PDF Archive

Easily share your PDF documents with your contacts, on the Web and Social Networks.

Share a file Manage my documents Convert Recover PDF Search Help Contact


Search


PDF Archive search engine
Last database update: 01 October at 03:37 - Around 220000 files indexed.

Show results per page

Results for «perlakuan»:


Total: 21 results - 0.06 seconds

43-Anang Suhardianto 100%

ANALISIS PERUBAHAN SIFAT FISIK DAN ORGANOLEPTIK CAISIN DENGAN PERLAKUAN PENGATURAN SUHU DIMULAI DARI SESAAT SETELAH PANEN, SELAMA PENGANGKUTAN, HINGGA SETELAH PENYIMPANAN *) Anang Suhardianto FMIPA Universitas Terbuka Email:anang@ut.ac.id ABSTRAK Sayuran adalah produk segar yang masih hidup, yang dicirikan dengan adanya aktivitas metabolisme seperti respirasi untuk mempertahankan hidupnya.

https://www.pdf-archive.com/2011/12/05/43-anang-suhardianto/

05/12/2011 www.pdf-archive.com

44-Alsuhendra, Ridawati, dan Agus Iman Santoso 96%

Buah-buah tersebut dicelupkan ke dalam larutan edible coating yang dibuat dengan perlakuan penambahan bahan “plasticizer”, yaitu gliserol, minyak kedelai, dan CaCl2 (1:1:1) dengan konsentrasi 0%, 1%, 1.5%, dan 2% (b/v).

https://www.pdf-archive.com/2011/12/05/44-alsuhendra-ridawati-dan-agus-iman-santoso/

05/12/2011 www.pdf-archive.com

16-Zaraswati Dwyana, Karunia Alie, Gita Srihidayati 94%

Kelompok I diberi kultur Lactobacillus casei kering 1 % b/v dengan volume 20 ml/2 kg, Kelompok II diberi kultur Lactobacillus casei kering 2,5 % b/v dengan volume 20 ml/2 kg, Kelompok III diberi kultur Lactobacillus casei kering 5 % b/v dengan volume 20 ml/2 kg, dan Kelompok IV sebagai kontrol .Hasil penelitian menunjukkkan rata-rata peningkatan aktivitas immunoglobulin M (IgM) setelah perlakuan pada perlakuan Kontrol dengan titer ¼ (0,2040), Perlakuan 1% dengan titer 1/8 (0,8061), Perlakuan 2,5% dengan titer 1/64 (2,6136), dan perlakuan 5% dengan titer 1/16 dan 1/32 (1,7092).

https://www.pdf-archive.com/2011/03/16/16-zaraswati-dwyana-karunia-alie-gita-srihidayati/

16/03/2011 www.pdf-archive.com

PSPC Templet 92%

Contoh Tabel Jenis Perlakuan Persentase Perlakuan 1 0,15 % Perlakuan 2 0,30 % Perlakuan 3 0,45 % Perlakuan 4 0,60 % Perlakuan 5 0,75 % METODE Metode mencakup waktu dan tempat*, variabel yang digunakan (jika ada)*, alat dan bahan*, langkah kerja, dan metode yang digunakan (meliputi uji yang digunakan)*.

https://www.pdf-archive.com/2017/01/06/pspc-templet/

06/01/2017 www.pdf-archive.com

42-A. Masniawati 82%

Filtrat yang diperoleh, ditambahkan pada media pengambilan sesuai dengan perlakuan.

https://www.pdf-archive.com/2011/03/16/42-a-masniawati/

16/03/2011 www.pdf-archive.com

49-Syarifuddin Liong, Alfian Noor, Paulina Taba, Asmawati Abdullah 77%

Diagram kerja penanaman dan perlakuan tanaman dilaksanakan seperti pada Gambar-1 dibawah ini.

https://www.pdf-archive.com/2011/03/16/49-syarifuddin-liong-alfian-noor-paulina-taba-asmawati-abdullah/

