelajaran yang dapat menciptakan suasana kondusif dalam mengembangkan kemampuan komunikasi dan pemecahan masalah matematis serta disposisi matematis salah satunya adalah Pembelajaran Berbasis Masalah.

https://www.pdf-archive.com/2011/03/16/73-karlimah/

16/03/2011 www.pdf-archive.com

11-Ngarap Im Manik 87%

Untuk mencapai tujuan itu maka informasi tentang profil dosen menjadi sangat penting sebagai bahan untuk melaksanakan pembinaan, pengembangan, penilaian kinerja dosen serta pengambilan keputusan yang mengacu pada Tri Dharma Perguruan Tinggi.

https://www.pdf-archive.com/2011/03/16/11-ngarap-im-manik/

16/03/2011 www.pdf-archive.com

brosur Buku PAUD - Toko Buku Online wa.0877.8252.7700 84%

KD Kurikulum PAUD 2013 DILENGKAPI DENGAN PETUNJUK UNTUK GURU SEHINGGA PROSES BELAJAR-MENGAJAR AKAN LEBIH MUDAH PE NERBIT Edisi 2017 Standar Tingkat Pencapaian Pengembangan (STPP) :

https://www.pdf-archive.com/2017/06/02/brosur-buku-paud-toko-buku-online-wa-0877-8252-7700/

