Search


PDF Archive search engine
Last database update: 17 May at 11:24 - Around 76000 files indexed.


Show results per page

Results for «rancangan»:


Total: 25 results - 0.025 seconds

46-Sri Enny Triwidiastuti 100%

AXIOMATIC DESIGN Teknik rancangan aksiomatik (axiomatic design) dinyatakan dapat mengurangi timbulnya resiko, mengurangi biaya dan mempercepat produk sampai ke pelanggan dengan cara (Suh, 2001):

https://www.pdf-archive.com/2011/12/05/46-sri-enny-triwidiastuti/

05/12/2011 www.pdf-archive.com

25-Agus Santoso 90%

aguss@mail.ut.ac.id ABSTRAK Rancangan tes adaptif terkomputerisasi lebih efisien dibandingkan tes konvensional.

https://www.pdf-archive.com/2011/03/16/25-agus-santoso/

16/03/2011 www.pdf-archive.com

11-Ngarap Im Manik 82%

Sehubungan dengan hal tersebut di atas maka perlu dilakukan rancangan model peta profil dosen perguruan tinggi.

https://www.pdf-archive.com/2011/03/16/11-ngarap-im-manik/

16/03/2011 www.pdf-archive.com

24-Agus Santoso 79%

PERBANDINGAN METODE KEMUNGKINAN MAKSIMUM DAN BAYES DALAM MENAKSIR KEMAMPUAN PESERTA TES PADA RANCANGAN TES ADAPTIF Agus Santoso Jurusan Statistik FMIPA Universitas Terbuka email:aguss@ut.ac.id ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan metode Kemungkinan Maksimum (Maximum Likelihood,) dan metode Bayes dalam menaksir kemampuan peserta pada rancangan tes adaptif.

https://www.pdf-archive.com/2011/12/05/24-agus-santoso/

05/12/2011 www.pdf-archive.com

16-Zaraswati Dwyana, Karunia Alie, Gita Srihidayati 65%

Pengumpulan dan Analisis Data Data yang diperoleh dari hasil pengamatan pengenceran tertinggi serum darah kelinci yang masih dapat mengaglutinasi sel darah merah domba dikumpulkan yang selanjutnya dianalisa secara statistika dengan menggunakan rancangan percobaan.

https://www.pdf-archive.com/2011/03/16/16-zaraswati-dwyana-karunia-alie-gita-srihidayati/

16/03/2011 www.pdf-archive.com

laporan komisi B Peb011 60%

- Dalam Rancangan kegiatan Bupati membuat dan menyampaikan rancangan program kegiatan dan penganggaran dana bagi hasil cukai hasil tembakau.

https://www.pdf-archive.com/2011/03/15/laporan-komisi-b-peb011/

15/03/2011 www.pdf-archive.com

32-Adi Winata dan Ernik Yuliana 55%

Rancangan penelitian adalah exploratory research design.

https://www.pdf-archive.com/2011/12/05/32-adi-winata-dan-ernik-yuliana/

05/12/2011 www.pdf-archive.com

PSPC Templet 53%

Lampiran lain seperti dokumentasi, data, gambar rancangan teknologi, dan informasi lain yang mendukung tulisan.

https://www.pdf-archive.com/2017/01/06/pspc-templet/

06/01/2017 www.pdf-archive.com

14-Yunizar, Jakoni dan Ali Jamil 53%

Penelitian disusun berdasarkan Rancangan petak Terbagi.

https://www.pdf-archive.com/2011/03/16/14-yunizar-jakoni-dan-ali-jamil/

16/03/2011 www.pdf-archive.com

Template Jurnal KEMBARA 52%

rancangan penelitian, objek penelitian, bahan dan alat utama, tempat, sumber data, teknik pengumpulan data, dan analisis data yang secara nyata dilakukan peneliti.