16/03/2011 www.pdf-archive.com

73-Karlimah 69%

Perlakuan dalam menyelesaikan masalah secara matematis tersebut dinyatakan sebagai kapasitas matematis.

https://www.pdf-archive.com/2011/03/16/73-karlimah/

16/03/2011 www.pdf-archive.com

45-Ridawati, Alsuhendra, Indah Sukma Wardhini 68%

Modifikasi juga dilakukan pada bahan dasar, seperti protein atau pati hingga penambahan bahan lain atau dengan perlakuan-perlakuan khusus.

https://www.pdf-archive.com/2011/12/05/45-ridawati-alsuhendra-indah-sukma-wardhini/

05/12/2011 www.pdf-archive.com

13-Soraya Habibi 68%

Perlakuan pada tahapan pupa insekta dengan ekstrak juvenile hormone akan mengganggu morfogenesis selama tahapan molting pupa ke dewasa dan menghasilkan bentuk insekta intermediet yang tidak mampu untuk bertahan.

https://www.pdf-archive.com/2011/12/05/13-soraya-habibi/

05/12/2011 www.pdf-archive.com

65-Tri Ratna Nastiti 66%

Pada pembuatan minyak sawit secara konvensional diperlukan beberapa perlakuan, misalnya :

https://www.pdf-archive.com/2011/03/16/65-tri-ratna-nastiti/

16/03/2011 www.pdf-archive.com

Agung 1 Asep Rohiman Lesmana 64%

Rancangan intervensi equivalent time series design dengan tahapan peneliti memilih partisipan dalam penelitian, melakukan pengukuran variabel dependen (pre-test), pemberian perlakuan kesatu pada kelompok eksperimen, melakukan pengukuran variabel dependen (post-test), pemberian perlakuan kedua pada kelompok eksperimen, peneliti melakukan pengukuran variabel dependen (post-test) untuk melihat pengaruh perlakuan ke 2, pemberian perlakuan ke 3 pada kelompok eksperimen, dan peneliti melakukan pengukuran variabel dependen (posttest).

https://www.pdf-archive.com/2016/09/25/agung-1-asep-rohiman-lesmana/

25/09/2016 www.pdf-archive.com

Agen Sbobet Asia Profesional 52%

Hal tersebut yang pasti bikin banyak turis lebih puas buat bertandang lantaran terasa mendapatkan perlakuan special sesaat masyarakat asli terasa sedikit jengah bertandang lantaran mesti membayar ticket masuk.