02/06/2017 www.pdf-archive.com

Widhiarso 2010 - Respon Alternatif Tengah pada Skala Likert 83%

Pengembangan Skala Psikologi :  Lima Kategori Respons ataukah Empat Kategori Respons ?     Oleh : Wahyu Widhiarso  Fakultas Psikologi UGM    Berapa kategori opsi yang disediakan dalam skala psikologi masih dalam perdebatan. Namun sebagian besar  sudah menunjukkan beberapa kesepakatan yang ditunjukkan dengan hasil‐hasil penelitian yang konsisten.  Lima kategori respons ataukah empat kategori respons ? Tulisan ini mencoba membedah berbagai pandangan  dari ahli yang mendukung masing‐masing jenis. Meski sudah sampai pada kesimpulan, tulisan ini masih dalam  taraf draft karena masih banyak hasil‐hasil penelitian yang belum dieksplorasi.  Mengapa Menyediakan Ketegori Tengah ?  Upaya untuk memasukkan kategori tengah (middle category) adalah untuk memfasilitasi responden yang  memiliki trait yang sedang (moderate trait standing). Klopfer dan Madden (1980) menjelaskan bahwa  penyediakan alternatif tengah respons bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi responden yang  memiliki sikap moderat terhadap pernyataan yang diberikan. Tidak disediakannya alternatif tengah akan  menyebabkan responden merasa dipaksa untuk memilih alternatif secara bipolar. Keterpaksaan ini akan  memberikan kontribusi kesalahan sistematis dalam pengukuran.   Penggunaan alternatif tengah secara historis memang ada. Likert yang mengembangkan skala yang kemudian  dinamakan dengan Skala Likert dari awalnya memang menyediakan kategori respons tengah. Skala Likert  memuat pernyataan yang responden diminta untuk mengevaluasi kesesuaian responden dengan pernyataan  yang diberikan. Lima kategori respon disediakan untuk dipilih oleh responden.   Meski Likert menyarankan lima alternatif respons, namun banyak ahli yang menyarankan untuk menggunakan  bermacam‐macam jumlah kategori respon. Sebuah studi empiris menemukan bahwa 5 atau 7 alternatif respon  skala titik dapat menghasilkan nilai rata‐rata sedikit lebih tinggi (secara relatif dari skor tertinggi yang mungkin  dicapai) jika dibandingkan dengan skala yang menyediakan 10 alternatif. Artinya, semakin sedikit jumlah  respons variasi data semakin berkurang. Masalahnya adalah apakah setiap responden bisa memahami  perbedaan kategori hingga 10 level ? Jumlah pilihan di sekitar 5 hingga 7 kategori lebih disarankan dibanding  alternatif di atas jumlah tersebut.  Mengapa Responden Memilih Kategori Tengah?  Alternatif tengah respons disediakan untuk memfasilitasi sikap responden yang moderat, akan tetapi  responden tidak hanya memilih kategori ini untuk menunjukkan traitnya yang moderat (Hofacker, 1984),  namun dipengaruhi oleh banyak faktor.   Beberapa ahli telah meneliti mengapa responden memilih alternatif tengah kategori. Shaw dan Wright (1967)  mengemukakan tiga kemungkinan responden kategori tengah, yaitu : (1) mereka tidak memiliki sikap atau  pendapat, (2) mereka ingin memberikan penilaian secara seimbang, atau (3) mereka belum memberikan sikap  atau pendapat yang jelas. Kulas & Stachowski (2009) menjelaskan faktor lain seperti ragu, tidak memahami  pernyataan dalam butir, respons mereka kondisional, atau mereka memiliki berdiri netral, moderat, atau rata‐ rata.  Ahli lain menjelaskan bahwa pemilihan kategori tengah menunjukkan keengganan responden untuk memilih  arah tanggapan terhadap pernyataan. Bisa jadi mereka memilih respons tengah karena kesulitasn  menginterpretasi butir pernyataan  (Goldberg, 1981). Yang et al. (2002)  menemukan bahwa responden  cenderung memilih kategori tengah ketika mendapati butir yang sulit dipahami.   Kesimpulan. Skor skala bisa menjadi bias jika responden yang cenderung memilih kategori tengah, dikarenakan  tidak memahami butir dan merasa tidak nyaman dengan pernyataan yang diberikan. Oleh karena itu bagi  penyusun skala psikologi diharapkan untuk menyusun butir yang mudah dipahami dan membangun interaksi  yang hangat dengan responden agar mereka merasa tidak terintervensi.      1 | Pengembangan Skala Psikologi  |  Wahyu Widhiarso 2010    Dampak Penyediaan Kategori Tengah  Andrews (1984) menemukan bahwa keberadaan alternatif tengah eksplisit dalam kategori jawaban tidak  memiliki efek yang signifikan pada kualitas data. Rerata respon terhadap butir akan meningkat secara linear  dan varians item meningkat kurvelinier dengan meningkatnya jumlah kategori jawaban. Peningkatan rerata  adalah wajar dan tidak menjadi masalah karena jumlah alternatif menjadi bertambah yang diiringi dengan  peningkatan varians. Peningkatan varians inilah yang banyak menjadi ketertarikan kita, karena menunjukkan  informasi yang kita miliki semakin bervariasi.   Di sisi lain, nilai konsistensi internal (alpha) tidak berubah secara sistematis dengan meningkatnya jumlah  kategori respon (Aiken, 1983). