Search


PDF Archive search engine
Last database update: 01 August at 15:38 - Around 76000 files indexed.


Show results per page

Results for «sikap»:


Total: 50 results - 0.042 seconds

3-Ernik Yuliana, Adhi Susilo, Deddy Ahmad Suhardi 100%

Persepsi terkait erat dengan masalah sikap, karena persepsi merupakan komponen kognitif sikap.

https://www.pdf-archive.com/2011/03/16/3-ernik-yuliana-adhi-susilo-deddy-ahmad-suhardi/

16/03/2011 www.pdf-archive.com

51-Nurul Huda 98%

Untuk dapat melaksanakan tugas pokok dan fungsinya dengan baik, penyuluh perlu memiliki kompetensi tertentu, baik dalam aspek pengetahuan, sikap mental, maupun keterampilannya.

https://www.pdf-archive.com/2011/12/05/51-nurul-huda/

05/12/2011 www.pdf-archive.com

73-Karlimah 94%

Selain kemampuan yang berkaitan dengan keterampilan komunikasi dan pemecahan masalah matematis, juga perlu dikembangkan sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian, dan minat dalam mempelajari matematika, serta sikap ulet dan percaya diri dalam memecahkan masalah (Departemen Pendidikan Nasional, 2006).

https://www.pdf-archive.com/2011/03/16/73-karlimah/

16/03/2011 www.pdf-archive.com

Widhiarso 2010 - Respon Alternatif Tengah pada Skala Likert 93%

Pengembangan Skala Psikologi :  Lima Kategori Respons ataukah Empat Kategori Respons ?     Oleh : Wahyu Widhiarso  Fakultas Psikologi UGM    Berapa kategori opsi yang disediakan dalam skala psikologi masih dalam perdebatan. Namun sebagian besar  sudah menunjukkan beberapa kesepakatan yang ditunjukkan dengan hasil‐hasil penelitian yang konsisten.  Lima kategori respons ataukah empat kategori respons ? Tulisan ini mencoba membedah berbagai pandangan  dari ahli yang mendukung masing‐masing jenis. Meski sudah sampai pada kesimpulan, tulisan ini masih dalam  taraf draft karena masih banyak hasil‐hasil penelitian yang belum dieksplorasi.  Mengapa Menyediakan Ketegori Tengah ?  Upaya untuk memasukkan kategori tengah (middle category) adalah untuk memfasilitasi responden yang  memiliki trait yang sedang (moderate trait standing). Klopfer dan Madden (1980) menjelaskan bahwa  penyediakan alternatif tengah respons bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi responden yang  memiliki sikap moderat terhadap pernyataan yang diberikan. Tidak disediakannya alternatif tengah akan  menyebabkan responden merasa dipaksa untuk memilih alternatif secara bipolar. Keterpaksaan ini akan  memberikan kontribusi kesalahan sistematis dalam pengukuran.   Penggunaan alternatif tengah secara historis memang ada. Likert yang mengembangkan skala yang kemudian  dinamakan dengan Skala Likert dari awalnya memang menyediakan kategori respons tengah. Skala Likert  memuat pernyataan yang responden diminta untuk mengevaluasi kesesuaian responden dengan pernyataan  yang diberikan. Lima kategori respon disediakan untuk dipilih oleh responden.   Meski Likert menyarankan lima alternatif respons, namun banyak ahli yang menyarankan untuk menggunakan  bermacam‐macam jumlah kategori respon. Sebuah studi empiris menemukan bahwa 5 atau 7 alternatif respon  skala titik dapat menghasilkan nilai rata‐rata sedikit lebih tinggi (secara relatif dari skor tertinggi yang mungkin  dicapai) jika dibandingkan dengan skala yang menyediakan 10 alternatif. Artinya, semakin sedikit jumlah  respons variasi data semakin berkurang. Masalahnya adalah apakah setiap responden bisa memahami  perbedaan kategori hingga 10 level ? Jumlah pilihan di sekitar 5 hingga 7 kategori lebih disarankan dibanding  alternatif di atas jumlah tersebut.  Mengapa Responden Memilih Kategori Tengah?  Alternatif tengah respons disediakan untuk memfasilitasi sikap responden yang moderat, akan tetapi  responden tidak hanya memilih kategori ini untuk menunjukkan traitnya yang moderat (Hofacker, 1984),  namun dipengaruhi oleh banyak faktor.   