https://www.pdf-archive.com/2015/11/11/agen-sbobet-asia-profesional/

11/11/2015 www.pdf-archive.com

Widhiarso 2010 - Catatan dalam Penggunaan Eta-Squared dalam ANAVA 47%

Catatan dalam Penggunaan Eta-Squared dalam Analisis Varians   Oleh Wahyu Widhiarso | Fakultas Psikologi UGM | 2010    Setelah membaca artikel tulisan Stephen Olejnik dan James Algina yang berjudul “Generalized Eta  and Omega Squared Statistics: Measures of Effect Size for Some Common Research Designs” yang  diterbitkan  oleh  Jurnal  Psychological  Methods  tahun  2003  cukup  mengagetkan.  Nampaknya  apa  yang selama ini dilakukan peneliti untuk mengestimasi nilai sumbangan efektif (efek ukuran/effect  size) dengan menggunakan analisis varians (ANAVA) baik untuk penelitian eksperimen maupun non  eksperimen  perlu  diperbaiki.  Selama  ini  peneliti  yang  menggunakan  program  SPSS  banyak  menggunakan  fasilitas  default  program  tersebut  untuk  menghitung  effect  size.  Dengan  mengklik  tombol  effect  size  maka  nilai  partial  eta  squared  akan  muncul.  Nah,  biasanya  yang  kita  laporkan  untuk menunjukkan berapa sumbangan efektif adalah partial eta squared tersebut. Padahal banyak  catatan  untuk  menggunakan  koefisien  tersebut.  Yang  dianjurkan  oleh   Olejnik  dan  Algina  (2003)  adalah generalized eta squared. Apa bedanya ?  PENGERTIAN  • • • • Eta‐squared adalah salah satu ukuran hubungan; sama seperti koefisien korelasi pada skala 0‐1  yang dapat memberitahu anda berapa banyak varians di VARIABEL DEPENDEN (VD) yang dapat  dijelaskan oleh masing‐masing VARIABEL INDEPENDEN (VI).  Eta‐squared analog untuk R kuadrat dan dapat dianggap sebagai sebuah persentase pada skala  0‐100.  Eta‐squared  adalah  informasi  tambahan  yang  hanya  berguna  jika  hubungan  atau  perbedaan  yang disimpulkan dari analisis adalah signifikan.  Eta‐squared  mencerminkan  persentase  varians  VD  dijelaskan  oleh  VI  pada  data  sampel.  Sebagai  estimasi  varians  yang  dijelaskan  dalam  populasi  itu  adalah  berpotensi  menghasilkan  informasi  yang  bias  (over  atau  under  estimate).  Omega‐squared  adalah  salah  satu  alternatif  yang disarankan.\  PERBANDINGAN    Eta‐squared  • • • • • Eta‐squared = SSbetween / SStotal  Ada satu eta‐squared pada tiap efek (misalnya eta pada interaksi).  Eta‐squared jika ditotal maka hasilnya sama dengan 1 (100% efek)  Tidak tersedia pada SPSS.  Persen  dari varians dijelaskan oleh tiap variabel independen.  Partial eta‐squared  • Partial eta‐squared = SSbetween / SStotal + SSerror    1    • • • Tersedia pada SPSS.  Jika ditotal maka jumlahnya tidak sama dengan 1 sehingga sulit untuk diinterpretasikan  Not recommended.  Catatan  • • • Jika diterapkan pada ANOVA satu jalur maka eta‐squared dan partial eta‐squared adalah sama.  Untuk desain yang lebih kompleks, yang sebagian eta‐squared umumnya akan lebih besar dari  eta‐squared.  Untuk  ANOVA  campuran,  eta‐squared  harus  dihitung  secara  terpisah  dalam  konteks  efek‐ subjek dalam tabel ANOVA dan efek antara‐subjek tabel ANOVA. Dalam situasi ini, eta‐squared  jika dijumlah dapat bernilai 1 untuk efek dalam subjek (within subject), dan 1 untuk efek antar  subjek (between subject). Tapi mereka tidak bisa semua dikombinasikan untuk sama 1.  KESIMPULAN  Partial  eta  squared  dipengaruhi  oleh   jenis,  desain,  strategi  dan  pengukuran,  dengan  demikian  peneliti  perlu  berhati‐hatilah  dengan  membandingkan  eta‐squared  antara  studi  yang  berbeda,  terutama jika desain bervariasi. Misalnya ada dua penelitian A dan B bertujuan menguji pengaruh  faktor terapi perilaku untuk menurunkan kontrol diri. Prosedur, waktu, intensitas dsb pada kedua  terapi adalah sama. Penelitian A melibatkan variabel jender, sedangkan penelitian B tidak. Karena  komposisi  variabel  yang  berbeda,  maka  jenis  analisis  kedua  penelitian  di  atas  juga  berbeda.  