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa jumlah kategori jawaban tidak  membuat perbedaan dalam mean dan varians respon item dan skor total skala.  Kulas et al. (2008) menemukan bahwa korelasi skor antar variabel yang dihitung antara skala yang  menyediakan alternatif titik tengah maupun tidak menyediakan memiliki korelasi yang tinggi, bergerak antara  0.94 hingga 1.0. Artinya, skornya yang dihasilkan sama saja sehingga validitas kriteria yang didapatkan dari  korelasi dengan skor kriteria dipastikan akan tetap tidak berubah.  Mattel dan Jacoby (1971)  menemukan bahwa reliabilitas pengukuran dan validitas skala independen terhadap  jumlah alternatif respons.   Kesimpulan. Skor skala yang menyediaan kategori tengah dengan yang tidak memiliki kategori tengah, tidak  memiliki perbedaan yang berarti. Reliabilitas pengukuran dan validitas butir tidak mengalami perbedaan. Yang  berbeda adalah varian skor. Dengan adanya kategori tengah, variasi data lebih tinggi dibanding dengan yang  tidak. Oleh karena itu menyediakan kategori tengah akan menghasilkan data yang lebih bervariasi.  Jumlah Alternatif Ganjil dan Genap  Beberapa penulis secara eksplisit telah membahas masalah jumlah alternatif respon kategori yang ganjil versus  genap. Kalton, Roberts, dan Holt (1980) menunjukkan bahwa ketika inves tigators memutuskan untuk tidak  menawarkan alternatif tengah eksplisit, mereka biasanya menganggap bahwa kategori tengah terdiri sebagian  besar tanggapan dari orang‐orang yang bersandar terhadap satu atau kutub alternatif lain, meskipun mungkin  dengan sedikit intensitas.   Klopfer (1980) berpendapat bahwa penyelidik yang menawarkan alternatif yang mungkin tengah berasumsi  bahwa responden benar‐benar mendukung posisi tengah. Akibatnya, jika responden dipaksa untuk memilih  alternatif yang ada, pilihan ini akan memberikan kontribusi kesalahan pengukuran sistematis.  Kesimpulan : Jumlah opsi genap akan memaksa responden untuk memilih sikap yang jelas terhadap  pernyataan yang diberikan sedangkan jumlah opsi ganjil memfasilitasi responden yang belum memiliki sikap  yang jelas. Pemaksaan tersebut dapat menimbulkan eror pengukuran, karena skor yang dihasilkan tidak benar‐ benar menggambarkan diri responden.   Menyediakan Alternatif tengah Memang akan Meningkatkan Jumlah Pemilihnya, tapi ...  Kalton, Roberts, dan Holt (1980) melaporkan bahwa pilihan kategori respon tengah berkisar antara 15 dan 49  persen ketika item kuesioner menyediakan titik tengah secara eksplisit dalam kategori respons yang berjumlah  ganjil. Di sisi lain Presser dan Schuman (1980) menemukan jumlah yang lebih sedikit yaitu antara 10 dan 20  persen. Hal ini menunjukkan bahwa penyediaan alternatif respon tengah meningkatkan proporsi responden  yang menyatakan pandangan netral secara substansial. Kecenderungan ini bahkan mungkin meningkat ketika  isu‐isu sensitif pertanyaan perhatian (Kalton & Schuman, 1982).  DuBois dan Burns (1975) berargumen bahwa responden memilih alternatif tengah karena merasa ambivalen  (tidak dapat memutuskan apakah akan setuju atau tidak setuju), indiferen (tidak peduli) atau  tidak merasa  cukup kompeten atau cukup informasi untuk mengambil sikap.  Kesimpulan : Menyediakan alternatif tengah memang akan meningkatkan jumlah pemilihnya, tapi  kecenderungan itu meningkat tajam jika pernyataan yang tertulis dalam butir kurang mudah dipahami,  membingungkan atau mengurangi kenyamanan/keamanan responden. Untuk mengatasi hal ini penulis butir  diharapkan menulis butir dengan pernyataan yang jelas dan tidak mengintervensi responden.        2 | Pengembangan Skala Psikologi  |  Wahyu Widhiarso 2010     “Netral” dan “Tidak Yakin”, Apakah Beda?  Presser dan Schuman (1980) memberikan kuesioner yang menyediakan kategori “tidak tahu” (don’t know)  secara eksplisit, kemudian memberikan lagi kuesioner yang melibatkan kategori tidak tahu dan netral.  Hasilnya, dengan menambahkan kategori netral, jumlah responden yang memilih tidak tahu menjadi  berkurang. Beberapa dari mereka yang menanggapi tidak tahu di kuesioner tanpa kategori netral, menjadi  memilih kategori netral  ketika pilihan netral disediakan. Apakah penelitian ini menunjukkan bahwa kategori  netral dan tidak tahu dimaknai sama oleh responden, belum tentu.  Bishop et al. (1988, dikutip dari DeMars & Erwin, 2005) memberikan dua jenis kuesioner kepada responden.  Satu kuesioner menyediakan opsi tengah dan satunya lagi menyediakan tidak berpendapat (no opinion).  Hasilnya proporsi responden memilih kedua jenis opsi tersebut tidak sama. Hal ini menunjukkan bahwa  responden memaknai kedua jenis opsi itu sebagai hal yang berbeda.  