Beberapa ahli telah meneliti mengapa responden memilih alternatif tengah kategori. Shaw dan Wright (1967)  mengemukakan tiga kemungkinan responden kategori tengah, yaitu : (1) mereka tidak memiliki sikap atau  pendapat, (2) mereka ingin memberikan penilaian secara seimbang, atau (3) mereka belum memberikan sikap  atau pendapat yang jelas. Kulas & Stachowski (2009) menjelaskan faktor lain seperti ragu, tidak memahami  pernyataan dalam butir, respons mereka kondisional, atau mereka memiliki berdiri netral, moderat, atau rata‐ rata.  Ahli lain menjelaskan bahwa pemilihan kategori tengah menunjukkan keengganan responden untuk memilih  arah tanggapan terhadap pernyataan. Bisa jadi mereka memilih respons tengah karena kesulitasn  menginterpretasi butir pernyataan  (Goldberg, 1981). Yang et al. (2002)  menemukan bahwa responden  cenderung memilih kategori tengah ketika mendapati butir yang sulit dipahami.   Kesimpulan. Skor skala bisa menjadi bias jika responden yang cenderung memilih kategori tengah, dikarenakan  tidak memahami butir dan merasa tidak nyaman dengan pernyataan yang diberikan. Oleh karena itu bagi  penyusun skala psikologi diharapkan untuk menyusun butir yang mudah dipahami dan membangun interaksi  yang hangat dengan responden agar mereka merasa tidak terintervensi.      1 | Pengembangan Skala Psikologi  |  Wahyu Widhiarso 2010    Dampak Penyediaan Kategori Tengah  Andrews (1984) menemukan bahwa keberadaan alternatif tengah eksplisit dalam kategori jawaban tidak  memiliki efek yang signifikan pada kualitas data. Rerata respon terhadap butir akan meningkat secara linear  dan varians item meningkat kurvelinier dengan meningkatnya jumlah kategori jawaban. Peningkatan rerata  adalah wajar dan tidak menjadi masalah karena jumlah alternatif menjadi bertambah yang diiringi dengan  peningkatan varians. Peningkatan varians inilah yang banyak menjadi ketertarikan kita, karena menunjukkan  informasi yang kita miliki semakin bervariasi.   Di sisi lain, nilai konsistensi internal (alpha) tidak berubah secara sistematis dengan meningkatnya jumlah  kategori respon (Aiken, 1983). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa jumlah kategori jawaban tidak  membuat perbedaan dalam mean dan varians respon item dan skor total skala.  Kulas et al. (2008) menemukan bahwa korelasi skor antar variabel yang dihitung antara skala yang  menyediakan alternatif titik tengah maupun tidak menyediakan memiliki korelasi yang tinggi, bergerak antara  0.94 hingga 1.0. Artinya, skornya yang dihasilkan sama saja sehingga validitas kriteria yang didapatkan dari  korelasi dengan skor kriteria dipastikan akan tetap tidak berubah.  Mattel dan Jacoby (1971)  menemukan bahwa reliabilitas pengukuran dan validitas skala independen terhadap  jumlah alternatif respons.   Kesimpulan. Skor skala yang menyediaan kategori tengah dengan yang tidak memiliki kategori tengah, tidak  memiliki perbedaan yang berarti. Reliabilitas pengukuran dan validitas butir tidak mengalami perbedaan. Yang  berbeda adalah varian skor. Dengan adanya kategori tengah, variasi data lebih tinggi dibanding dengan yang  tidak. Oleh karena itu menyediakan kategori tengah akan menghasilkan data yang lebih bervariasi.  Jumlah Alternatif Ganjil dan Genap  Beberapa penulis secara eksplisit telah membahas masalah jumlah alternatif respon kategori yang ganjil versus  genap. Kalton, Roberts, dan Holt (1980) menunjukkan bahwa ketika inves tigators memutuskan untuk tidak  menawarkan alternatif tengah eksplisit, mereka biasanya menganggap bahwa kategori tengah terdiri sebagian  besar tanggapan dari orang‐orang yang bersandar terhadap satu atau kutub alternatif lain, meskipun mungkin  dengan sedikit intensitas.   Klopfer (1980) berpendapat bahwa penyelidik yang menawarkan alternatif yang mungkin tengah berasumsi  bahwa responden benar‐benar mendukung posisi tengah. Akibatnya, jika responden dipaksa untuk memilih  alternatif yang ada, pilihan ini akan memberikan kontribusi kesalahan pengukuran sistematis.  