https://www.pdf-archive.com/2016/05/03/template-jurnal-kembara/

03/05/2016 www.pdf-archive.com

9-Bualkar Abdullah, Yono H Pramono, dan Eddy Yahya 51%

Selanjutnya hasil rancangan ini di fabrikasi dan dikarakterisasi dengan menggunakan Network Analyzer Spectrum BENTUK GEOMETRI DAN ANALISIS Bentuk geometri antena dan parameter yang digunakan dapat dilihat pada Gambar 1.

https://www.pdf-archive.com/2011/03/16/9-bualkar-abdullah-yono-h-pramono-dan-eddy-yahya/

16/03/2011 www.pdf-archive.com

Widhiarso 2010 - Catatan dalam Penggunaan Eta-Squared dalam ANAVA 46%

Catatan dalam Penggunaan Eta-Squared dalam Analisis Varians   Oleh Wahyu Widhiarso | Fakultas Psikologi UGM | 2010    Setelah membaca artikel tulisan Stephen Olejnik dan James Algina yang berjudul “Generalized Eta  and Omega Squared Statistics: Measures of Effect Size for Some Common Research Designs” yang  diterbitkan  oleh  Jurnal  Psychological  Methods  tahun  2003  cukup  mengagetkan.  Nampaknya  apa  yang selama ini dilakukan peneliti untuk mengestimasi nilai sumbangan efektif (efek ukuran/effect  size) dengan menggunakan analisis varians (ANAVA) baik untuk penelitian eksperimen maupun non  eksperimen  perlu  diperbaiki.  Selama  ini  peneliti  yang  menggunakan  program  SPSS  banyak  menggunakan  fasilitas  default  program  tersebut  untuk  menghitung  effect  size.  Dengan  mengklik  tombol  effect  size  maka  nilai  partial  eta  squared  akan  muncul.  Nah,  biasanya  yang  kita  laporkan  untuk menunjukkan berapa sumbangan efektif adalah partial eta squared tersebut. Padahal banyak  catatan  untuk  menggunakan  koefisien  tersebut.  Yang  dianjurkan  oleh   Olejnik  dan  Algina  (2003)  adalah generalized eta squared. Apa bedanya ?  PENGERTIAN  • • • • Eta‐squared adalah salah satu ukuran hubungan; sama seperti koefisien korelasi pada skala 0‐1  yang dapat memberitahu anda berapa banyak varians di VARIABEL DEPENDEN (VD) yang dapat  dijelaskan oleh masing‐masing VARIABEL INDEPENDEN (VI).  Eta‐squared analog untuk R kuadrat dan dapat dianggap sebagai sebuah persentase pada skala  0‐100.  Eta‐squared  adalah  informasi  tambahan  yang  hanya  berguna  jika  hubungan  atau  perbedaan  yang disimpulkan dari analisis adalah signifikan.  Eta‐squared  mencerminkan  persentase  varians  VD  dijelaskan  oleh  VI  pada  data  sampel.  Sebagai  estimasi  varians  yang  dijelaskan  dalam  populasi  itu  adalah  berpotensi  menghasilkan  informasi  yang  bias  (over  atau  under  estimate).  Omega‐squared  adalah  salah  satu  alternatif  yang disarankan.\  PERBANDINGAN    Eta‐squared  • • • • • Eta‐squared = SSbetween / SStotal  Ada satu eta‐squared pada tiap efek (misalnya eta pada interaksi).  Eta‐squared jika ditotal maka hasilnya sama dengan 1 (100% efek)  Tidak tersedia pada SPSS.  Persen  dari varians dijelaskan oleh tiap variabel independen.  Partial eta‐squared  • Partial eta‐squared = SSbetween / SStotal + SSerror    1    • • • Tersedia pada SPSS.  Jika ditotal maka jumlahnya tidak sama dengan 1 sehingga sulit untuk diinterpretasikan  Not recommended.  Catatan  • • • Jika diterapkan pada ANOVA satu jalur maka eta‐squared dan partial eta‐squared adalah sama.  Untuk desain yang lebih kompleks, yang sebagian eta‐squared umumnya akan lebih besar dari  eta‐squared.  Untuk  ANOVA  campuran,  eta‐squared  harus  dihitung  secara  terpisah  dalam  konteks  efek‐ subjek dalam tabel ANOVA dan efek antara‐subjek tabel ANOVA. Dalam situasi ini, eta‐squared  jika dijumlah dapat bernilai 1 untuk efek dalam subjek (within subject), dan 1 untuk efek antar  subjek (between subject). Tapi mereka tidak bisa semua dikombinasikan untuk sama 1.  