DeMars dan Erwin (2005)  melakukan penelitian mengenai penyediaan respons tengah yang dibagi menjadi  dua jenis, yaitu netral (neutral) dan tidak yakin (unsure). Responden diminta untuk merespon survei yang  mengukur perkembangan identitas dengan menggunakan skala Likert 4‐poin dengan dua opsi tambahan:  netral dan tidak yakin. Jumlah responden yang memilih netral dibandingkan dengan yang memilih tidak yakin  pada butir yang sama. Dari sisi rata‐rata didapatkan bahwa skor kedua kelompok siswa adalah sama. Hasil  penelitian menunjukkan bahwa alternatif respons netral dan tidak yakin menunjukkan sesuatu berbeda dari.   Kesimpulan : Opsi netral dan tidak tahu memiliki makna yang berbeda. Opsi netral menunjukkan bahwa  responden belum mampu menentukan sikap, dengan syarat pernyataan di dalam butir sangat jelas atau tidak  ambigu. Opsi tidak tahu menunjukkan bahwa responden tidak mengetahui bagaimana dia bersikap yang  sehingga dapat dimungkinkan opsi tidak tahu memfasilitasi kebingungan responden terhadap pernyataan.  Penggunaan opsi netral lebih disarankan dibanding dengan opsi tidak tahu.  Penutup  Penulis kuesioner harus memutuskan apakah memasukkan titik tengah atau tidak sesuai dengan pernyataan  yang diberikan kepada responden (Brace, 2004). Meskipun penggunaan respon kategori tengah tidak  mempengaruhi reliabilitas dan validitas dalam penelitian ini, namun direkomendasikan bahwa penilaian  pengembang kuesioner untuk memasukkan alternatif tengah (Kulas, et al., 2008). Ahli lain bahwa  menyediakan kategori tengah memungkinkan responden untuk menunjukkan respon yang netral dan lebih  diskriminatif dalam respon mereka, membuat nilai skala yang lebih handal dan skala yang lebih disukai oleh  responden (Cronbach, 1950).  Banyak peneliti menyimpulkan bahwa berapa jumlah optimal kategori skala tergantung dari spesifik isi dan  fungsi dari kondisi pengukuran (e.g. Friedman, Wilamowsky, & Friedman, 1981). Misalnya dalam konteks  seleksi karyawan, penggunaan skala tanpa kategori tengah lebih mampu mereduksi kepatutan sosial (social  desirability) dibanding dengan yang menggunakan kategori tengah (Garland, 1991).   Menurut penulis, jenis pernyataan dalam butir juga menjadi pertimbangan untuk memasang opsi tengah  ataukah tidak. Untuk menanyakan masa lalu atau perilaku responden, kita tidak mungkin memberikan opsi  kategori tengah. Sulit sekali bagi responden ketika menemui pernyataan yang merefleksikan masa lalu  misalnya “Saya pernah berurusan dengan polisi“atau yang memfokuskan pada perilaku misalnya “Saya akan  menegur orang yang merokok di depan saya”.     REFERENSI  Aiken, L. R. (1983). Number of Response Categories and Statistics on a Teacher Rating Scale.  Educational and Psychological Measurement, 43(2), 397‐401.  Brace, I. (2004). Questionnaire design. London: Kogan Page Ltd.  Cronbach, L. J. (1950). Further evidence on response sets and test design. educational and  psychological measurement, 10, 3‐31.  DeMars, C. E., & Erwin, T. D. (2005). Neutral or Unsure: Is there a Difference?,  Poster presented at the annual meeting of the American Psychological Association.  Washington, DC.    3 | Pengembangan Skala Psikologi  |  Wahyu Widhiarso 2010    Dubois, B., & Burns, J. A. (1975). An Analysis of the Meaning of the Question Mark Response  Category in Attitude Scales. Educational and Psychological Measurement, 35(4), 869‐884.  Friedman, H. H., Wilamowsky, Y., & Friedman, L. W. (1981). A comparison of balanced and   unbalanced rating scales. The Mid‐Atlantic Journal of Business, 19(2), 1‐7.  Garland, R. (1991). The mid‐point on a rating scale: Is it desirable? . Marketing Bulletin, 2, 66‐70.  Goldberg, L. R. (1981). Unconfounding situational attributions from uncertain, neutral, and  ambiguous ones: A psychometric analysis of descriptions of oneself and various types of  others. Journal of Personality and Social Psychology, 41, 517‐552.  Hofacker, C. F. (1984). Categorical Judgment Scaling with Ordinal Assumptions. Multivariate  Behavioral Research, 19(1), 91 ‐ 106.  Klopfer, F. J., & Madden, T. M. (1980). The Middlemost Choice on Attitude Items. Personality and  Social Psychology Bulletin, 6(1), 97‐101.  Kulas, J. T., Stachowski, A., & Haynes, B. (2008). Middle Response Functioning in Likert‐responses to  Personality Items. Journal of Business and Psychology, 22(3), 251‐259.  Kulas, J. T., & Stachowski, A. A. (2009). Middle category endorsement in odd‐numbered Likert  response scales: Associated item characteristics, cognitive demands, and preferred  meanings. [doi: DOI: 10.1016/j.jrp.2008.12.005]. Journal of Research in Personality, 43(3),  489‐493.  Matell, M. S., & Jacoby, J. (1971). Is There an Optimal Number of Alternatives for Likert Scale Items?  Study I: Reliability and Validity. Educational and Psychological Measurement, 31(3), 657‐674.  Yang, C. L., O'Neill, T. R., & Kramer, G. A. (2002). Examining item difficulty and response time on  perceptual ability test items. Journal of Applied Measurement, 3, 282–299.        4 | Pengembangan Skala Psikologi  |  Wahyu Widhiarso 2010                5 | Pengembangan Skala Psikologi  |  Wahyu Widhiarso 2010   