Kesimpulan : Jumlah opsi genap akan memaksa responden untuk memilih sikap yang jelas terhadap  pernyataan yang diberikan sedangkan jumlah opsi ganjil memfasilitasi responden yang belum memiliki sikap  yang jelas. Pemaksaan tersebut dapat menimbulkan eror pengukuran, karena skor yang dihasilkan tidak benar‐ benar menggambarkan diri responden.   Menyediakan Alternatif tengah Memang akan Meningkatkan Jumlah Pemilihnya, tapi ...  Kalton, Roberts, dan Holt (1980) melaporkan bahwa pilihan kategori respon tengah berkisar antara 15 dan 49  persen ketika item kuesioner menyediakan titik tengah secara eksplisit dalam kategori respons yang berjumlah  ganjil. Di sisi lain Presser dan Schuman (1980) menemukan jumlah yang lebih sedikit yaitu antara 10 dan 20  persen. Hal ini menunjukkan bahwa penyediaan alternatif respon tengah meningkatkan proporsi responden  yang menyatakan pandangan netral secara substansial. Kecenderungan ini bahkan mungkin meningkat ketika  isu‐isu sensitif pertanyaan perhatian (Kalton & Schuman, 1982).  DuBois dan Burns (1975) berargumen bahwa responden memilih alternatif tengah karena merasa ambivalen  (tidak dapat memutuskan apakah akan setuju atau tidak setuju), indiferen (tidak peduli) atau  tidak merasa  cukup kompeten atau cukup informasi untuk mengambil sikap.  Kesimpulan : Menyediakan alternatif tengah memang akan meningkatkan jumlah pemilihnya, tapi  kecenderungan itu meningkat tajam jika pernyataan yang tertulis dalam butir kurang mudah dipahami,  membingungkan atau mengurangi kenyamanan/keamanan responden. Untuk mengatasi hal ini penulis butir  diharapkan menulis butir dengan pernyataan yang jelas dan tidak mengintervensi responden.        2 | Pengembangan Skala Psikologi  |  Wahyu Widhiarso 2010     “Netral” dan “Tidak Yakin”, Apakah Beda?  Presser dan Schuman (1980) memberikan kuesioner yang menyediakan kategori “tidak tahu” (don’t know)  secara eksplisit, kemudian memberikan lagi kuesioner yang melibatkan kategori tidak tahu dan netral.  Hasilnya, dengan menambahkan kategori netral, jumlah responden yang memilih tidak tahu menjadi  berkurang. Beberapa dari mereka yang menanggapi tidak tahu di kuesioner tanpa kategori netral, menjadi  memilih kategori netral  ketika pilihan netral disediakan. Apakah penelitian ini menunjukkan bahwa kategori  netral dan tidak tahu dimaknai sama oleh responden, belum tentu.  Bishop et al. (1988, dikutip dari DeMars & Erwin, 2005) memberikan dua jenis kuesioner kepada responden.  Satu kuesioner menyediakan opsi tengah dan satunya lagi menyediakan tidak berpendapat (no opinion).  Hasilnya proporsi responden memilih kedua jenis opsi tersebut tidak sama. Hal ini menunjukkan bahwa  responden memaknai kedua jenis opsi itu sebagai hal yang berbeda.  DeMars dan Erwin (2005)  melakukan penelitian mengenai penyediaan respons tengah yang dibagi menjadi  dua jenis, yaitu netral (neutral) dan tidak yakin (unsure). Responden diminta untuk merespon survei yang  mengukur perkembangan identitas dengan menggunakan skala Likert 4‐poin dengan dua opsi tambahan:  netral dan tidak yakin. Jumlah responden yang memilih netral dibandingkan dengan yang memilih tidak yakin  pada butir yang sama. Dari sisi rata‐rata didapatkan bahwa skor kedua kelompok siswa adalah sama. Hasil  penelitian menunjukkan bahwa alternatif respons netral dan tidak yakin menunjukkan sesuatu berbeda dari.   Kesimpulan : Opsi netral dan tidak tahu memiliki makna yang berbeda. Opsi netral menunjukkan bahwa  responden belum mampu menentukan sikap, dengan syarat pernyataan di dalam butir sangat jelas atau tidak  ambigu. Opsi tidak tahu menunjukkan bahwa responden tidak mengetahui bagaimana dia bersikap yang  sehingga dapat dimungkinkan opsi tidak tahu memfasilitasi kebingungan responden terhadap pernyataan.  Penggunaan opsi netral lebih disarankan dibanding dengan opsi tidak tahu.  