KESIMPULAN  Partial  eta  squared  dipengaruhi  oleh   jenis,  desain,  strategi  dan  pengukuran,  dengan  demikian  peneliti  perlu  berhati‐hatilah  dengan  membandingkan  eta‐squared  antara  studi  yang  berbeda,  terutama jika desain bervariasi. Misalnya ada dua penelitian A dan B bertujuan menguji pengaruh  faktor terapi perilaku untuk menurunkan kontrol diri. Prosedur, waktu, intensitas dsb pada kedua  terapi adalah sama. Penelitian A melibatkan variabel jender, sedangkan penelitian B tidak. Karena  komposisi  variabel  yang  berbeda,  maka  jenis  analisis  kedua  penelitian  di  atas  juga  berbeda.  Jika  secara  empirik  jender  turut  mempengaruhi  keberhasilan  terapi  (kontrol  diri),  maka  nilai  peranan  terapi pada kedua penelitian di atas berbeda. Peranan terapi pada penelitian A (melibatkan jender)  menjadi  lebih  kecil  dibanding  dengan  penelitian  B  (tanpa  melibatkan  jender).  Jika  kita  menggunakan partial eta squared  melalui SPSS untuk melihat sumbangan efektif perlakuan, maka  hasil  dua  partial  eta  squared  pada  masing‐masing  penelitian  tidak  dapat  dibandingkan.  Hal  ini  dikarenakan partial eta squared tergantung pada desain eksperimen.  Mengutip apa yang ditulis di artikel Olejnik dan James Algina, dijelaskan bahwa Cohen (1973) telah  memperingatkan  bahwa  penggunaan   eta  kuadrat  parsial  kurang  tepat  dan  bahkan  dapat  menyesatkan bila desain penelitian melibatkan variabel lain (blocking). Adanya variabel lain dalam  desain  faktorial  akan  mengurangi  sel  Sum  of  Square  Within  Subject.  Akibatnya,  komputasi  eta  kuadrat  parsial  atau  omega  kuadrat  menghasilkan  estimasi  ukuran  efek  yang  tidak  sebanding  dengan perkiraan ukuran efek dalam studi yang tidak memasukkan variabel lain. Dengan kata lain,  eta kuadrat parsial atau omega kuadrat akan memberikan perkiraan ukuran efek yang dapat jauh  lebih besar daripada ukuran efek diperkirakan dari sebuah studi yang tidak memasukkan variabel  lain.  Meskipun  orang  melihat  bahwa  ukuran  efek  yang  besar  adalah  konsekuensi  dari  rancangan  penelitian  yang  kuat,  peningkatan  ukuran  efek  karena  variabel  lain  tidak  dapat  dibandingkan  dengan penelitian yang tidak melibatkannya.  Singkatnya,  peneliti  yang  melaporkan  hasil  ANOVA,  termasuk  dengan  satu  atau  lebih  faktor  mengulangi  langkah‐langkah,  didorong  untuk  melaporkan  GENERALIZED  ETA  SQUARED  seperti  yang didefinisikan oleh Olejnik dan Algina (2003).  Ditambahkan oleh mereka bahwa Generalized Eta Squared dan Omega Squared kuadrat memiliki  dua keuntungan utama. Pertama, statistik ini memberikan ukuran efek yang sebanding di berbagai  desain penelitian populer dalam pendidikan dan psikologi. Kedua, langkah‐langkah ini memberikan  efek‐ukuran  indeks  efek  yang  konsisten  dengan  pedoman  Cohen  (1988)  untuk  menentukan  besarnya efek ukuran (effect size). Cohen tiga dekade yang lalu telah menunjukkan bahwa desain  harus menjadi pertimbangan saat menghitung ukuran‐ukuran efek. Saat ini, sebagian besar peneliti    2    yang  memilih  untuk  melaporkan  ukuran  efek  sebagai  proporsi  varians  VI  yang  menjelaskan  VD  namun mengabaikan peringatan dari Cohen.  Dengan menggunakan prosedur yang ditulis dalam artikelnya, peneliti dapat meluruskan kelalaian  tersebut  dan menggunakan  ukuran  efek yang  dapat  dibandingkan  (comparable).  Generalized  Eta  Squared  dan  Omega  Squared  dapat  memberikan  efek‐langkah  ukuran  efek  yang  dapat  dibandingkan  meski  penelitian  yang  dilakukan  memiliki  desain  penelitian  yang  berbeda  dengan  populasi tertentu.  Artikel yang lebih lengkap dapat dibaca di sini  Olejnik, S., & Algina, J. (2003). Generalized Eta and Omega Squared Statistics: Measures of Effect  Size  for  Some  Common  Research  Designs.  [doi:10.1037/1082‐989X.8.4.434].  Psychological  Methods, 8(4), 434‐447.   Jena, 2010  Wahyu Widhiarso    3   