Jika  secara  empirik  jender  turut  mempengaruhi  keberhasilan  terapi  (kontrol  diri),  maka  nilai  peranan  terapi pada kedua penelitian di atas berbeda. Peranan terapi pada penelitian A (melibatkan jender)  menjadi  lebih  kecil  dibanding  dengan  penelitian  B  (tanpa  melibatkan  jender).  Jika  kita  menggunakan partial eta squared  melalui SPSS untuk melihat sumbangan efektif perlakuan, maka  hasil  dua  partial  eta  squared  pada  masing‐masing  penelitian  tidak  dapat  dibandingkan.  Hal  ini  dikarenakan partial eta squared tergantung pada desain eksperimen.  Mengutip apa yang ditulis di artikel Olejnik dan James Algina, dijelaskan bahwa Cohen (1973) telah  memperingatkan  bahwa  penggunaan   eta  kuadrat  parsial  kurang  tepat  dan  bahkan  dapat  menyesatkan bila desain penelitian melibatkan variabel lain (blocking). Adanya variabel lain dalam  desain  faktorial  akan  mengurangi  sel  Sum  of  Square  Within  Subject.  Akibatnya,  komputasi  eta  kuadrat  parsial  atau  omega  kuadrat  menghasilkan  estimasi  ukuran  efek  yang  tidak  sebanding  dengan perkiraan ukuran efek dalam studi yang tidak memasukkan variabel lain. Dengan kata lain,  eta kuadrat parsial atau omega kuadrat akan memberikan perkiraan ukuran efek yang dapat jauh  lebih besar daripada ukuran efek diperkirakan dari sebuah studi yang tidak memasukkan variabel  lain.  Meskipun  orang  melihat  bahwa  ukuran  efek  yang  besar  adalah  konsekuensi  dari  rancangan  penelitian  yang  kuat,  peningkatan  ukuran  efek  karena  variabel  lain  tidak  dapat  dibandingkan  dengan penelitian yang tidak melibatkannya.  Singkatnya,  peneliti  yang  melaporkan  hasil  ANOVA,  termasuk  dengan  satu  atau  lebih  faktor  mengulangi  langkah‐langkah,  didorong  untuk  melaporkan  GENERALIZED  ETA  SQUARED  seperti  yang didefinisikan oleh Olejnik dan Algina (2003).  Ditambahkan oleh mereka bahwa Generalized Eta Squared dan Omega Squared kuadrat memiliki  dua keuntungan utama. Pertama, statistik ini memberikan ukuran efek yang sebanding di berbagai  desain penelitian populer dalam pendidikan dan psikologi. Kedua, langkah‐langkah ini memberikan  efek‐ukuran  indeks  efek  yang  konsisten  dengan  pedoman  Cohen  (1988)  untuk  menentukan  besarnya efek ukuran (effect size). Cohen tiga dekade yang lalu telah menunjukkan bahwa desain  harus menjadi pertimbangan saat menghitung ukuran‐ukuran efek. Saat ini, sebagian besar peneliti    2    yang  memilih  untuk  melaporkan  ukuran  efek  sebagai  proporsi  varians  VI  yang  menjelaskan  VD  namun mengabaikan peringatan dari Cohen.  Dengan menggunakan prosedur yang ditulis dalam artikelnya, peneliti dapat meluruskan kelalaian  tersebut  dan menggunakan  ukuran  efek yang  dapat  dibandingkan  (comparable).  Generalized  Eta  Squared  dan  Omega  Squared  dapat  memberikan  efek‐langkah  ukuran  efek  yang  dapat  dibandingkan  meski  penelitian  yang  dilakukan  memiliki  desain  penelitian  yang  berbeda  dengan  populasi tertentu.  Artikel yang lebih lengkap dapat dibaca di sini  Olejnik, S., & Algina, J. (2003). Generalized Eta and Omega Squared Statistics: Measures of Effect  Size  for  Some  Common  Research  Designs.  [doi:10.1037/1082‐989X.8.4.434].  Psychological  Methods, 8(4), 434‐447.   Jena, 2010  Wahyu Widhiarso    3   