Penutup  Penulis kuesioner harus memutuskan apakah memasukkan titik tengah atau tidak sesuai dengan pernyataan  yang diberikan kepada responden (Brace, 2004). Meskipun penggunaan respon kategori tengah tidak  mempengaruhi reliabilitas dan validitas dalam penelitian ini, namun direkomendasikan bahwa penilaian  pengembang kuesioner untuk memasukkan alternatif tengah (Kulas, et al., 2008). Ahli lain bahwa  menyediakan kategori tengah memungkinkan responden untuk menunjukkan respon yang netral dan lebih  diskriminatif dalam respon mereka, membuat nilai skala yang lebih handal dan skala yang lebih disukai oleh  responden (Cronbach, 1950).  Banyak peneliti menyimpulkan bahwa berapa jumlah optimal kategori skala tergantung dari spesifik isi dan  fungsi dari kondisi pengukuran (e.g. Friedman, Wilamowsky, & Friedman, 1981). Misalnya dalam konteks  seleksi karyawan, penggunaan skala tanpa kategori tengah lebih mampu mereduksi kepatutan sosial (social  desirability) dibanding dengan yang menggunakan kategori tengah (Garland, 1991).   Menurut penulis, jenis pernyataan dalam butir juga menjadi pertimbangan untuk memasang opsi tengah  ataukah tidak. Untuk menanyakan masa lalu atau perilaku responden, kita tidak mungkin memberikan opsi  kategori tengah. Sulit sekali bagi responden ketika menemui pernyataan yang merefleksikan masa lalu  misalnya “Saya pernah berurusan dengan polisi“atau yang memfokuskan pada perilaku misalnya “Saya akan  menegur orang yang merokok di depan saya”.     REFERENSI  Aiken, L. R. (1983). Number of Response Categories and Statistics on a Teacher Rating Scale.  Educational and Psychological Measurement, 43(2), 397‐401.  Brace, I. (2004). Questionnaire design. London: Kogan Page Ltd.  Cronbach, L. J. (1950). Further evidence on response sets and test design. educational and  psychological measurement, 10, 3‐31.  DeMars, C. E., & Erwin, T. D. (2005). Neutral or Unsure: Is there a Difference?,  Poster presented at the annual meeting of the American Psychological Association.  Washington, DC.    3 | Pengembangan Skala Psikologi  |  Wahyu Widhiarso 2010    Dubois, B., & Burns, J. A. (1975). An Analysis of the Meaning of the Question Mark Response  Category in Attitude Scales. Educational and Psychological Measurement, 35(4), 869‐884.  Friedman, H. H., Wilamowsky, Y., & Friedman, L. W. (1981). A comparison of balanced and   unbalanced rating scales. The Mid‐Atlantic Journal of Business, 19(2), 1‐7.  Garland, R. (1991). The mid‐point on a rating scale: Is it desirable? . Marketing Bulletin, 2, 66‐70.  Goldberg, L. R. (1981). Unconfounding situational attributions from uncertain, neutral, and  ambiguous ones: A psychometric analysis of descriptions of oneself and various types of  others. Journal of Personality and Social Psychology, 41, 517‐552.  Hofacker, C. F. (1984). Categorical Judgment Scaling with Ordinal Assumptions. Multivariate  Behavioral Research, 19(1), 91 ‐ 106.  Klopfer, F. J., & Madden, T. M. (1980). The Middlemost Choice on Attitude Items. Personality and  Social Psychology Bulletin, 6(1), 97‐101.  Kulas, J. T., Stachowski, A., & Haynes, B. (2008). Middle Response Functioning in Likert‐responses to  Personality Items. Journal of Business and Psychology, 22(3), 251‐259.  Kulas, J. T., & Stachowski, A. A. (2009). Middle category endorsement in odd‐numbered Likert  response scales: Associated item characteristics, cognitive demands, and preferred  meanings. [doi: DOI: 10.1016/j.jrp.2008.12.005]. Journal of Research in Personality, 43(3),  489‐493.  Matell, M. S., & Jacoby, J. (1971). Is There an Optimal Number of Alternatives for Likert Scale Items?  Study I: Reliability and Validity. Educational and Psychological Measurement, 31(3), 657‐674.  Yang, C. L., O'Neill, T. R., & Kramer, G. A. (2002). Examining item difficulty and response time on  perceptual ability test items. Journal of Applied Measurement, 3, 282–299.        4 | Pengembangan Skala Psikologi  |  Wahyu Widhiarso 2010                5 | Pengembangan Skala Psikologi  |  Wahyu Widhiarso 2010   