https://www.pdf-archive.com/2012/05/01/widhiarso-2010-catatan-dalam-penggunaan-eta-squared-dalam-anava/

01/05/2012 www.pdf-archive.com

60-Tutisiana Silawati, Warsito, Atun Ismarwati 42%

METODOLOGI Rancangan Penelitian Variabel yang menentukan Hasil Belajar TAP:

https://www.pdf-archive.com/2011/03/16/60-tutisiana-silawati-warsito-atun-ismarwati/

16/03/2011 www.pdf-archive.com

51-Nurul Huda 42%

METODOLOGI Rancangan penelitian ini adalah explanatory research yang berupaya menjelaskan fenomena kompetensi personal penyuluh alumni UT.

https://www.pdf-archive.com/2011/12/05/51-nurul-huda/

05/12/2011 www.pdf-archive.com

M Zaim 41%

Judul/Tema/Jenis Rekayasa Sosial Lainnya yang Telah Diterapkan Penyusunan RPJP Kota Padang Panjang Penyusunan Rancangan Induk Pengembangan Pendidikan Kota Padang Penyusunan Renstra LPMP Propinsi Sumatera Barat 2011-2015 Penyusunan Renstra FBS Universitas Negeri Padang 2012-2016 4 Tahun 2007 2009 2011 2012 Tempat Penerapan Kota Padang Panjang Kota Padang Respon Masyarakat Baik Sumatera Barat Kota Padang Baik Baik Baik

https://www.pdf-archive.com/2016/01/13/m-zaim/

13/01/2016 www.pdf-archive.com

PU RAPBD 2011 41%

FRAKSI PARTAI KEBANGKITAN BANGSA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA PANDANGAN UMUM FRAKSI PARTAI KEBANGKITAN BANGSA TERHADAP RANCANGAN PERATURAN DAERAH KAB.

https://www.pdf-archive.com/2010/12/23/pu-rapbd-2011/

23/12/2010 www.pdf-archive.com

PU RAPBD Des 2011 (Raperda) 41%

FRAKSI PARTAI KEBANGKITAN BANGSA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA PANDANGAN UMUM FRAKSI PARTAI KEBANGKITAN BANGSA TERHADAP RANCANGAN PERATURAN DAERAH KAB.