https://www.pdf-archive.com/2012/05/01/widhiarso-2010-catatan-dalam-penggunaan-eta-squared-dalam-anava/

01/05/2012 www.pdf-archive.com

buku 5 dharmaduta vihara sukhavati prajna 45%

Daftar Isi Buku Profil Penulis - I Daftar Isi - III Pendahuluan - 1 Syukuran Vihara Sukhavati Prajna - 6 Buddha-Bodhisattva menerima apapun perlakuan manusia - 11 Berjodoh secara tubuh dan roh dengan Mahaguru - 18 Pembabaran Sutra Raja Agung Avalokitesvara Bodhisattva - 38 Hu Buddha Chi Kung - 44 Wakil Buddha-Bodhisattva dan Dharmapala untuk Vihara - 47 Makna Waisak dan terpilihnya calon Dharmaduta – 51 Mengadakan retreat pertama kali - 56 Satu persatu calon Dharmaduta mengucapkan sumpah Bodhi - 59 Menjalankan Dharma ada suka dan dukanya - 62 Tahapan Annutharayoga Tantra dan perlindungan para Dharmapala - 68 Ujian mara tahap ke-3 - 76 Bersama Mahastamaprapta Bodhisattva mengunjungi Alam Sukhavati - 86 Pertobatan Bhagavati Usnissa Vijaya - 94 Memberikan yang terbaik adalah kebahagiaan - 97 Pelimpahan Jasa dan Penyeberangan Roh - 100 Menjalani pengasingan dan Memahami Sunyata (Dzogchen &

https://www.pdf-archive.com/2017/02/21/buku-5-dharmaduta-vihara-sukhavati-prajna/

21/02/2017 www.pdf-archive.com

36-Dirayah Rauf Husain 44%

Pada penanganan limbah hidrokarbon perlakuan dengan penambahan surfaktan sintesis sering dilakukan untuk memungkinkan terjadinya emulsifikasi.

https://www.pdf-archive.com/2011/03/16/36-dirayah-rauf-husain/

16/03/2011 www.pdf-archive.com

54-Alsuhendra dan Ridawati 43%

Tahap Penelitian Ada dua jenis perlakuan yang dipelajari, yaitu:

https://www.pdf-archive.com/2011/03/16/54-alsuhendra-dan-ridawati/

16/03/2011 www.pdf-archive.com

47-Suroyo 38%

Eksperimen dilakukan terhadap sampel acak sebanyak 156 siswa kelas VIII dari 5 SMP Negeri di 4 Kabupaten di Daerah Istimewa Jogjakarta tahun 2002 yang diberikan perlakuan penyajian PBK sekuen linear dan bercabang.

https://www.pdf-archive.com/2011/12/05/47-suroyo/

05/12/2011 www.pdf-archive.com

Draf TATIB final penetapan 37%

Kedudukan Protokoler adalah kedudukan yang diberikan kepada seseorang untuk mendapatkan penghormatan, perlakuan, dan tata tempat dalam acara resmi atau pertemuan resmi;

https://www.pdf-archive.com/2011/01/29/draf-tatib-final-penetapan-1/

29/01/2011 www.pdf-archive.com

14-Yunizar, Jakoni dan Ali Jamil 36%

Kombinasi perlakuan sistem tanam jajar legowo 1 :

https://www.pdf-archive.com/2011/03/16/14-yunizar-jakoni-dan-ali-jamil/

16/03/2011 www.pdf-archive.com

YUSRIZAL ok 34%

Hal ini dengan asumsi bahwa manfaat utama dari pembiayaan dengan modal pinjaman adalah perlakuan pajak dari pemerintah yang mengizinkan bahwa pembayaran bunga atas pinjaman dapat dikurangi dalam menghitung pendapatan kena pajak.Dalam Trade-off models yang didukung oleh penelitian-penelitian Brealey&Myers (1991);

https://www.pdf-archive.com/2016/11/08/yusrizal-ok/

08/11/2016 www.pdf-archive.com

Manajemen Konflik 32%

Rasa membenci hanya akan menimbulkan perlakuan yang tidak adil.

https://www.pdf-archive.com/2018/09/01/manajemen-konflik/

01/09/2018 www.pdf-archive.com