https://www.pdf-archive.com/2012/05/01/widhiarso-2010-respon-alternatif-tengah-pada-skala-likert/

01/05/2012 www.pdf-archive.com

ZODIAC 92%

Sikap Aries yang penuh perhatian dapat mendamaikan hati Capricorn .

https://www.pdf-archive.com/2016/10/12/zodiac/

12/10/2016 www.pdf-archive.com

20-Ucu Rahayu dan Mestika Sekarwinahyu 91%

Harapannya ke depan, sikap kreatif dan produktif yang ditanamkan pada model pembelajaran ini dapat menjadi modal bagi para siswa dalam menghadapi kehidupan di masyarakat.

https://www.pdf-archive.com/2011/12/05/20-ucu-rahayu-dan-mestika-sekarwinahyu/

05/12/2011 www.pdf-archive.com

JURNAL TESSA ok 82%

Auditor harus bersikap independen dalam memberikan opini mengenai kewajaran laporan keuangan yang berkaitan dengan kepentingan banyak pihak, namun di sisi lain dia juga harus bisa memenuhi tuntutan yang diinginkan oleh klien yang membayar fee atas jasanya agar kliennya puas dengan pekerjaannya dan tetap menggunakan jasanya di waktu yang akan datang, hal ini menepatkan posisinya pada pilihan yang dilematis sehingga dapat 3 mempengaruhi pemberian ketepatannya opini audit auditnya.Menurut Alim serta et dalam terkait dengan sikap dasar seseorang (person kualitas in nature) disebut dengan attitude toward al.

https://www.pdf-archive.com/2016/11/08/jurnal-tessa-ok/

08/11/2016 www.pdf-archive.com

28-Merita Diana 80%

sikap ingin tahu (curiosity), sikap kreatif (creativity), sikap sebagai pelajar aktif (active learner), dan sikap sebagai seorang pengambil keputusan (decision maker).