https://www.pdf-archive.com/2012/05/01/widhiarso-2010-respon-alternatif-tengah-pada-skala-likert/

01/05/2012 www.pdf-archive.com

laporan komisi B Peb011 82%

Disporabudpar akan mengalokasikan anggaran untuk Pengembangan obyek wisata Prabu Siliwangi dimulai dari Penataan Jalan, Pintu Masuk Lokasi, kondisi jalan dan Pintu masuk pada saat ini kurang memadai sehingga obyek wisata kurang menarik bagi para pengunjung.

https://www.pdf-archive.com/2011/03/15/laporan-komisi-b-peb011/

15/03/2011 www.pdf-archive.com

31-Ratih Putri R, R Pamekas 81%

PU Pasar Jum’at, Jakarta Peneliti bidang Teknologi Dan Manajemen Lingkungan, Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman, Balitbang Kementerian Pekerjaan Umum-Jalan Panyaungan Cileunyi Wetan, Kabupaten Bandung, 40393 Po.Box 812 Bandung 4008 rputrir@gmail.com, rpamekas@gmail.com ABSTRAK Fluktuasi debit air sungai semakin tajam akibat pengaruh perubahan iklim global.

https://www.pdf-archive.com/2011/03/16/31-ratih-putri-r-r-pamekas/

16/03/2011 www.pdf-archive.com

M Zaim 80%

2013 Judul Pengabdian Kepada Masyarakat Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru Bahasa Inggris SMP Propinsi Sumatera Barat Pelatihan Penelitian Tindakan Kelas Guru SMP Propinsi Sumatera Barat Pelatihan Penelitian Tindakan Kelas bagi Guru SD Propinsi Sumatera barat Pelatihan Peningkatan Kompetensi Kepala Sekolah dan pengawas Sekolah Pelatihan Peningkatan Kompetensi Pendidik dalam Penilaian Pendidikan Pelatihan Penelitian Tindakan Kelas sebagai Upaya Peningkatan Mutu Pembelajaran bagi Guru Bahasa Inggris SMP Kota Padang Penerapan Model Pelatihan Terpadu untuk Meningkatkan Kemampuan Profesional Guru Mata Pelajaran Sasaran Ujian Nasional Tingkat SMA Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat Pelatihan dan Lokakarya Pengembangan Materi Ajar Bahasa Inggris Berbasis Multimedia bagi Guru-Guru SMP/MTs Kota Padang Panjang Sumber* Depdiknas Pendanaan Jml (Juta Rp) Rp.

https://www.pdf-archive.com/2016/01/13/m-zaim/

13/01/2016 www.pdf-archive.com

17-Amalia Sapriati, Sri Tatminingsih 80%

Rancangan penelitian berupa pengembangan dan validasi produk untuk pembelajaran.

https://www.pdf-archive.com/2011/12/05/17-amalia-sapriati-sri-tatminingsih/

05/12/2011 www.pdf-archive.com

32-Diarsi Eka Yani 74%

No Kategori Presentase (%) 1 Tidak memperoleh manfaat apapun 0,0 2 Mendapat teman 30,0 3 Mendapat bantuan usahatani 40,0 4 Mendapat informasi pengembangan usahatani 87,5 Manfaat yang diperoleh anggota kelompok sebagian besar untuk mendapat informasi pengembangan usahatani (87,5%).

https://www.pdf-archive.com/2011/03/16/32-diarsi-eka-yani/

16/03/2011 www.pdf-archive.com

17-Suhartono 72%

Oleh karena itu, pada setiap kegiatan pembangunan dan pengembangan sains, teknologi, masyarakat hendaknya dapat dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan yang berkaitan dengan penggunaan ilmu dan teknologi.