https://www.pdf-archive.com/2010/12/24/pu-rapbd-des-2011-raperda/

24/12/2010 www.pdf-archive.com

71-Ernik Yuliana dan Adi Winata 40%

METODE Rancangan penelitian menggunakan exploratory research design.

https://www.pdf-archive.com/2011/12/05/71-ernik-yuliana-dan-adi-winata/

05/12/2011 www.pdf-archive.com

59-Harmi Sugiarti 38%

Tugas tutor yaitu membuat rancangan pelaksanaan tuton, membuat materi inisiasi sebanyak 8 buah, menyusun tugas yang akan dikerjakan oleh mahasiswa sekurangkurangnya 3 tugas, mengupload materi inisiasi kepada peserta tuton sesuai dengan jadwal, membuka situs tuton untuk mata kuliahnya setiap hari, membalas pertanyaan atau permintaan tanggapan dari mahasiswa sesegera mungkin, memeriksa dan memberi nilai tugas yang dikerjakan oleh mahasiswa, menentukan nilai akhir yang diperoleh mahasiswa dalam tuton, menyerahkan daftar nilai peserta tuton kepada Pusat Pengujian selambat-lambatnya 2 minggu setelah pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS), dan menginformasikan nilai akhir tuton kepada peserta tuton (Universitas Terbuka, 2004).

https://www.pdf-archive.com/2011/03/16/59-harmi-sugiarti/

16/03/2011 www.pdf-archive.com

47-Suroyo 38%

Eksperimen ini menggunakan rancangan faktorial 2 x 2 dengan matriks pada Tabel 2 sebagai berikut:

https://www.pdf-archive.com/2011/12/05/47-suroyo/

05/12/2011 www.pdf-archive.com

3-Ernik Yuliana, Adhi Susilo, Deddy Ahmad Suhardi 37%

Rancangan penelitian menggunakan exploratory research design.

https://www.pdf-archive.com/2011/03/16/3-ernik-yuliana-adhi-susilo-deddy-ahmad-suhardi/

16/03/2011 www.pdf-archive.com

17-Amalia Sapriati, Sri Tatminingsih 35%

Rancangan penelitian berupa pengembangan dan validasi produk untuk pembelajaran.

https://www.pdf-archive.com/2011/12/05/17-amalia-sapriati-sri-tatminingsih/

05/12/2011 www.pdf-archive.com

ANGEL & ZULHELMI ok 35%

Promosi Dalam mengelola suatu sistem komunikasi pemasaran diperlukan suatu rancangan strategi dan programprogram penjualan yang efektif dan efisien.

https://www.pdf-archive.com/2016/11/08/angel-zulhelmi-ok/

08/11/2016 www.pdf-archive.com

JURNAL PAK TEDDY 33%

Undang-undang (UU) nomor 21 tahun 2011 telah melalui masa 8 tahun Rancangan Undang-Undang dan telah disahkan pada tanggal 22 November 2011 oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

https://www.pdf-archive.com/2016/11/08/jurnal-pak-teddy/

08/11/2016 www.pdf-archive.com

Agung 1 Asep Rohiman Lesmana 28%

Rancangan intervensi equivalent time series design dengan tahapan peneliti memilih partisipan dalam penelitian, melakukan pengukuran variabel dependen (pre-test), pemberian perlakuan kesatu pada kelompok eksperimen, melakukan pengukuran variabel dependen (post-test), pemberian perlakuan kedua pada kelompok eksperimen, peneliti melakukan pengukuran variabel dependen (post-test) untuk melihat pengaruh perlakuan ke 2, pemberian perlakuan ke 3 pada kelompok eksperimen, dan peneliti melakukan pengukuran variabel dependen (posttest).

https://www.pdf-archive.com/2016/09/25/agung-1-asep-rohiman-lesmana/

25/09/2016 www.pdf-archive.com