https://www.pdf-archive.com/2011/12/05/28-merita-diana/

05/12/2011 www.pdf-archive.com

1. Vol 1 Nmr 1 Thn 2014 78%

Kedua, sikap, perilaku, dan nilainilai di lingkungan pesisir, perkotaan, dan pegunungan tidak semata-mata digambar secara eksplisit, namun secara implisit ditunjukkan dengan pemilihan bentuk, penggunaan warna, pengorganisasian, dan corak gambarnya.

https://www.pdf-archive.com/2016/11/05/1-vol-1-nmr-1-thn-2014/

05/11/2016 www.pdf-archive.com

55-Endang Indrawati, Sri Harijati, Pepi Rospina Pertiwi 76%

Kompetensi agribisnis petani merupakan kemampuan berpikir (tingkat pengetahuan), bersikap (tingkat sikap mental), bertindak (tingkat ketrampilan) dalam berusahatani sesuai dengan estándar agribisnis yang ditetapkan.

https://www.pdf-archive.com/2011/12/06/55-endang-indrawati-sri-harijati-pepi-rospina-pertiwi/

06/12/2011 www.pdf-archive.com

42-Hedi Budiman 72%

Tujuan utama dari penelitian pada materi geometri dimensi tiga ini adalah mengkaji peningkatan kemampuan berpikir kritis dan kreatif matematis antara siswa yang mendapatkan pembelajaran berbasis masalah berbantuan software Cabri 3D dengan siswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional, keterkaitan antara kemampuan kemampuan berpikir kritis dan kreatif matematis, dan sikap siswa terhadap pembelajaran ini.

https://www.pdf-archive.com/2011/12/05/42-hedi-budiman/

05/12/2011 www.pdf-archive.com

buku 5 dharmaduta vihara sukhavati prajna 69%

Kejadian ini sungguh amat membuat aku sedih, aku sempat terguncang dengan semua sikap dan dan perbuatan mereka.

https://www.pdf-archive.com/2017/02/21/buku-5-dharmaduta-vihara-sukhavati-prajna/

21/02/2017 www.pdf-archive.com

Pidato Ketua DPC acara pelantikan 69%

Para undangan yang berbahagia Puji dan rasa syukur marilah senantiasa kita panjatkan kehadirat Allah Yang Maha Ghufur, seraya kita memohon ampunan kepada-Nya atas segala sifat dan sikap iri dengki dan takabbur, yang akan mendorong manusia menjadi kufur.

https://www.pdf-archive.com/2010/12/25/pidato-ketua-dpc-acara-pelantikan/

25/12/2010 www.pdf-archive.com

JURNAL SUDARNO 68%

Kelompok referensi adalah kelompok-kelompok yang memberikan pengaruh langsung atau tidak langsung terhadap sikap dan perilaku seseorang.

https://www.pdf-archive.com/2016/11/08/jurnal-sudarno/

08/11/2016 www.pdf-archive.com

32-Diarsi Eka Yani 67%

Kegiatan penyuluhan merupakan pendidikan nonformal bagi masyarakat petani sebagai sumber daya 1 penggerak pembangunan agar mau berubah perilakunya, yang meliputi pengetahuan, sikap dan keterampilan menjadi lebih baik.

https://www.pdf-archive.com/2011/03/16/32-diarsi-eka-yani/

16/03/2011 www.pdf-archive.com

DS5020 ETIKAPROFESI HANDOUT 010212 66%

pendengar memiliki sikap kritis Kemandirian &

https://www.pdf-archive.com/2012/02/02/ds5020-etikaprofesi-handout-010212/

02/02/2012 www.pdf-archive.com

KARNIVAL KESEDARAN 66%

OBJEKTIF 1) Memupuk kesedaran yang mendalam kepada masyarakat setempat betapa pentingnya pengetahuan dalam mematuhi peraturan di atas jalan raya untuk mengurangkan risiko kemalangan 2) Membuka peluang kepada warga belia untuk memiliki lesen kenderaan di bawah skim Mylesen 3) Memberi maklumat dan info-info yang berkaitan pengangkutan, terutama semasa di jalan raya 4) Memudahkan masyarakat setempat memperbaharui lessen, dan membayar cukai serta saman menerusi kaunter bergerak (Mobil Sikap) yang akan disediakan 5) Merapatkan lagi hubungan sesama mereka dengan menyertai beberapa aktiviti masyarakat 6) Meningkatkan ekonomi usahawan-usahawan setempat untuk turut sama serta menjayakan aktivitiaktivi yang dijalankan LOKASI &