https://www.pdf-archive.com/2011/03/16/17-suhartono/

16/03/2011 www.pdf-archive.com

KURIKULUM 72%

Kurikulum Pendidikan Agama Islam 1) Mata Kuliah Dasar (MKD) Pendidikan Agama Islam No 01 02 03 04 Kode MK MKD001 MKD002 MKD003 MKD004 Mata Kuliah Studi Al-Qur'an Studi Hadits Sejarah Pemikiran Islam Sejarah Peradaban Islam Jumlah SKS 2 2 2 2 8 2) Mata Kuliah Alat Analisis (MKA) Pendidikan Agama Islam No 01 02 03 04 Kode MK MKA001 MKA002 MKA003 MKA004 Mata Kuliah Filsafat Ilmu Pendekatan Pengkajian Islam Statistik Pendidikan Metode Penelitian Pendidikan Islam Jumlah SKS 2 2 2 2 8 3) Mata Kuliah Pendukung (MKP) Pendidikan Agama Islam Kode MK 01 MKP001 02 MKP002 03 MKP003 No Mata Kuliah Bahasa Arab Bahasa Inggris Seminar Proposal Jumlah SKS 2 2 2 6 4) Mata Kuliah Konsentrasi (MKK) Pendidikan Agama Islam No 01 02 03 04 05 06 07 Kode MK MKK001 MKK002 MKK003 MKK004 MKK005 MKK006 MKK007 Mata Kuliah Filsafat Pendidikan Islam Sejarah Sosial Pendidikan Islam Kapita Selekta Pendidikan Islam Metode Pembelajaran Inovatif Evaluasi Pembelajaran PAI Psikologi PAI Dan Kesehatan Mental Pengembangan Kurikulum PAI SKS 2 2 2 2 2 2 2 08 MKK008 09 MKK009 10 MKK010 Teknologi Pembelajaran PAI Telaah Kurikulum PAI di Sekolah Sistem Informasi Manajemen Jumlah 2 2 2 20 5) Tesis No Kode MK 01 TSS001 Mata Kuliah Tesis Jumlah SKS 6 6 B.

https://www.pdf-archive.com/2017/05/12/kurikulum/

12/05/2017 www.pdf-archive.com

Rangkap Jabatan Pejabat Publik 72%

NAMA Achmad Sanusi JABATAN PUBLIK KOMISARIS Kepala Biro Kepegawaian Kementerian Perindustrian/Deputi Polsoskam BPKP Direktur Irigasi Dirjen Sumber Daya Air Kementerian Kepala Staf Angkatan Laut Komisioner PT ASDP Indonesia Ferry Adiari Nurcahyanto Agus Santoso Deputi 5 BIN Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Komisaris Perum Perhutani Perum Navigasi Agus Suharyono Asisten Deputi Usaha Energi, Logistik, Kawasan, dan Pariwisata II Kementerian BUMN Komisaris PT Jasa Marga Ahmad Ansori Mattjik Profesor Emiritus Departemen Statistika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam IPB Komisaris PT Perkebunan Nusantara VII Akhmad Sukardi Akmal Taher Sekda Jatim Staff Ahli Kementerian Kesehatan Bidang Peningkatan Pelayanan Komisaris Perum Perhutani Komisaris Utama PT Indofarma Albinus Silalahi Ketua Prodi Program Doktor Perguruan Kimia Universitas Medan Dewan Komisaris Anggota PT Perkebunan Nusantara II Aloysius Kiik Ro Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN Sekretaris Dirjen Anggaran Asisten Pemerintahan Sekda Sulawesi Selatan Komisaris Independen PT PLN Ardan Adiperdana Arief Witjaksono Kepala BPKP Sekretaris Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian PUPR Komisaris PT Bank Mandiri Tbk Komisaris PT Virama Karya Askolani Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Keuangan Komisaris PT Bank Mandiri Tbk Bambang Gatot Ariyono Dirjen Mineral dan Batubara ESDM Komisaris Antam Bambang Prihartono Direktur Transportasi Kementerian BAPPENAS Komisaris PT INKA Bambang Widianto Sekretaris Wakil Presiden RI Komisaris Independen PT Bank Mandiri Syariah Bedjo Sujanto Binsar H.