https://www.pdf-archive.com/2016/01/19/karnival-kesedaran/

19/01/2016 www.pdf-archive.com

4-Fatia Fatimah 63%

Salah satu kompetensi pendukung program studi matematika S1 Universitas Terbuka (UT) adalah mahasiswa diharapkan mampu mewujudkan sikap mandiri dan cepat tanggap terhadap perubahan dalam masyarakat.

https://www.pdf-archive.com/2011/12/05/4-fatia-fatimah/

05/12/2011 www.pdf-archive.com

66-Lina Warlina, Edi Rusdiyanto, Sumartono, Ismet Sawir 62%

Pemahaman masyarakat akan lingkungan menjadi lebih baik, baik secara pengetahuan (kognitif) ataupun sikap (afektif).

https://www.pdf-archive.com/2011/12/05/66-lina-warlina-edi-rusdiyanto-sumartono-ismet-sawir/

05/12/2011 www.pdf-archive.com

17-Amalia Sapriati, Sri Tatminingsih 59%

Upaya mengurangi dampak bencana dapat dilakukan juga melalui bidang pendidikan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman, sikap dan perilaku, serta budaya waspada mencegah bencana (Permana, 2006).

https://www.pdf-archive.com/2011/12/05/17-amalia-sapriati-sri-tatminingsih/

05/12/2011 www.pdf-archive.com

Pendidikan Multikultural 57%

Sikap toleransi inilah yang nantinya akan menjadikan keberagaman yang dinamis, kekayaan budaya yang menjadi jati diri bangsa yang patut untuk dilestarikan.

https://www.pdf-archive.com/2016/12/03/pendidikan-multikultural/

03/12/2016 www.pdf-archive.com

ESTER & ARFIANTI ok 56%

Kinerja harus sesuai dengan harapan yang berarti ketepatan waktu, pelayanan yang sama untuk semua pelanggan tanpa kesalahan, sikap simpatik dan dengan akurasi yang tinggi.

https://www.pdf-archive.com/2016/11/08/ester-arfianti-ok/

08/11/2016 www.pdf-archive.com

JURNAL EZRA DAN DESI ANITA 56%

Customer, yaitu pembeli produk perusahaan (bisa termasuk beberapa yang melakukan pembelian ulang) yang tidak mempunyai sikap loyal terhadap perusahaan.

https://www.pdf-archive.com/2016/11/08/jurnal-ezra-dan-desi-anita/

08/11/2016 www.pdf-archive.com

Proposal Kegiatan MAKRAB 2015 FIX 55%

Walaupun demikian, tidak jarang bangsa Indonesia mengalami pasang surut sikap individualisme tetapi dengan semangat kebersamaan tersebut maka rasa kebersamanaan tetap menjadi prioritas suatu masyarakat Indonesia yang tercinta untuk mencapai tujuan yang dicita-citakan sejak dahulu sebagai bangsa yang besar.

https://www.pdf-archive.com/2015/12/16/proposal-kegiatan-makrab-2015-fix/

16/12/2015 www.pdf-archive.com

Alasan Kenapa Begitu Banyak Orang Terkena Demam Poker Online 54%

Setidaknya ada ribuan orang di masing-masing situs, hanya demi mengejar hobinya di permainan ini, dan sikap seperti ini bisa sangat menular loh, bahkan bisa menimbulkan rasa kecanduan.

https://www.pdf-archive.com/2016/12/12/alasan-kenapa-begitu-banyak-orang-terkena-demam-poker-online/

12/12/2016 www.pdf-archive.com