https://www.pdf-archive.com/2017/05/22/rangkap-jabatan-pejabat-publik/

22/05/2017 www.pdf-archive.com

61-Nurul Huda 72%

Pengembangan kompetensi tersebut perlu disesuaikan dengan kondisi dan tantangan penyuluhan saat ini, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), serta adanya arus globalisasi yang menuntut daya saing tinggi sehingga dibutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas.

https://www.pdf-archive.com/2011/03/16/61-nurul-huda/

16/03/2011 www.pdf-archive.com

Pejabat Publik 72%

NAMA Achmad Sanusi JABATAN PUBLIK KOMISARIS Kepala Biro Kepegawaian Kementerian Perindustrian/Deputi Polsoskam BPKP Direktur Irigasi Dirjen Sumber Daya Air Kementerian Deputi 5 BIN Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Komisioner PT ASDP Indonesia Ferry Agus Suharyono Asisten Deputi Usaha Energi, Logistik, Kawasan, dan Pariwisata II Kementerian BUMN Komisaris PT Jasa Marga Ahmad Ansori Mattjik Profesor Emiritus Departemen Statistika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam IPB Komisaris PT Perkebunan Nusantara VII Akhmad Sukardi Akmal Taher Sekda Jatim Staff Ahli Kementerian Kesehatan Bidang Peningkatan Pelayanan Komisaris Perum Perhutani Komisaris Utama PT Indofarma Albinus Silalahi Ketua Prodi Program Doktor Perguruan Kimia Universitas Medan Dewan Komisaris Anggota PT Perkebunan Nusantara II Aloysius Kiik Ro Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN Sekretaris Dirjen Anggaran Asisten Pemerintahan Sekda Sulawesi Selatan Komisaris Independen PT PLN Ardan Adiperdana Arief Witjaksono Kepala BPKP Sekretaris Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian PUPR Komisaris PT Bank Mandiri Tbk Komisaris PT Virama Karya Askolani Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Keuangan Komisaris PT Bank Mandiri Tbk Bambang Gatot Ariyono Dirjen Mineral dan Batubara ESDM Komisaris Antam Bambang Prihartono Direktur Transportasi Kementerian BAPPENAS Komisaris PT INKA Bambang Widianto Sekretaris Wakil Presiden RI Komisaris Independen PT Bank Mandiri Syariah Bedjo Sujanto Binsar H.

https://www.pdf-archive.com/2017/05/22/pejabat-publik/

22/05/2017 www.pdf-archive.com

ALGORITMA 5APPP 71%

Ryan Syaifuddin, dkk Prosiding Seminar Hari Meteorologi Dunia STMKG 2017 PENGEMBANGAN ALGORITMA OTOMATISASI PENYANDIAN 5APPP DAN APLIKASINYA DALAM SPREADSHEET Ryan Syaifuddin1, Andang Kurniawan1, Muhadi1 1 Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Tangerang Selatan * Email :

https://www.pdf-archive.com/2018/04/23/algoritma-5appp/

23/04/2018 www.pdf-archive.com

IRAWATI & SILVI ok 71%

Pengembangan Kemitraan Pengembangan kemitraan perlu dilakukan untuk saling membantu antar sesamma UMKM, atau antar UMKM dengan pengusaha besar didalam negri maupun luar negri, untuk menghindari terjadinya monopoli dalam usaha.

https://www.pdf-archive.com/2016/11/08/irawati-silvi-ok/

08/11/2016 www.pdf-archive.com

47-Suroyo 70%

suroyo@ut.ac.id ABSTRAK Dalam pengembangan Pembelajaran Berbantuan Komputer (PBK), sekuen penyampaian materi merupakan faktor penting yang perlu dipertimbangkan mencakup sekuen informasi yang disajikan.

https://www.pdf-archive.com/2011/12/05/47-suroyo/

05/12/2011 www.pdf-archive.com

20-Yuni Tri Hewindati, Budi Prasetyo, Adi Waskito 68%

Secara umum upaya pengembangan obat tradisional mengarah kepada pengembangan kelompok fitofarmaka.

https://www.pdf-archive.com/2011/03/16/20-yuni-tri-hewindati-budi-prasetyo-adi-waskito/

16/03/2011 www.pdf-archive.com